Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(74)Bimbang


__ADS_3

Alan ingin mengerjar Sarah yang pergi, namun dihadang oleh para ajudan ayahnya. Hingga ia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya terus meronta. Alan hanya bisa diam dan berusaha meronta-ronta namun hanya sia-sia. Alan tak bisa melepaskan dirinya dan tak bisa menyusul Sarah. Ia hanya bisa pasrah ketika para ajudan ayahnya membawanya masuk ke dalam rumah. Dan mengurung Alan di kamar.


"Alan kamu itu harus tahu jika wanita jal*ng itu, mata kamu lebih berharga. Kamu mau keluar tanpa kaca mata hitam? Kamu baru saja operasi, apa kamu lupa susahnyq jadi orang buta." ucap ayah Alan.


Setelah ajudan ayah Alan mengurung Alan di kamarnya, Alan hanya bisa merenung di sana. Di sisi lain Sarah adalah istri Danil dan dia masih mencintai Sarah. Hal yang seharusnya tak boleh terjadi. Dan itu adalah dosa besar, mencintai istri orang adalah salah satu dosa besar yang seharusnya tidak dirasakan Alan. Cinta terlarang yang Sarah dan Alan rasakan.


Sarah sampai di rumah, ia sangat sakit hati dengan ayah Alan. Karena ayah Alan selalu menyebutnya jal*ng, hal itu tentu saja membuat luka di hati Sarah. Sarah menangis, ia tak habis fikir kenapa ayah Alan bisa berucap seperti itu. Apalagi ia Sarah ingat ketika dirinya dibeli ayah Alan. Karen di jual oleh ayah tirinya dulu. Dan rasanya Sarah tak mau mengingat hal pahit itu lagi.


"Mama kenapa nangis?" ucap Salsha.


"Enggak kok sayang, mama enggak nangis cuma kelilipan." jawab Sarah sambil mengusap air matanya itu.


"Ahh..mama bohong, pasti mama kangen ya sama papa?" ucap Salsha.


"Salsha kali yang kangen sama papa ya?" ucap Sarah.


"Iya ma, Salsha kangen banget sama papa, papa kapan pulangnya?" tanya Salsha.


"Satu minggu lagi sayang, mama mandi dulu ya." ucap Sarah yang kemudian meninggalkan putri kecilnya itu.


Sarah masuk ke kamarnya, melepas sepatu dan juga jasnya. Sarah masuk ke dalam kamar mandi, ia mencuci muka sambil milihat kearah kaca. Sarah nampak merenung, ia berfikir jika Salsha sangat bahagia karena hadirnya Danil. Sarah jadi tak tega jika harus memisahkan Danil dan juga Salsha. Apa lagi keluarga Alan sangat tidak suka dengannya. Mungkin dengan jatuh cinta dengan Danil adalah hal yang paling baik.


Lagi pula Salsha juga sudah sangat dekat dengan Danil, dan saatnya untuk Sarah membuka lembaran baru. Menutup hatinya untuk Alan, meski itu pastinya akan sangat sulit sekali dilakukan. Karena cinta Sarah untuk Alan sudah cukup dalam.


"Haruskah aku melupakan cintaku pada Alan, haruskah aku berhenti mencintainya. Demi Salsha, dan janin yang ada di kandungan ini. Tapi aku belum yakin jika ini adalah buah hatiku dengan Danil. Aku masih bimbang semoga saja ini memang anak Danil." Bati Sarah.

__ADS_1


Sarah mandi menikmati setiap guyuran air yang membuatnya merasakan kesejukan yang menenangkan. Sarah terdiam dia mencoba memantapkan hatinya untuk kembali mencoba melupkan Alan. Meski sulit ia harus tetap mencobanya, demi Salsha dan juga kebahagiaan dirinya sendiri. Karena dirinya juga berhak untuk bahagia, bukan terus menderita seperti ini.


