Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(24)Pertemuan Setelah 5 tahun


__ADS_3

5 tahun kemudian, Sarah sudah lulus kuliah dan ia akan segera pulang ke Indonesia. Meski belum resmi menjadi seorang dokter Sarah sudah ditempatkan di rumah sakit ternama di Indonesia. Sarah juga sudah tak sabat bertemu dengan Salsha. Gadis kecil yang selama ini hanya bisa ia temui lewat vidio call saja.


Di dalam pesawat ada penumpang yang mengalami sesak nafas. Pramugari mengumumakan pada penumpang yang kemungkinan adalah dokter. Karena penumpang itu sudah dalam keadaan krisis. Dan ternyata tidak ada penumpang dokter di dalam pesawat. Adanya Sarah yang merupakan calon dokter.


Sarah melihat penumpang yang sakit, ia terkejut setelah tahu itu adalah Alan. Alan yang sepertinya mengalami sesak nafas. Dan di samping Alan adalah Nayla, pesawat baru akan landing sekitar setengah jam lagi. Sarah memberikan pertolongan pertama pada Alan.


"Dia akan baik-baik saja dalam 30 menit, segera siapkan ambulan di bandara dan langsung bawa ke rumah sakit. Terjadi pendarahan ringan di paru-parunya."


"Hey bukanya kamu Sarah? Apa yang kamu lakukan kamukan bukan dokter. Jika nanti Alan kenapa-napa kamu mau tanggung jawab."


"Saya memang bukan dokter setidaknya sebentar lagi saya akan menjadi dokter."


Sarah meninggalkan Nayla dan juga Alan, kini Sarah kembali ke tempat duduknya. Ia masih tak menyangkan bisa bertemu Alan setelah hampir 5 tahun tak bertemu.


"Kamu masih saja tetap tampan meski sudah 5 tahun berlalu. Kenapa ada Nayla apa kalian sudah menikah?" Batin Sarah.


Sarah penasaran dengan Nayla dan Alan, bahkan Alan tidak tahu jika Sarah mempertahankan janinnya. Pesawat akhirnya landing juga, Sarah turun dari pesawat. Ia tak sempat melihat keadaan Alan karena Alan sudah di bawa langsung ke rumah sakit.


Sarah sampai di Jakarta, setelah hampir 5 tahun meninggalkan kota tercinta. Sarah dijemput oleh Kenzo, Kenzo sudah tahu jika Sarah adalah saudara tirinya. Sarah meminta Kenzo untuk mengantarkan ke makam ibunya sebelum pulang ke rumah ayahnya. Ibu tirinya juga sudah bisa menerima kedatangan Sarah. Begitu pula dengan Lea adik tiri Sarah yang kini masih kuliah.


Sarah berara di makam ibunya, tak lupa ia memberi hadian bunga dan juga surat yasin untuk ibunya. Sarah mencabut rumput liar yang tumbuh di makam ibunya. Kenzo mengajak Sarah pulang karena ayah Sarah dan juga yang lainnya sudah menunggu kedatangan Sarah termaksud Salsha. Sarah sudah tak sabar bertemu dengan Salsha.


"Oh ya Ken, Salsha udah di rumah kan?"


"Udah, dia nanyain kamu terus. Katanya udah enggak sabar mau ketemu mamanya."


"Akhirnya bisa juga ketemu Salsha."

__ADS_1


Di luar negeri Sarah dan Kenzo memang sudah saling kenal dan akrab. Hanya saja Kenzo pulang ke Indonesia setahun lebih awal dari Sarah. Sedangkan Lea, sama sekali belum pernah bertemu dengan Sarah. Begitu pula sebaliknya, Kenzo senang karena Sarah menjadi bagian keluarganya.


"Aku takut Ken,"


"Takut kenapa?"


"Takut mama sama Lea enggak bisa nerima aku."


"Tenang kan ada aku sama ayah."


"Makasih ya Ken, kamu emang kaka terbaik deh."


Sarah sampai di rumah barunya, Sarah yang melihat Salsha langsung memeluk Salsha. Salsha memeluk Sarah, Salsha senang bertemu dengan mamanya setelah sekian lama yak bertemu. Sarah membawakan oleh-oleh untuk Salsha. Ibu tirinya menyambutnya dengan senyuman, sedangkan Lea adik tirinya terlihat cuek dan nampak tak suka denganya.


