Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(35)Nembak Lea


__ADS_3

Ibu tiri Sarah dan Lea berencana untuk menghabisi Sarah. Ibu tiri Sarah tak mau harta suaminya dibagi dengan Sarah dan juga Salsha. Sedangkan Lea tak suka dengan Sarah karena Sarah adalah anak dari selingkuhan ayahnya dan juga Sarah menentang hubunganya dengan Alan. Entah apakah rencana mereka akan berhasil atau tidak.


Lea dan ibunya menuju meja makan, Lea menatap sinis Sarah. Akan tetapi ia tersenyum manis pada Salsha. Sarah hanya diam saja, ia tak mau memperumit masalah. Sedangkan Ken bingung harus berbuat apa lagi, dan harus memihak kesiapa. Di sisi lain ia tak percaya jika Alan adalah ayah Salsha. Namun dari cara bicara Sarah sepertinya Sarah tidak bohong.


Sarah masuk ke kamarnya setelah selesai makan, meski yang lain masih berbincang-bincang. Ia merasa seperti orang asing ditengah hangatnya sebuah keluarga. Sarah beralasan capek dan ingin istirahat. Salsha menyusul Sarah dari belakang, meskipun baru sebentar bertemu dengan Sarah namun naluri seorang anak pada ibunya sangatlah kuat.


^^^"Aku merindukanmu ibu, maaf karena aku belum bisa membahagiakan ibu. Dan maaf karenaku ibu tiada, karena aku hamil diluar nikah. Dan laki-laki bajing*n itu tak mau tanggung jawab. Dan sekarang dia datang dan ingin menebus kesalahannya. Apakah dia pantas untuk dimaafkan." Batin Sarah.^^^


Sarah tak sadar jika air matanya jatuh, ia menangis meratapi masalalunya yang begitu kelam. Meski kata pepatah pelangi yang indah datanh dari hujan yang gelap. Tapi masalalu kelam tetaplah terasa kelam bagi Sarah.


"Mama kenapa nangis, mama mau apa?"


"Enggak kok mama enggak nangis, cuma kelilipan saja."


"Aku janji enggak nakal lagi, janji enggak makan manis-manis banyak-banyak."


"Enggak kok sayang mama senyum nih, Salsha enggak nakal kok. Tapi tetap enggak boleh makan manis-manis banyak-banyak. Malam ini Salsha mau tidur sama mama atau di kamar Salsha aja?"


"Tidur sama mama, Salsha mau menemani mama."


Sarah membacakan cerita untuk Salsha, ia juga mengelus kening sang anak. Dan juga memeluk Salsha, Sarah sangat takut kehilangan Salsha.


..."Aku terjebak dalam neraka yang namanya kesepian"...


...-Sarah-...


Salsha tertidur pulas, kenangan masalalu yang indah bersama dengan Alan kembali muncul. Sarah hanya bisa pasrah, karena semakin ia mencoba lupakan itu semua. Malah semakin kenangan itu muncul begitu saja.


Alan pergi ke club malam, ia ingin minum beberapa gelas bir untuk menengakan fikirannya. Kini keinginan untuk bersama dengan Sarah menjadi ambisi untuk mendapatkan kembali Sarah. Alan meminum bir hingga mabuk. Alan mengigau menyebut nama Sarah, Alan benar-benar ingin kembali lagi bersama dengan Sarah. Ambisi yang terlalu kuat mungkin memang tak baik, karena pada akhirnya akan menyakiti.

__ADS_1


"Aku ingin kembali denganmu, namun sangat sulit bagimu untuk melupakan kesalahanku." Batin Alan.


Alan semakin mabuk hingga ia merancau tak jelas, dulu jika Alan mabuk pasti Rendi yang menjemputnya dan membawanya pulang. Kini Rendi tidak ada lagi, Rendi sudah memiliki keluarga baru. Rendi menikah dengan Intan, akhirnya mereka menyadari akan cinta yang mulai tumbuh setelah selalu bersama. Intan yang terus mengintili Rendi, akhirnya bisa meluluhkan hati Rendi. Dan mereka juga sudah dikarunia anak, yang sekarang berusia 2 tahunan.


..."Jika bisa ku putar waktu, tak akan ku lakukan kesalahan itu. Dan pasti kamu akan bersamaku saat ini , di sampingku dan kita bahagia bersama."...


