
"Selamat jalan suamiku, cepat pulang dan bawa kabar bahagia." batin Sarah.
Sarah meninggalkan bandara sebelum pesawat yang akan dinaiki Danil lepas landas. Karena ia harus menuju rumah sakit, jadi tak bisa lama-lama. Karena nyawa orang taruhannya. Sarah meninggalkan bandara dan menuju rumah sakit. Pikiran Sarah sudah tidak karuan, antara senang dan sedih. Sedih karena suami keluar kota, dan senang karena ia bisa leluasa bertemu dengan Alan tanpa takut ketahuan.
Sarah sampai rumah sakit, ia segera ke ruangannya dan memakai jas putih ala dokter. Sarah ada operasi hari ini, dan jadwalnya juga sangat padat. Dan hari ini juga bertepatan dengan Alan yang akan melepas perban matanya itu. Dan ia juga akan tahu apakah Alan bisa melihat lagi atau tidak.
"Dan jika kamu bisa melihat Lan, aku ingin tahu bagaimana hatiku padamu. Apa ini hanya rasa bersalah atau aku benar-benar masih cinta denganmu Lan. Karena kini aku mulai merasa getaran aneh ketika dekat dengan Danil, suamiku itu." Batin Sarah.
"Tok..tok..tok." bunyi pintu di ketuk.
"Masuk." ucap Sarah.
"Ada apa?" tanya Sarah.
"Dokter sudah ditunggu di ruang operasi." ucap seorang perawat.
Baiklah aku akan ke sana, perawat itu pergi begitu pula dengan Sarah yang ikut bergegas pergi. Sarah meninggalkan ruanganya dan menuju ruang operasi.
Sementara itu Alan sudah tak sabar untuk melihat apakah operasinya berhasil atau tidak. Pagi-pagi sekali Alan sudah mandi. Dan kini ia tengah sarapan bersama dengan Reza. Diam-diam Mia meminta foto Alan pada Reza, Mia rindu dengan Alan. Dan inilah rindu yang sebenarnya hanya bisa mendoakan dari jauh saja. Semoga Alan bisa segera melihat indahnya dunia lagi.
"Aku tak sabar melihatmu lagi, apa kamu masih sangat cantik seperti dulu. Sarah, aku masih sangat mencintaimu. Ku harap kamu masih sama seperti dulu lagi." batin Alan.
Lea pergi ke rumah sakit, ia ingin menemui Sarah karena Lea ingin minta jatah uang lagi dari Sarah. Uang yang diberikan Sarah kemarin sudah habis ia gunakan untuk membayar kuliah. Dan sisanya sudah ia gunakan untuk belanja. Dan saatnya Lea minta pada Sarah, saat susah barulah Lea mengakui jika Sarah adalah kakaknya.
Di lain tempat Ken bersama dengan Fandy, Fandy mengajarkan Ken tentang bisnis bengkel. Ken hanya ikut dengan Fandy, meski ia lulusan luar negeri yang jauh lebih paham tentang bisnis. Ken menghargai Fandy, karena Fandy adalah orang kepercayaan Sarah. Ken bangga karena ternyata Sarah memiliki usaha bengkel, dan kata Fandy, Sarah juga memiliki toko buah dan juga toko bunga.
"Sarah hebat ya Fab?" ucap Ken memuji Sarah.
__ADS_1
"Dia sangat hebat, kuat, tangguh dan juga cantik tentuhnya." jawab Fandy.
"Kamu suka ya dengan Sarah?" goda Ken.
"Siapa yang tidak suka dengan Sarah, dia sahabatku. Kita bersama sejak kecil, hidup serba kekurangan. Hingga Sarah harus berkerja keras untuk hidup." ucap Fandy.
Ken nampak terdiam ia tak tahu harus bahagimana, karena memang salah keluarganya yang telah menelantarkan Sarah. Namun Ken sendiri tidak tahu jika ia memiliki Sarah, dan ayahnya memiliki selikuhan. Ia kasihan dengan Sarah, jadi saat Sarah hamil Ken lah yang menjaga Sarah.
Alan dan Reza berangkat ke rumah sakit, bersama dengan kedua orang tua Alan yang sudah pulang dari luar negeri. Orang tua Alan ingin tahu apakah Alan bisa melihat lagi, atau tidak.
