
"Bagiku bahagia itu hanya semu, kapan kesemuan ini akan berkahir. Kapan kisah cintaku berlabuh dengan tenang, kenapa cinta itu rumit. Tolong untuk hati ini lekas melupakan Alan." Batin Sarah.
Keesokan harinya Sarah terbangun dari tidurnya, ia melihat ponselnya baru jam 4 pagi. Sarah ke dapur untuk mengambil minum dan membuat susu ibu hamil. Sarah mengusap perutnya itu, ia berdoa agar janin yang ada di rahimnya tetap sehat-sehat. Meski pikiran kacau, dan ia begitu stres berat. Karena seharusnya ibu hamil tidak diperbolehkan untuk terlalu setres.
Danil sudah bersiap, ia sangat senang karena bisa segera pulang, ia jadi bisa bertemu dengan Sarah dan juga Salsha. Tentu saja si junior yang masih ada dalam kandungan Sarah. Danil sudah sangat rindu, antara rindu dan juga lelah. Pijatan Sarah pasti dapat menenangkannya, Danil sudah membayangkan beromantisan dengan Sarah.
Pagi itu Sarah terbangun dari tidurnya, ia segera mandi karena ia harus segera ke rumah sakit. Asisten rumah tangga Sarah telah menyiapkan sarapan dan juga telah memandikan Salsha. Salsha dan Sarah makan berdua, karena Danil belum pulang. Sarah meminta pembantunya untuk mengangantarkan Salsha ke sekolah dengan naik taksi. Karena hari ini ia tak bisa mengantar Salsha, Sarah buru-buru ke rumah sakit.
Saat ini Sarah tengah berada di jalan, menikmati alunan musik yang ia putar. Namun tiba-tiba ada yang mengahadang mobilnya. Sarah dengan sigap menghentikan mobilnya agar ia tidak menabrak mobil itu. Sarah keluar dari mobilnya hendak memaki pengendara mobil yang mengahadanganya itu. Seorang laki-laki dengan kaca mata hitam turun. Dan tak lain itu adalah Alan, Sarah menatap Alan keduanya saling pandang satu sama lain.
Alan dengan sigap memeluk Sarah, dan mengajak Sarah ke pinggir jalan. Sarah mencoba melepaskan rangkulan Alan, namun ia tidak cukup kuat untuk itu. Malah Alan semakin mempererat rangkulannya itu.
"Lepaskan aku, apa yang kamu lakukan?" ucap Sarah.
"Aku hanya mencoba dekat denganmu." jawab Alan.
__ADS_1
Sarah hanya terdiam, ia mengatur nafasnya itu. Dan mencoba untuk mengajak Alan bicara baik-baik.
"Kenapa kamu pergi?" ucap Alan.
"Keluargamu tidak menginginkanku, apa lagi?" jawab Sarah.
"Tapi aku menginginkanmu, cinta kita cukup untuk melawan semua itu." ucap Alan.
Sarah berhasil melepas rangkulan Alan, dan kini keduanya saling pandang satu sama lain. Sarah nampak berfikir keras akan semua ini.
"Jadi kamu berhubungan dengan Danil, kami bilang kamu tidak mencintainya. Tapi kenapa kamu mau?" ucap Alan.
"Ini kecelakaan, Danil melakukan itu dengan paksa." jawab Sarah membela dirinya.
"Lalu apa kamu melakukannya lagi setelah itu?" tanya Alan.
__ADS_1
"Tidak." jawab Sarah.
Alan melepas kaca mata hitamnya dan menatap Sarah.
"Pakai kaca matamu, cahaya mata hari untuk saat ini bisa membahayakanmu." ucap Sarah.
"Kamu yang lebih bahaya, kamu meninggalkanku dan memilih Danil. Mungkin benar kata ayahku kamu itu mau sini mau sana ya." ucap Alan.
"Apa yang kamu katakan, kamu merendahkanku? Kamu sama saja dengan keluargamu." ucap Sarah yang kemudian pergi meninggalkan Alan.
Sarah menahan air matanya agar tidak keluar di depan Alan. Sarah masuk ke mobilnya, dan melaju sekencanganya. Ia tak habis fikir Alan bisa berbuat seperti itu.
-Bersambung-
hey aku kembali lagiii
__ADS_1