
Siang itu Alan jalan-jalan dengan pengasuhnya, Alan memiliki seorang pengasuh selain Mia. Dia adalah Reza, anak kulihan yang kurang biaya sehingga harus kerja paruh waktu dengan menjadi ajudan Alan. Mengikuti kemana pun Alan pergi. Dan saat ini mereka tengah berada disalah satu mall. Alan hanya ingin menikmati suasana seperti saat ia bisa melihat.
Lea yang ternyata juga ada di mall itu menbuntuti Alan, ia senang kini Alan kena karma akan semua yang telah ia lakukan padanya. Dan Sarah pasti saat ini tengah menderita bersama Danil. Lea tahu jika Danil sedikit mengalami gangguan mental. Lea belum puas karena ia melihat Alan tak begitu despresi dan masih ceria saja.
"Haii Alan."
Alan berhenti berjalan karena ada yang memanggilnya, namun Alan tak ingat itu suara siapa. Karena yang ia ingat hanyalah suara Sarah.
"Siapa ya? Apakah anda teman pak Alan."
"Saya Lea mantan kekasihnya."
Alan menelan ludahnya karena Lea mengatakan jika dirinya adalah mantan kekasihnya. Alan tahu pasti saat ini Lea tengah tertawa ria.
"Sepertinya kisah hidupmu sangat menyedihkan ya! Sarah orang yang kamu pilih menikah dengan orang lain."
Alan menahan amarahnya ia tak mau emosi dan semakin terlihat frustasi dimata Lea. Alan menarik nafasnya, meski ia tak bisa melihat Lea tapi Alan tahu jika saat ini Lea tengah tersenyum sinis.
"Aku baik-baik saja lihat aku masih bisa jalan-jalan ke mall, sultan itu bebas."
"Atau kamu mau kembali lagi denganku? Dan kita mulai lagi."
"Untuk apa, bagiku yang terpenting saat ini bukanlah cinta namun Salsha. Buah hatiku, dan sekarang pergilah. Aku tak ingin kamu ada di dekatku."
__ADS_1
Lea meninggalkan Alan, ia juga tak mau melihat Alan terlalu lama. Tapi Lea sangat puas melihat kondisi Alan yang sekarang. Alan buta dan itu bagus untuk Alan, namun Lea belum puas jika belum bisa membuat Alan tunduk padanya. Dan setelah itu Lea akan meninggalkan Alan atau itu hanya khayalan Lea saja karena Alan tak mungkin bisa melupakan Sarah semudah itu.
Sarah tengah makan siang di kantin rumah sakit, sudah beberapa hari ini ia tak nafsu makan. Setelah Alan sadar kini fikiranya hanya tertuju pada Alan. Alan yang saat ini tak menginginkan kehadirannya itu.
"Aku merindukanmu bahkan aku rindu dengan bau tubuhmu, semoga kita bisa bersatu karena kamu adalah semestaku." Batin Sarah.
Danil juga tengah makan siang di kantornya, ia berencana akan membuatkan kejutan untuk Sarah. Karena sekarang Sarah adalah istrinya maka ia harus membuat Sarah bahagia. Dan mungkin dengan membelikan Sarah cincin berlian dan juga tas mahal akan membuat Sarah bahagia. Danil hanya ingin lebih dekat dengan Sarah.
"Sekali-kali mungkin perlu membuat orang lain bahagia." Batin Danil.
Alan meminta Reza untuk membawanya pulang, Reza tam bertanya-tanya banyak pada Alan. Karena ia tahu pasti saat ini Alan merasa terhina. Reza melihat Alan adalahh orang yang kuat.
"Pak dalam hidup pasti ada orang yang tak suka dengan kita, maka abaikan saja."
"Baik Pak."
Sore itu Sarah mampir ke rumah Alan, ia ingin kembali mengutarakan niatnya untuk meminta maaf. Dan ia mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa ia menikah dengan Danil. Sarah ingin Alan tahu jika dirinya masih benar-benar mencintai Alan. Dan sama sekali tak ada rasa dengan Danil.
Sementara Danil tengah berada di rumah menyiapkan makan malam romantis untuk Sarah. Cincin berlian yang sangat mahal dan juga tas bermerek sudah disiapkan oleh Danil. Salsha juga ikut menyiapkan kejutan untuk mamanya itu.
"Pasti mama akan senang Pa?"
"Tentu saja mama akan senang sayang."
__ADS_1
Danil mencubit hidung Salsha karena gemas, mereka nampak kompak menyiapkan makan malam romantia untuk Sarah. Dan kini Salsha juga bisa merasakan kehangatan kasih seorang ayah.
Sarah berada di depan rumah Alan, ia mengetuk pintu rumah Alan dan pembantu Alan yang membukakan pintu. Namun pembantu itu mengatakan jika Alan tak ingin ditemui oleh orang yang bernama Sarah.
"Tapi aku ingin bicara dengan Alan, panggil dia kemari. Katakan padanya jika aku datang."
Beberapa detik kemudian Alan datang, ia berjalan dengan tongkatnya. Ia tahu jika Sarah ada di depanya, aroma tubuh Sarah bisa tercium olehnya.
"Sudah ku bilang kita tak ada hubungan apa-apa lagi."
"Aku bisa jelaskan, aku terpaksa menikah dengan Danil."
"Aku tidak mau tahu apapun alasanmu, karena aku tidak peduli. Pergilah semua ini sia-sia, simpan rasa cintamu untuk Danil. Dan buang jauh-jauh rasa cintamu padaku."
Alan masuk ke dalam rumah, dan Sarah masih terpaku di sana. Karena Alan dengan mudahnya melupakan kenangan indah bersama denganya. Hujan tiba-tiba saja turun. Meski ini bukan senetron, namun hujan benar-benar turun. Sarah hujanan, ia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan. Dan barulah ia masuk ke dalam mobilnya dan bergegas pulang.
Alan merasakan dinginya udara, dan ia tahu jika hujan turun saat ini. Ia mengataka jika ia tak peduli dengan Sarah, namun saat ini ia mencemaskan Sarah.
"Apa kamu kehujanan? Maafkan aku, ini demi kebahagiaanmu. Laki-laki cacat sepertiku tak pantas untukmu." Batin Alan.
-Bersambung-
Jangan lupa Vote, Like, Rate, favoritkan dan komen ya
__ADS_1