
Jam istirahat, Alan dan Sarah istirahat bersama mereka berjalan beriringan.
"Kalaian settingan ya? Aduh Sarah mau aja dimanfaatin sama Alan."
Alan merebut kertas yang dibawa oleh salah satu temanya itu. Sarah berlari meninggalkan kerumunan. Dan Alan mengejar Sarah, ia tak mau Sarah salah paham akan hal ini. Pasti saat ini Sarah mengira jika dirinya yang menyebarkan berita itu.
Sarah terlihat duduk di bangku taman belakang sekolahan. Alan mendatangi Sarah, dan saat ini Sarah tengah menangis. Alan mengusap air mata Sarah, Sarah sama sekali tak mau melihat Alan. Ia tak mau melihat mata Alan.
"Kenapa kamu tega Lan? Jadi semua ini hanya pura-pura saja? Kamu hanya ingin aku malu?"
"Tidak bukan aku yang menyebar kertas itu."
"Bagiaman mungkin, yang tahu kan hanya kita berdua."
"Tidak, Nayla dan Intan juga tahu. Mungkin awalnya aku hanya ingin menang saat ujian namun nyatanya aku menyadari rasa cintaku padamu."
Ala mengenggam tangan Sarah, sekali lagi Alan mengusap air mata Sarah. Sarah menatap Alan, ia mulai percaya dengan ucapan Alan. Alan mengajak Sarah ke kantin, karena Alan akan membuat pengumuman jika dirinya dan Sarah benar-benar pacaran. Dan ia juga akan mencari tahu siapa yang menyebarkan kertas kontrak pacaran mereka.
"Aku mencintaimu, tenanglah."
Kini mereka berjalan menuju kantin, banyak yang menggunjing mereka. Namun Alan dengan sigap mengatakan pada mereka semua untuk diam. Karena kebenaranya Sarah memanglah kekasihnya.
"Perhatian semuanya, ada yang mau aku katakan."
Semua yang ada di kantin menatap kearah Alan, dan termaksud Nayla dan juga Rendi.
"Aku dan Sarah benar-benar pacaran, kontrak itu hanya diawal saja. Dan ternyata aku jatuh cinta dengan Sarah. Dan kita saling mencintai, jadi tak ada sandiwara diantara kita."
Semua terdiam, Nayla kesal karena Alan membuat pengakuan seperti itu. Usahanya kini gagal untuk mempermalukan Sarah. Malah Sarah seperti menjadi ratu Alan saja. Rendi cemburu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Nanti malam kita jalan ya, untuk merayakan ini semua. Aku jempur jam 7 harus sudah siap."
"Siap bos."
Alan mengusap rambut Sarah, Alan nampak bahagia begitu pula dengan Sarah. Alan menyuapi bakso Sarah, Nayla terlihat iri dengan kemesraan Sarah dan Alan. Ia meninggalkan kantin, karena terbakar api cemburu. Ia sudah tidak tahan lagi dengan keadaan ini.
__ADS_1
2 hari lagi mereka akan ujian, dan Alan sudah merelakan jika nanti Sarah yang menang atau Alan yang menang itu sudah tidak jadi pikiran lagi buat Alan. Alan ingi hidup normal dan menikmati semuanya. Karena hidup dengan ambisi tidak akan membuat bahagia. Dan kini ia mulai merasakan bahagia itu.
Pulang sekolah Alan mengantarkan Sarah ke tempat kerjaan Sarah. Alan sebenarnya sudah menawari Sarah untuk buka usaha sendiri. Usaha seperti jualan makanan ringan dipinggir jalan. Namun Sarah tak mau ia ingin jadi kurir saja. Jika ia sudah punya modal ia akan jualan kue putu sama seperti ibunya itu. Alan menghotmati keputusan Sarah.
Sampai di depan tempat perkerjaan Sarah, Sarah menatap Alan keduanya saling tatap. Alan mencium kening Sarah, ia menyuruh Sarah untuk hati-hati. Sarah keluar dari mobil Alan. Dan Alan pergi meninggalkan Sarah. Alan sudah tak sabar nanti malam ia akan kencan dengan Sarah. Kencan yang istimewa tentuhnya.
