Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(23)Memulai hidup baru


__ADS_3

..."Kamu tahu apa yang tidak bisa disembuhkan? Bekas luka, meski luka itu sudah kering bekasnya masih ada. Sama halnya luka yang kamu torehka meski sudah mulai mengering namun luka itu tak akan benar-benar hilang."...


...-Sarah Shakilah-...


Sarah berada di dalam mobil bersama dengan ajudan ayahnya itu. Sarah penasaran seperti apa ayahnya, dan kenapa ayahnya meninggalkanya begitu saja. Hampir 19 tahun terkhir. Dan di mana ayahnya ketika sang ibu meninggal.


Sarah menatap jendela kamarnya, ia berharap ayahnya datang karena ia ingin tahu bagaimana rupa ayahnya. Dan apa alasan ayahnya meninggalkan dirinya dan juga ibunya. Para ajudan itu mengatakan pada Sarah jika nanti malam ayahnya akan datang. Sarah sangat senang sekali, karena setelah sekian lama barulah ia bisa bertemu dengan sang ayah.


Entah nanti ia akan kecewa atau bahagia, setelah tahu apa alasan ayahnya meninggalkan dirinya dan juga ibunya itu. Sarah istirahat, karena ia merasa lemas setelah kembali mual-mual. Rasanya makan tak enak, hanya rebahan kini yang membuat dirinya nyaman.


..."Jangan pergi jika hanya ingin dikejar, dan jangan kembali jika kamu akan pergi lagi."...


...-Alan-...


Alan akan mencoba mengiklaskan kepergian Sarah, Alan akan memulai hidup barunya tanpa ada bayang-bayang Sarah. Meski rasa cintanya tak pudar, namun fikiran masih waras dan ia tak ingin mengejar sesuatu yang tak mau digapai. Alan akan pergi ke luar negeri bersama dengan Nayla untuk kuliah.


Negara Indonesia hanya akan mengingatkan Alan pada Sarah dan juga bayinya. Apalagi saat ini Sarah sudah sulit dicari. Dan menurut Alan mungkin benar jika Sarah menjadi simpanan om-om saat ini. Alan yakin, karena Sarah hamil dan frustasi makanya Sarah mau menjadi simpanan om-om.


Sore itu ayah Saray datang, Sarah melihat ayahnya sebagai orang asing. Karena memang selama ini ia tak pernah bertemu dengan ayahnya itu. Ayah Sarah memiliki wajah campuran, bukan seperti orang Indonesia tulen.


"Sarah ini ayah, sebelumnya ayah minta maaf karena baru kali ini bisa datang. Ibumu melarangku menemuimu."


"Lantas kenapa ayah meninggalkanku dan ibu? Apa ayah tahu kami hidup menderita."


"Ayah sudah menawarkan bantuan namun ibumu menolak."


"Kenapa kalian pisah?"

__ADS_1


"Aku dan ibumu tidak pernah menikah, ini kesalahan ayah. Ayah yang telah mengahamili ibumu, dan saat itu ayah sudah punya istri yang sedang hamil tua juga. Ibumu awalnya tak mengatakan jika dirinya hamil."


"Jadi aku ini anak diluar nikah?"


Sarah mengusap perutnya, ia ingat dengan hidupnya dan kini janinnya bernasib sama sepertinya tidak tahu sosok ayahnya. Sarah tak mau jika anaknya mengalami hal yang sama denganya.


"Ya seperti itulah, tapi tenanglah kamu aman di sini. Tapi ayah belum bisa membawamu pulang ke rumah, keluarga ayah perlu waktu untuk menerima semua ini. Jadi bersabarlah sayang."


Sarah memeluk ayahnya, Sarah mencoba menerima kenyataan yang meski terasa pahit. Dan saat ini yang terpenting adalah kesehatan janinnya. Ayah Sarah membawakan susu hamil dan juga beberapa cemilan untuk Sarah.


"Siapa nama saudara tiri Sarah yah?"


"Lea dan Kenzo, Lea itu masih kelas 1 SMA sedangkan Kenzo seumuran denganmu tapi sudah kuliah saat ini."


