Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
81. Pergi Saja


__ADS_3

"Aku pergi bukan karena aku tak lagi mencintaimu Sarah. Bukan juga karena aku tak ingin memilikimu, atau tak ingin bersamamu. Namun kenyataanya kita memang harus pisah." suara hati Alan.


Alan sudah sampai di Bandung, niat hati ingin mencari Mia. Namun ia sadar jika ia mencari Mia dan bertemu dengan Mia ia masih tak yakin jika hatinya untuk Mia. Alan takut hanya akan menyakiti Mia. Karena ia memberi harapan palsu pada Mia.


"Hidup memang tak selamanya indah, mungkin ini karma dari tuhan atas segala kesalahanku dimasalalu. Dan aku juga mengulang kesalahan itu lagi. Dengan aku menodai Sarah yang kini menjadi istri orang. Bahkan aku yakin jika janin itu adalah anakku." Batin Alan.


Alan sangat bingung sekali, disisi lain ia ingin mempertahankan Sarah. Namun sepertinya Sarah lebih bahagia bersama dengan Danil. Dan Salsha juga sepertinya bahagia memiliki ayah seperti Danil. Melepas lebih baik mungkin saat ini itulah pilihan yang paling tepat untuk dipilih.


Pagi itu Sarah menyiapkan makanan untuk Danil dan juga untuk Salsha. Danil nampak begitu bahagia karena Sarah semalam sudah mau melakukan hubungan suami istri dengannya. Dan ia yakin jika saat ini Sarah seratus persen miliknya. Dan tidak ada lagi Alan di hati Sarah.


Sarah mengambilkan makanan untuk putrinya dan juga suaminya. Danil tak hentinya menatap Sarah. Dan membuat Sarah jadi salah tingkah.


"Hey sayang jangan menatapku terus seperti itu." ucap Sarah.


"Habis kamu cantik, dan kamu milikku." ucap Danil sambil mengelus rambut Sarah.


"Ini juga minta dielus sayang." ucap Sarah sambil menunjuk perutnya.


Danil mengelus perut Sarah, dan berdoa agar calon buah hatinya selalu sehat dan berkembang dengan baik.


"Aku berharap dia memang buah hati kita, aku lelah menjalani hubungan tanpa kepastian dengan Alan." batin Sarah.


"Kapan USG sayang, aku tak sabar melihat calon bayi kita." ucap Danil.


"Nanti aja sayang." ucap Sarah.


Mereka bertiga kini tengah sarapan, seperti keluarga yang harmonis saja. Mereka selesai sarapan, dan saatnya Salsha untuk sekolah. Dan Sarah juga harus ke rumah sakit, begitu juga dengan Danil yang harus ke kantor.


"Ini salahku seharusnya aku tidak jatuh cinta padamu, seharusnya aku dulu tidak menolong mu saat itu. Saat ayahku hendak menyetubuhi mu dulu. Pasti semuanya tak akan seperti ini." Batin Alan.

__ADS_1


Alan sangat bingung sekali harus apa, harus bagaimana. Mungkin dengan menenangkan diri di kota Bandung akan membuatnya bisa berfikir harus apa. Kehidupan yang sangat meletihkan baginya. Kisah cinta yang begitu dramatis, yang sulit untuk dipahami antara hati dan juga keinginan.


Sarah sampai di rumah sakit, tak lupa ia mencium tangan suaminya sebelum pergi. Begitu pula dengan Danil yang mencium kening Sarah. Dan hal itu membuat Sarah seperti sangat dicintai oleh Danil. Danil memang romantis, begitu pula dengan Alan.


"Hati-hati sayang jaga buah hati kita." ucap Danil sebelum masuk mobilnya.


"Kamu juga hati-hati mas." batin Sarah kemudian berjalan masuk rumah sakit.


Di lorong rumah sakit Sarah dicegat oleh anak buah ayah Danil. Dan Sarah diajak ke kantin rumah sakit karena ayah Danil ingin bicara dengannya. Sarah tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh ayah Danil. Sarah gugup dan juga takut. Sarah disuruh duduk oleh anak buah ayah Danil.