Malam itu Sarah bersiap-siap, ia berdandan sangat cantik sekali. Hingga Fandy yang melihat Sarah sangat tertarik dengan Sarah. Andai saja Sarah berdandan cantik seperti ini untuknya. Sarah tersenyum kearah Fandy, dan Fandy mendatangi Sarah.
"Aku udah cantik belum Fan?"
"Udah kamu cantik sekali."
"Masak?"
"Iya, sangat cantik sekali, pasti mau kencan sama cowok kemarin ya?"
"Alan namanya, dia tampankan?"
"Iya cocok sama kamu."
Sarah ke depan berjalan kaki, tak lupa ia pamit dengan ibunya. Ibunya berpesan untun tidak pulang terlalu malam karena sebentar lagi ujian. Jika pulang nanti ibunya berpesan agar Alan mengantarkannya sampai depan rumah.
Sarah melihat Alan telah menunggu di dalam mobil. Alan membukakan pintu mobil untuk Sarah. Alan kembali terpesona akan kecantikan Sarah. Saat ini mereka duduk berdampingan. Alan memasangkan sabuk pengan Sarah.
"Cantik sekali malam ini kamu Rah."
"Kamu juga tampan, kita mau kemana?"
"Ada deh kejutan buat kamu."
Alan menatap Sarah sebentar, dan kemudian ia mulai menyetater mobilnya. Dan kini mobil Alan melaju di jalanan, Alan memutar musik romantis. Dan itu membuat Sarah menjadi senang. Alan mengenggam tangan Sarah.
"Fokus nyetir dulu ya."
"Iya-iya bawelku."
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai tempat tujuan sebuah rumah makan. Sarah dan Alan masuk, rumah makan itu terlihat sepi. Namun suasananya sangat romantis, banyak lilin dan juga bunga-bunga. Ternyata tempat itu sudah dibooking oleh Alan. Dan hanya ada Alan dan juga Sarah di sana.
"Romantisnya."
"Ini pertama kali aku melakukan hal seperti ini dengan cewek."
"Apa iya?"
"Iya dong."
Alan yang gemas mencubit hidung Sarah, hidangan makanan sudah datang. Dan alunan musik menambah merdu suasana saja. Sarah terhanyut, kini mereka berdansa berdua. Alan mencium ringan bibir Sarah, namun Sarah hanya diam dan tidak membalasnya. Perlahan Sarah membalas ciuman Alan. Dua insang yang tengah dimabuk asmara.
"Semoga kehagian ini tidak pernah usai, aku berharap waktu berhenti sampai disini." Batin Sarah.
"Aku berjanji akan terus bersama denganmu apapun yang terjadi Sarah. Apa kamu juga mau berjanji?"
"Aku berjanji."
Kedua jari kelingking mereka bertemu, selesai berdansa Alan dan Sarah menikmati hidangan makanan. Setelah selesai karena hari hampir malam Alan mengajak Sarah untuk pulang. Dan Sarah hanya mengangguk saja, sebenarnya Sarah masih terhanyut akan rasa bahagia. Dan masih mau bersama dengan Alan.
"Aku mencintaimu, semoga kita selamanya seperti ini. Aku ingin terus bersama denganmu." Batin Alan.
Kini Alan dan Sarah berada di dalam mobil, Alan dan Sarah sudah melaju menuju rumah Sarah. Dalam perjalanan Alan mengentikan mobilnya. Alan memegang tangan Sarah dan kembali mengungkapkan rasa cintanya pada Sarah. Alan perlahan mencium kening Sarah. Dan turun ke bibir Sarah. Tangan Alan tak tinggal diam entah melayap kemana. Dan Sarah hanya diam saja tak menolak perlakuan Alan.
Keduanya semakin ganas, dan lupa akan batasan. Keduanya saling beradu, hal yang tidak diinginkan terjadi di atas mobil Alan. Alan telah mengambil mahkota Sarah, dan Sarah tak ada perlawanan. Karena mereka melakukan hal itu sama-sama atas dasar cinta.
"Maaf, aku melakukannya."
"Aku takut Lan, aku takut jika aku hamil."
"Tidak akan tenanglah."
Sarah merapikan bajunya, dan mereka kembali menuju rumah.
-tbc-
__ADS_1