Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(79)Kepeegiaan Alan


__ADS_3

Alan melepaskan pelukanya, Sarah mengusap air matanya. Sementara Alan nampak jelas sekali menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Terimkasih Lan, kita adalah cinta sejati. Saling melepas meski masih saling mencintai." ucap Sarah.


"Aku melepasmu demi kebahagiaanmu dan juga Salsha, di tambah kamu lagi hamilkan. Dan itu pasti anak Danil, semoga kamu bahagia. Sekali lagi jaga Salsha baik-baik, jaga putri kecil kita." ucap Alan.


Alan pamit, ia pergi meninggalkan ruangan Sarah dan pergi keruangan dokter spesialis penyakit dalam. Alan sakit karena ia sering mabuk-mabukan dulu, kini lambungnya kena. Dan ia harus ektra hati-hati kalau tidak ia bisa memiliki penyakit liver. Alan disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman keras lagi.


"Karena aku tak akan pantas menjadi tulang punggung keluarga, aku sakit. Dan kamu berhak dengan pria sehat, bukan sepertiku." Batin Alan.


Terkadang cinta tak harus memiliki, karena nyatanya saling mencintai bukan jaminan untuk bisa bersama.


Alan dan Sarah contonya, merekas saling cinta namun tak bisa bersama. Karena jika bersama meski saling cinta, nanum juga membuat mereka tidak bahagia. Dan dari situ Alan membebaskan Sarah, lebih tepatnya melepaskan Sarah untuk bahagia bersama dengan Danil.


Dokter baru itu mengirim foto pelukan Sarah dan juga Alan ke ayah Danil. Sebagai imbalan untuk hasil kerjanya ia meminta mobil mewah pada ayah Danil. Dan ayah Danil menyetujui hal itu.


"Dasar tua bangka, mudah sekali di manfaantkan." batin dokter muda itu.


Sepertinya nasib baik memang tak berpihak pada Sarah, karena Danil bisa saja salah pahan denganya jika melihat fotonya berpelukan dengan Danil.


"Cinta sejati antara aku dan kamu, aku mencintaimu dan masih sangat mencintaimu. Dan berpisah bukan berarti membenci. Semoga dikehidupan selanjutnya kita bisa bersama." suara hati Sarah.


Alan hendak mencari Mia setelah cek up kesehatannya, ia tak ingin Mia menjadi kekasihnya. Karena pasti ia akan merepotkan Mia, dengan kondisi penyakitnya saat ini. Alan akan berobat dulu agar lambungnya kembali sehat, ia juga akan mengubah gaya hidup sehat. Mungkin dengan keluar kota beberapa saat akan membuatnya jadi lebih segar. Dan pikiranya tidak bengitu stres dan juga tertekan.


Ayah Danil mengirim foto Sarah dan Alan yang sedang berpelukan. Pelukan perpisahan, namun akan mampu membuat Danil salah paham jika Danil melihatnya. Ponsel Danil berdering dan itu pesan foto dari ayah Danil. Danil hendak mengambil ponselnya, namun naas ponsel yang ia ambil di atas meja malah terjatuh. Danil mengambil ponselnya itu, dan sayangnya ponsel Danil rusak.


"Ahhh rusak sial, perlu servis atau ganti hp saja." gerutu Danil.


Danil tengah santai menikmati suasan rumah, ia sangat berharap hari ini Sarah bisa pulang lebih cepat. Sudah lama Danil ingin menikmati momen bersama dengan Sarah. Seperti anak muda saja, Danil kini jatuh cinta dengan Sarah. Gejolak rasa ingin memeluk Sarah muncul tiba-tiba.


"Ahh..Sarah kapan kita bisa lakukan hal itu lagi, tanpa paksaan." Batin Danil.

__ADS_1


Danil tersenyum mengingat hal gila yang dilakukannya pada Sarah ketika mereka pertama berhubungan. Danil mengikat tubuh Sarah, rasa Danil malu karena telah melakukan hal serupa pada Sarah.


"Sarah cepat pulang, aku sudah rindu." Batin Danil.


Sarah menuju ruangan operasi karena ada jadwal opersi, dan untung saja tidak diambil alih oleh dokter baru itu.


"Semangat nona Sarah." ucap dokter baru.