Sarah sedikit gemetar ia lalu duduk di depan ayah Danil. Ayah Danil menatap Sarah dengan tatapan seperti tak suka. Sarah semakin takut, hingga membuat berkeringat dingin.


"Jangan takut Sarah." ucap ayah Danil.


"Ada apa ayah memanggil saya?" tanya Sarah.


"Saya tahu kamu masih berhubungan dengan Alan."


"Benarkah itu?" tanya ayah Danil.


"Benar." jawab Sarah.


"Lalu ini apa?" ucap ayah Danil sambil memberikan foto dirinya dengan Alan. Ketika Alan memberikannya kalung.


Sarah nampak gugup, ia mengatur nafasnya Sarah mencari alasan yang tepat agar ayah Danil percaya padanya.


"Itu kalung ucapan perpisahan, karena Alan akan pergi. Dan kita mengakhiri semuanya." ucap Sarah.


"Awas saja kalau kamu bohong dan kamu masih berhubungan dengan Alan." ucap ayah Danil.

__ADS_1


"Saya mencintai Danil, dan saya tidak akan mengkhianati Danil." ucap Sarah.


"Saya pegang ucapan kamu, kamu bisa kembali keruangan mu. Dan dokter baru itu sudah ayah pindahkan atas kemauan Danil." ucap ayah Danil.


"Terimakasih ayah." ucap Sarah yang kemudian pergi.


"Aku bahkan tidak tahu apakah aku benar-benar bisa melupakanmu Lan, apakah aku benar-benar telah jatuh cinta dengan Danil. Kisah cintaku denganmu begitu rumit. Mungkin dengan saling melepaskan itu lebih baik. Kamu lebih baik dengan Mia, dia jauh lebih baik dariku." Batin Sarah.


Akhirnya Sarah kembali ke ruangannya lagi, ia senang. Namun ia juga masih ragu, bagaimana jika bayi yang ada di kandungannya adalah anak Alan dan bukan anak Danil. Apakah Danil akan menerimanya, apakah malah Danil akan pergi meninggalkannya.


Alan mengirim surat untuk Sarah, tulisan dari isi hati Alan untuk Sarah.


Dear: Sarah.


Maafkan aku, dan maafkan untuk segala kesalahanku. Mungkin takdir memisahkan kita, tapi percayalah cintaku padamu akan abadi.


Aku hanya ingin mengatakan, semoga kamu bahagia dengan Danil. Dan jika nanti anakmu lahir mari kita tes DNA apakah itu anak kita atau bukan. Jika iya jangan beritahu Danil, aku ingin kamu tetap bersama dengan Danil karena itu yang terbaik.


Biarkan aku sendiri dari yang menanggung semua ini. Biarkan rasa cinta ini membuatku bingung. Dan tak tahu harus apa, sekali lagi semoga kamu bahagia dengan Danil. Mungkin di kehidupan selanjutnya kita bisa bersama.


Dari:Alan.


Alan meneteskan air mata, ia sangat ingin Sarah bahagia. Tak apa jika dirinya menderita, mungkin ini adalah hukum karma untuknya.


Sarah mulai berfikir jika bersama dengan Danil adalah pilihan yang tepat. Apalagi ayah Danil sudah memberinya peringatan. Sarah jadi takut untuk bertemu atau berhubungan lagi dengan Alan. Karena tak hanya dirinya yang akan diserang. Tapi Alan juga pasti akan dalam bahaya.


Apalagi ayah kandungnya sendiri kini sudah mulai kelihatan sifat aslinya. Adik tiri yang begitu merempongkan dan juga kakak tiri yang baik hati. Mungkin hidup Sarah akan sempurna jika memilih hidup bersama dengan Danil.


"Semoga saja ini pilihan yang tepat, dan semoga saja hatiku tidak memiliki kembali bersama dengan Alan. Aku harus belajar jatuh cinta lebih dalam pada Danil." Batin Sarah.

__ADS_1


Tiba-tiba saja perut Sarah sakit, perut Sarah kram. Sarah segera keluar dari ruangannya dan meminta tolong pada suster untuk di bawa ke klinik.


__ADS_2