...-Alan-...


Alan kembali menemui Sarah, ia ingin bertanya sekali lagi dengan Sarah. Apakah Sarah mau kembali padanya dan memulai hidup baru denganya atau tidak. Jika tidak ia akan masuk dalam kehidupan Lea, dan juga akan mengusik kentraman Sarah. Alan menunggu Sarah di geebang rumah sakit. Ketika mobil Sarah masuk Alan langsung ikut masuk.


Sarah turun dari mobilnya dan langsung dihadang oleh Alan. Sarah hanya diam ia ingin tahu apa yang akan diperbuat oleh Alan. Sarah mencoba pergi dari Alan, namun Alan menarik tangannya. Keduanya kini saling pandang untuk beberapa sekon.


"Jadi apa pilihanmu kembali padaku kita mulai kehidupan baru, atau ku buat Lea sepertimu?"


"Aku tidak ingin kembali padamu, dan akan ku pastikan Lea tak akan terjebak olehmu."


"Oh ya? Tak akan ada yang bisa menolak pesona seorang Alan."


Sarah meninggalkan Alan, karena ia harus segera masuk ke dalam rumah sakit. Meski jadwal operasi Sarah masih jam 8 nanti. Sarah hanya tak mau terlalu lama dihadapkan dengan Alan. Sarah seperti menahan air matnya itu. Ia tak mau air matanya jatuh dan diketahui oleh orang.


Alan mengejar Sarah, ia memeluk Sarah dari belakang, sontak mereka jadu pusat perhatian. Hingga pada akhirnya Sarah marah pada Alan. Dan satpam mengusir Alan, pelukan hangat Alan mengingatkanya akan kenangan bersama dengan Alan. Sarah masuk ke ruanganya, mungkin dengan teh hangat pikiran Sarah akan lebih tenang.


Siang itu Alan datang ke kampus Lea, Alan mengajak Lea untuk makan dan juga jalan-jalan. Lea sangat senang sekali, apa lagi Alan membelikan baju dan juga sepatu untuknya. Dan juga banyak sekali makanan ringan, saat ini mereka tengah makan di restoran.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih?"


Lea langsung tersedak, Alan mengambilkan minuman untuk Lea.


"Tarik nafas dulu."

__ADS_1


Lea menarik nafas, ketika ia sudah tenang barulah ia menjawab pertanyaan Alan."


"Tidak, tepatnya belum memiliki kekasih."


Lea jadi dag-dig-dug karena ia menduga pasti Alan ingin mengucapkan cinta padanya. Alan meraih tangan Lea, dan tangan satunya merogoh sakunya. Alan membuka kotaknm cincin dan itu membuat Lea bingung.


"Maukah kamu jadi kekasihku?"


"Mau, tapi aku belum siap untuk menikah."


"Tenang aku pasti akan menunggumu."


Lea dan Alan kini resmi pacaran, setelah selesai makan Alan mengantarkan Lea pulang. Dalam mobil tangan Alan terus menyentuh tangan Lea. Alan berhenti sejenak, ia meminggirkan mobilnya.


"Loh kok berhenti."


Alan hanya dian saja, ia malah mendekatkan wajahnya ke wajah Lea. Lea menutup matanya, Alan mencium lembut bibir Lea. Dan Lea membalas ciuman Alan sebisa dia. Alan membayangkan jika Lea adalah Sarah. Setelah 2 menit, kini Alan sudah menyetir mobil dan akhirnya sampai di rumah Lea. Alan membukakan pintu mobilnya. Lea turun dari mobil Alan, sebelum turun Lea mengecup pipi Alan. Dan Alan membalas dengan mengecup kening Lea.


"Aku mencintaimu,"


"Aku juga sangat mencintaimu."


Alan hendak meninggalkan rumah Lea, dan Lea berpesan agar Alan hati-hati dan jangan ngebut-ngebut.


^^^"Kamu sudah masuk jebakanku Lea, ingat Sarah aku tak pernah main-main dengan ucapanku adik tirimu sudah ada digenggamanku." Batin Alan.^^^


-Bersambung-


Hai haii Nay datang lagi, semoga kalian terhibur.

__ADS_1


Dan jangan lupa Vote, Rate bintang 5, Like, komentar dan Favoritkan.


__ADS_2