"Selalu." Jawab Sarah ketus.


"Jangan sampai salah." ucap dokter baru.


Namun Sarah tak menggubris ucapan dokter itu, malah nyelonong pergi begitu saja. Sarah kesel dengan dokter itu, padahal ia sama sekali tak kenal. Tapi dokter baru itu nampak sewot padanya. Entah ada masalah apa sebenarnya, bahkan Sarah tidak tahu.


Danil bersiap pergi ke makam Cantika, Danil ingin cerita sedikit pada mantan istrinya itu. Dan juga anaknya yang ikut meninggal di rahim Cantika. Danil sudah berada di jalan menuju makam mantan istrinya itu. Tak lupa ia membawakan bunga kesukaan mantan istrinya itu. Danil sampai di makam istrinya dan saat ini ia tepat berada di depan makam istrinya.


"Maaf baru datang lagi sekarang, makammu kotor. Nanti akan ku suruh orang untuk membersihkanya. Aku datang bawa bunga, dan juga surah yasin untukmu. Semoga kamu tenang di sana." Ucap Danil.


"Aku jatuh cinta lagi sayang, apa kamu mengizinkanku? Ah maaf aku menikah tak bilang padamu." ucap Danil.


Setelah selesai bercerita pada Cantika panjang lebar Danil meninggalkan makam mantan istrinya. Danil pergi ke toko perhiasan, jam makan siang nanti Danil akan mengajak Sarah makan siang bersama. Dan ia memberikan Sarah hadiah kalung emas untuk Sarah.


"Pelukanmu masih terasa sangat hangat di tubuhku, semoga ini adalah pilihan yang tepat. Biar saja dosa ini ku tanggung dan aku yang menderita. Karena kesalahan dan dosa besar yang telah ku perbuat selama ini. Mungkin ini adalah karma dari tuhan untukku. Dan aku akan menjalani hukuman ini." Suara hati Alan.


Alan terluka namun ia tetap berusaha tegar, memaafkan kesalahan Sarah yang telah meninggalknya menikah adalah pilihan yang ia pilih. Pergi juga pilihan Alan, membebaskan hatinya untuk tidak terikat dengan hati Sarah. Karena setiap kali ayahnya menentang hubungan mereka itu sudah sangat menyakitkan.


Sambil menunggu jam makan siang Danil membenarkan hpnya yang rusak di salah satu tempat servis hp. Karena di pikir-pikir banyak hal-hal penting di ponselnya itu. Danil memandangi kotak perhiasan yang ia bawa sambil tersenyum.


"Semoga kamu suka sayang." Batin Danil.


Dan ternyata ponsel Danil tak dapat diselesaikan hari ini, hingga ia harus meninggalkan ponselnya. Hingga pada akhirnya jam makan siang sudah datang. Danil menuju rumah sakit untuk menjemput Sarah makan siang.

__ADS_1


Danil sampai depan rumah sakit, ia juga di beri tuhu resepsionis jika ruangan Sarah telah pindah. Danil sampai di ruangan Sarah yang baru.


"Mas kok ke sini sih." ucap Sarah


Namun tiba-tiba Danil memeluknya dari belakang, Sarah hanya bisa pasrah saja.


"Mas, ini di rumah sakit." ucap Sarah.


"Memangnya kenapa? Kita kan suami istri." jawab Danil.


Danil memberikan kalung yang ia beli untuk Sarah, Namun Danil melihat kotak perhiasan di meja Sarah.


"Kamu juga baru beli kalung sayang? Atau ini kalung dari Alan?" tanya Danil yang telah membuka kotak perhiasan itu.


"Ini dari ayahku mas, katanya peninggalan dari ibuku." Jawab Sarah.


"Kok sepertinya model baru." ucap Danil tak percaya.


"Enggak tahu juga mas ini dari ayahku." Jawab Sarah.


Danil mendesak tubuh Sarah hingga ke tembok.


"Katakan yang sejujurnya ini dari siapa?" ucap Danil.


Mereka saling pandang satu sama lain, Sarah nampak ketakutan.


-Bersambung-


Jangan lupa berikan dukungan pokoknya.


Apalgi komentar shahhahahha

__ADS_1


__ADS_2