"Apa kamu gugup Lan?" tanya ibu Alan.
"Sedikit bu? Apa yah juga ikut bu?" tanya Alan.
"Tentu saja ikut." jawab ayah Alan.
"Maafkan ayah yang dulu sering meninggalkanmu, dan sering selingkuh dengan wanita yang lebih muda. Mungkin ini karma untuk ayah." Batin ayah Alan.
Mereka semua kini telah berada di dalam mobil siap untuk ke rumah sakit. Dalam perjalan Alan terus berdoa semoga ia bisa melihat lagi. Semoga ia bisa segera bertemu Sarah, agar Alan bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kebenaran kenapa Sarah menikah dengan Danil, dan kenapa Sarah meninggalkannya. Padahal masih mencintai dirinya.
Lea sampai rumah sakit, ia mengahmpiri ruangan Sarah namun Sarah tak ada ruanganya kosong. Entah bagaimana Lea bisa langsung ke ruangan Sarah. Lea menunggu Sarah, demi uang jadi ia rela menunggu. Kebiasaan hidup mewah membuat Lea tak bisa jauh-jauh dari uang. Dan saat ini Lea sada jika uang adalah segalanya. Hingga ia mau meminta uang pada Sarah, dan merendahkan dirinya.
Lea melihat Alan dan keluarga Alan, Lea mengintip Alan. Lea penasaran apa yang dilakukan Alan di rumah sakit, Lea menebak jika Alan akan membuka perban mata pasca operasi. Lea yang penasaran terus mengikuti Alan, hingga ia lupa jika dirinya ke rumah sakit untuk meminta uang pada Sarah.
"Aku berharap kamu tidak bisa melihat untuk selamanya, dasar bajing*n." Batin Lea.
Lea tentu saja ingat perbuatan Alan yang mendekatinya kala itu. Alan yang begitu manis membuatnya jatuh cinta, dan disaat ia cinta-cintanya. Ternyata Apan memikiki hubungan istimewa dengan Sarah kakak tirinya itu. Lea sangat benci dengan Alan dan Sarah, atas perbuatan Sarah dan Alan.
__ADS_1
Alan memasuki ruangan, yang ternyata sudah ada seorang dokter di sana. Alan disuruh untuk duduk, dan Alan disuruh untuk bersiap-siap. Dokter membuka perban mata Alan pelan-pelan, setelah perban di buka. Dokter menyuruh Alan untuk membuka mata pelan-pelan saja. Dan Alan melakukan sesuai dengan perintah dokter itu, Alan melihat seberkas cahaya. Dan kini ia bisa melihat lagi, Alan sangat senang.
"Aku bisa melihat lagi, ayah ibu." ucap Alan.
Kedua orang tua Alan memeluk Alan, dan untuk pertama kalinya Alan melihat Reza. Dan Reza memperkenalkan dirinya itu. Bahkan Alan belum tahu seperti apa Mia, namun Mia malah sudah pergi entah kemana.
Lea yang melihat Alan bisa melihat lagi jadi kesal, ia tak suka Alan bisa melihat lagi. Karena lebih bagus Alan buta saja, itulah yang ada di fikiran Lea. Lea meninggalkan tempat, dan menuju ruangan Sarah lagi. Sampai diruangan Sarah, ternyata Sarah sudah ada di sana tengah istirahat.
"Mau apa kamu kemari?" tanya Sarah.
"Uang, aku minta uang aku butuh uang." jawab Lea.
"Kamu kira kakak ini ATM berjalan apa?" ucap Sarah.
"Terserah mau dianggap apa." ucap Lea.
Sarah mengeluarkan uang untuk Lea karena ia muak melihat Lea. Dan Sarah juga terburu-buru ingin melihat hasil opesi Alan. Dan ternyata saat Sarah sampai tempat Alan seharusnya ada di sana namun Alan sudah pergi. Sarah terlambat.
----Bersambung------
Jangan lupa beri hadiah ya wkwkw
votenya juga hehe.
jangan lupa juga tinggalkan jejak.
Terimakasih untuk para readerss.
__ADS_1