"Lea kamh kuliah di mana?"


"Lea, Sarah ini kakak kamu loh."


"Iya Yah."


"Sudahlah Yah, mungkin Lea belum terbiasa."


Sarah menyuapi Salsha, dan ternyata yang mengurus Salsha adalah ibu tirinya. Salsha tumbuh aktif dan pintar meski tanpa sosok sang ayah. Sarah kembali teringat dengan Alan. Alan yang ia temui di pewasat, Sarah cemas dengan keadaan Alan.


^^^"Apa kamu baik-baik saja, apa kamu dalam kondisi baik. Dan kenapa aku masih mecemaskanmu, padahal kamu tak pantas untuk dicemaskan." Batin Sarah.^^^


Sarah yang penasaran dengan keadaan Alan, namun ia tak mau cari tahu karena takut nantinya akan terluka. Sarah takut jika Nayla dan Alan ternyata sudah menikah. Sarah makan bersama keluarga barunya, meski saat ini suday tak ada lagi sang ibu yang menemaninya.

__ADS_1


"Semoga ibu tenang di alam sana, aku di sini dengan ayah mendoakan ibu. Dan juga Salsha cucu ibu, yang saat ini sudah pintar." Batin Sarah.


Kenzo menyuruh Lea untuk sopan dengan Sarah, dan mencoba menerima Sarah. Bagi Lea menerima Salsha saja sudah membuatnya kesal apalagi menerima kehadiran Sarah. Karena mamanya jadi sedih ketika tahu ayahnya selingkung deng ibu Sarah.


Kenzo menyuruh Lea untuk mengantarkan Sarah ke kamar Sarah. Kenzo ingin Lea lebih akrab dengan Sarah, karena biar bagaimana pun mereka adalah saudara se ayah. Lea mengantarkan Sarah, Sarah tersenyum dan mengikuti langkah kaki Lea. Jujur saja Sarah capek dan ingin istrirahat. Lea menunjukan kamar Sarah, yang berada ditengah kamar Lea dan juga Kenzo.


"Aku kasih tahu sama kamu jangan ambil kasih sayang ayah dariku."


"Tidak Lea, kamu salah sangka. Kita ini saudra."


"Sudahlah Sarah bagiku dan mama kamu hanyalah orang asing. Mungkin hanya ayah dan kak Kenzo yang anggap kamu. Bukan aku sama mama."


Lea meninggalkan Sarah, kini Sarah memilih untuk rebahan dan tak mau lagi memikirkan hal yang memusingkan. 15 menit kemudian Kenzo mengetuk pintu kamar Sarah karena Salsha ingin tidur dengan Sarah. Sarah senang karena buah hatinya ternyata tidak menganggapnya seperti orang asing.


"Mama aku bobok sama mama ya malam ini, aku masih kangen sama mama."


"Iya sini sayang."


Kenzo meninggalkan kamar Sarah dan masuk ke kamarnya. Kini Sarah bersama dengan Salsha, dan Salsha adalah alasan Sarah kuat untuk saat ini. Salsha yang menjadi penyemangat Sarah saat ini. Ia ingin Salsha dab juga mediang ibunya bangga denganya. Karena sampai saat ini Sarah masih bertahan dan kuat.


Keadaan Alan sudah membaik berkat petolongan pertama yang diberikan oleh Sarah. Nayla dan Alan memang dekat, tapi sampai saat ini tak ada kejelasan dalam hubungan mereka. Alan masih memikirkan Sarah dan juga anaknya yang mungkin saat ini sudah tumbuh besar.


"Alan pastu kamu kuat, semua akan baik-baik saja." Batin Nayla.


Alan memang baru saja mengalami kecelakaan dan mungkin darah yang membeku di paru-paru Alan adalah akibat dari kecelakaan yang dialami Alan. Alan kini menjadi pengacara kondang, sedagkan Nayla memiliki usaha butik yang cukup maju.


Alan sudah sadar dari pingsanya, setelah dokter melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan gumpalan darah yang ada di paru-paru Alan. Nayla langsung memeluk Alan ketika tahu Alan sadar.

__ADS_1


-Tbc-


__ADS_2