
Danil sangat senang mendengar kabar kehamilan Sarah, Danil berharap suatu hari nanti Sarah bisa membalas cintanya. Meski Danil sendiri belum bisa melupakan Cantika. Namun ia sudah berusaha untuk jatuh cinta dengan Sarah. Danil menyiapkan Sarapan untuk Sarah, pagi itu Danil terlihat sangat bahagia. Terlihat dari senyum yang menghiasi wajahnya itu rona bahagia begitu terpancar.
Danil menyiapkan makanan untuk Sarah, ia sangat berharap Sarah suka dengan masakanya itu. Danil ingin membuat Sarah jatuh cinta padanya meski itu akan sangat sulit. Karena masalalu Sarah yang begitu rumit hingga susah dilupakan oleh Sarah.
"Semoga kamu suka Sarah, aku mulai jatuh hati denganmu." batin Danil.
"Aku yang siapain loh semoga kamu suka, oh ya nanti ke rumah sakitnya aku antar. Aku enggak mau calon baby kita kita kenapa-napa."
"Udah aku bisa sendiri, makasih sarapanya."
"Bagaimana kalau aku suapin? Biar romantis gitu."
"Kita kan udah sama-sama enggak ABG lagi, jadi tidaklah perlu seperti itu." Jawab Sarah ketus.
Karena Sarah tak mau disuapi oleh Danil kimi Danil nampaknya menyuapi Salsha, Salsha juga dengan lahap memakan masakan Danil. Danil yang terlihat hangat, dan sayang dengan Salsha. Meski Salsha bukanlah anak kandungnya.
"Pokoknya kamu nanti aku antar, iyakan Salsha kita anterin mama ke rumah sakit?"
"ya harus itu Pa, biar dede bayi juga senang."
"Ya sudah terserah kamu saja."
Sarah mengelus perutnya ia masih ragu jika janin yang ada di kandunganya itu adalah anak dari Danil. Karena Alan juga meninggalkan jejak cinta di rahim Sarah. Dan ada dua kemungkinan. Janin itu adalah anak Alan atau Danil. Sarah dibingungkan akan hal itu, ia belum bisa menerima Danil karena ia takut jika janin yang ada dikandunganya bukan anak Danil. Dan pastinya hanya akan membuat Danil kecewa saja.
"Semoga saja Danil adalah ayah kamu nak, Mama sudah tak sanggup lagi melihat Alan terus-terusan menderita karena mamamu ini." Batin Sarah.
Sarah tersadar dari lamunannya ketika Danil menegurnya. Danil menyuapi Sarah sup daging yang ia buat. Danil juga membuatkan jus alpukan untuk Sarah, Sarah sedikit tergugah hatinya ketika melihat ketulasan dari Danil. Danil kini begitu baik dan lebih dewasa daripada Alan.
"Makanannya enggak akan habis kalau cuma dilihatin saja, atau mau aku suapin."
"Iya-iya aku makan nih, semoga saja enak."
Danil mengambil sendok di piring Sarah, namun Sarah menghentikan tidakan Danil. Karena Sarah bisa makan sendiri. Sarah jadi salah tingkah karena tingkah Danil yang berubah menjadi suit. Danil yang semakin hari kian semakin romantis saja.
__ADS_1
Di sisi lain Alan tengah diajari oleh Mia, Alan kini sudah bisa makan sendiri. Alan semakin pasrah untuk sementara ia membiarkan semuanya seperti ini sampai nanti ada donor mata untuknya. Meski ia ingin segera melihat, namun Alan juga belum siapa melihat Sarah bersanding dengan orang lain. Karena seharusnya Sarah bersama denganya bukan yang lainnya.
"Oh ya Mia tadi kamu bilang ada yang kirim bunga dari siapa?"
Mia mengambil baket bunga yang ada di sampingnya, ia memeriksa apa ada nama pengirimnya.
"Dari Mawar, semoga kamu selalu diberi kebahagiaan."