Di tempat lain Alan sudah bersiap-siap untuk pergi ke luar negeri. Ia bertekat untuk melupakan Sarah, ia tak mau larut dalam cintanya dengan Sarah. Ia juga tak mau terus berdebat dengan Rendi. Rendi yang selalu membela sarah dan juga selalu memintanya untuk tanggung jawab. Alan ingin tanggung jawab dengan memberi fasilitas untuk Sarah. Namun Alan tak bisa menikah dengan Sarah.


...-Alan-...


Fandy tak bisa menemukan keberadaan Sarah, padahal saat ini ia sangat rindu dengan Sarah. Setelah para orang asing menjemput Sarah. Fandy tak lagi bertemu dengan Sarah. Fandy rindu namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Fandy cemas karena saat ini Sarah sedang hamil. Fandy sebenarnya mau menikahi Sarah, namun Sarah menolaknya. Dengan alasan pernikahan tanpa cinta hanya akan membawa bencana saja.


Sekitar 8 bulan kemudian anak Sarah lahir, Sarah melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik sekali. Setelah lahiran ayah Sarah meminta Sarah untuk meneruskan mimpinya. Sarah yang ingin menjadi dokter, ayah Sarah akan menyekolahkan Sarah ke luar negeri. Dan anak Sarah akan di urus oleh ayah Sarah, dan dapat dipastikan anak Sarah tak akan kekurangan apapun.


Namun tetap saja anak Sarah akan kehilangan kasih sayang dari ibu dan juga ayahnya. Namun ayah Sarah tak akan membiarkan hal itu terjadi. Karena ayah Sarah membayar orang yang sudah berumah tangga lama namun belum di karunia anak untuk menjaga anak Sarah. Ayah Sarah ingin cucunya merasakan kasih sayang seorang ayah dan ibu.


"Ayah jaga Salsha baik-baik ya, aku akan mengejar impianku untuk ibu dan juga ayah."


"Ayah pastikan Salsha akan baik-baik saja sampai kamu jadi dokter hebat."

__ADS_1


Sarah memeluk ayahnya, Sarah bertekad untuk menjadi dokter. Kenzo saudra tiri Sarah juga sudah berada di luar negeri. Kenzo mengambil jurusan bisnis, berbeda dengannya yang ingin menjadi dokter. Kenzo ingin jadi pengusaha dan meneruskan usaha ayahnya itu.


"Doakan ibu sukses nak, ibu janji akan kembali dan menjemputmu nanti. Dan kita akan hidup bahagaia bersama." ucap Sarah.


Sarah mencium bayinya sebelum ia pergi, ia sangat berharap kehidupan barunya nanti akan lebih indah dari pada masalalunya. Dan ia berharap tak pernah bertemu lagi dengan Alan. Meski hatinya saat ini masih untuk Alan, Sarah masih cinta dengan Alan.


Alan yang sudah berada di luar negeri, mulai rindu dengan Sarah. Dan pasti saat ini anaknya telah lahir, Alan penasaran seperti apa buah hatinya. Apakah laki-laki atau perempuan. Alan menyesal dan terus menyesal karena tidak bertanggung jawab atas perbuatanya itu.


"Kamu seperti apa nak, kalau laki-laki pasti tampan seperti aku ayahnya. Kalau perempuan pasti seperti ibunya yang sangat cantik." Batin Alan.


Alan yang membayangkan saat ini tengah menggendong bayinya. Lamunanya hilang setelah Nayla datang, Nayla membawakan sarapan untuk Alan. Nayla mengecup kening Alan, dan kini mereka sarapan bersama.


"Sarah."


"Aku Nayla bukan Sarah, kamu masih aja mikirim dia buat apa sih."


"Siapa yang bilang kamu Sarah?"


"Barusan kamu nyebut nama Sarah."


"Tidak, aku sudah melupakanya dan semua kenangan indah denganya."


"Baguslah kalau begitu."


Nayla kembali mencium kening Alan, Alan risih dan pamit pergi keluar sebentar. Nayla terlihat kesal karena Alan meninggalkannya begitu saja.


-tbc-

__ADS_1


__ADS_2