Alan masih berfikir siapa Mawar karena ia tak memiliki teman atau saudara yang bernama Mawar. Alan berharap itu Sarah, namun ia berharap juga jika itu orang iseng. Karena jika Sarah saat ini sudah memiliki suami yang sah. Dan tidak baik berhubungan dengan istri orang.
"Apa dia kekasihmu Mas?"
"Bukan aku tidak mengenalnya."
"Tapi sepertinya dia sangat peduli denganmu."
"Paling hanya orang iseng saja."
Alan yakin jika itu adalah bunga dari Sarah, Alan yakin jika sampai saat ini Sarah masih sangat peduli denganya. Air mata Alan jatuh sedikit, Mia mencoba untuk mengusap air air mata Alan. Alan menyeka air tangan Mia. Dan ia kemudian mengusap air matanya sendiri.
"Tenang mas Alan, semua akan indah pada waktunya."
"Iya tapi kapan? Semua terasa sulit."
Mia merangkul Alan, kini Alan berada dipelukan Mia.
"Biarkan rasa kesepian membunuh jiwaku, kembalilah Sarah. Meski ragaku menolakmu tapi hatiku tetap ingin bersama denganmu." Batin Alan.
Sarah dan keluarga kecilnya selesai sarapan, Danil mengantarkan Sarah ke rumah sakit. Danil terlebih dahulu mengantarkan Salsha ke sekolahan. Danil membukakan pintu mobil untuk Sarah dan juga Salsha. Sarah akhirnya mau diantar oleh Danil ke rumah sakit.
"Naiklah tuan putriku."
"Iya papaku tercintam"
__ADS_1
Salsha tersenyum manis dan kemudian Salsha naik ke dalam mobil sedangkan Sarah duduk di samping Danil. Danil mengusap perut Sarah sebelum mereka melaju. Sarah membiarkan Danil mengelus perutnya itu.
"Sehat terus ya sayang."
"Baiklah jangan mulai atau aku akan telat nanti."
"Iya sayang tenang saja."
Sarah semakin merasa bersalah ia takut jika nanti pada akhirnya janin yang ada di kandunganya bukanlah buah cintanya dengan Danil. Melainkan itu adalah anak Alan, tanda cinta Alan untuk Sarah. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Danil jika janin itu bukalah darah dagingnya.
Salsha sampai di sekolahanya, sebelum turun tak lupa ia pamitan dengan mama dan papanya. Barulah kini Sarah dan Danil melanjutkan perjalanan mereka.
Danil mencoba menyentuh tangan Sarah namun Sarah mengalihkan tangannya. Dan kini mereka melaju menuju rumah sakit. Dalam perjalanan hanya hening, hanya suara musik klasik yang sengaja diputar oleh Danil.
Sampai di rumah sakit Danil membukakan pintu mobil dan membantu Sarah turun. Ia tak ingin Sarah terjatuh, karena saat ini Sarah tengah mengandung buah cintanya. Buah hati yang dulu sangat ia inginkan, namun pergi bersama istrinya.
"Jangan cape-cape, jangan jajan sembarangan jangan lupa makan istriku."
"Iya makasih."
"Oh ya satu lagi, jangan lupa bawa cemilan jangan sampai perut kosong."
Danil menyuruh Sarah untuk menunggu sebentar, Danil membeli bunga untuk Sarah. Ia memberikan bunga itu pada Sarah.
"Buat kamu."
"Untuk apa? Buang-buang uang saja kamu ini."
"Uang bisa dicari jadi tenanglah."
Sarah mengambil bunga putih itu dan pergi meninggalkan Danil. Sarah sudah menghilang dari pandangan Danil, dan Danil kini menuju kantornya. Danil berharap Sarah tahu jika dirinya berusaha untuk memperbaiki hubungan suami istri.
-Bersambung-
__ADS_1
Hai-hai balik lagi ya, lama enggak up ya. Kehalluanku terhentikan karena rasa malas hehe. enggak gitu deng, karena babyku semakin pintar jadi waktu ngetik hanya bisa malam hari saja. Semoga kalian suka, jangan lupa Like, vote, komentar, rate dan favoritkan yaaa.
Salam dari mahmud keceh