Namun Sarah masih bimbang dengan siapa ayah dari janin yang ada di dalam kandungannya itu. Apakah itu anak Alan atau Danil. Jika itu anak Alan, ia tak tahu apakah Danil bisa menerima itu semua. Dan jika itu anak Danil pasti Alan tak mau bersamanya lagi. Dan cintanya dengan Alan tak bisa bersatu. Hidupnya begitu sangat rumit, Sarah yang sulit memantapkan hati. Dan juga tergolong plin-plan.


Sarah selesai mandi, ia menyisir rambutnya sambil bercermin. Wajah cantik Sarah masih terpancar meski ia sudah memiliki satu anak. Sarah merebahkan tubuhnya di kasur, berharap semua ini cepat usai. Dan dirinya bisa hidup dengan damai. Dunia memang terasa tam adil baginya. Begitu rumit dan juga sulit, tak memberinya jeda untuk bernafas.


Salsha masuk ke kamar mamanya, ia ingin dibacakan cerita oleh mamanya. Sarah yang lelah masih tetap mau menyempatkan waktu untuk membacakan cerita Salsha.


"Ma jangan sedih ya?" ucap Salsha.


"Mama enggak sedih kok, kata siapa mama sedih." jawab Sarah.


"Pasti ini karena om Alan ya? Atau tante Lea?" ucap Salsha.


"Hus, enggak boleh bicara seperti itu sayang." ucap Sarah lembut.


"Om Ken sibuk sayang, sini mama pijitin atau Salsha yang mau memijiti mama." ucap Sarah.


Bahkan Salsha yang anak kecil saja tahu bagaimana orang-orang disekitar Sarah. Rasanya Sarah tak ingin Salsha tau jika dirinya sedih. Sarah memijat tubuh Salsha sambil membacakan cerita ia sanga berharap Salsha segera tidur. Dan akhirnya Salsha tidur juga.


"Selamat tidur sayang." ucap Sarah.


Sarah kembali teringat dengan Alan, masa-masa indahnya dengan Alan dulu. Dan perbuatan terlarang yang tela ia lakukan dengan Sarah. Sungguh miris karena terlalu cinta dengan Alan hingga ia bisa melepas mahkotanya begitu saja.


"Sampai detik ini aku masih mencintaimu, namun aku lelah dengan semua ini. Aku ingin hidup normal, bukan seperti ini. Dan ku rasa hidupku ini benar-benar tidak sehat." Batin Sarah.

__ADS_1


Perut Sarah lapar, ia ke dapur untuk masak nasi goreng. Sarah berharap semuanya akan baik-baik saja.


"Bagaimana kondisimu saat ini Lan? Apakah orang tuamu menyekapmu. Dan semoga kamu baik-baik saja." Batin Sarah.


Sarah melanjutkan aktivitasnya menggoreng nasi, setelah matang ia membawa nasi goreng itu ke meja makan. Makan sendiri, terasa sepi itulah yang dirasakan oleh Sarah.


"Andai ada Danil, pasti akan lebih rame." batin Sarah.


Sarah jadi memikirkan Danil, namun ia juga takut jika Danil pulang skandalnya dengan Alan ketahuan. Bimbang sekali itulah yang dirasakan Sarah.


Ponsel Sarah berdering pesan dari Danil, Danil mengatakan jika ia akan pulang lebih awal karena suatu keharusan. Sarah senang karena Danil cepat pulang,


namun ia juga bingung jika nanti Alan mendatanginya. Ditambah orang tua Danil juga mulai tak suka dengan Sarah setelah mereka tahu skandal Sarah dengan Alan. Skandal yang masih berlanjut sampai saat ini, orang tua Danil tak mau jika nanti Danil tersakiti dan kembali stres lagi.


"Aku bimbang dengan perasaanku ini." Batin Sarah.


-Bersambung-


Jangan lupa Like ya.


komen, vote juga, rate jangan lupa.


Apalagi favoritkan, hehhe salam dari mahmud.


Sekali lagi jangan lupa komentar yaaa karena itu semangatt mahmud ini buat uppp.

__ADS_1


Love buat kalin yang sudah singgah yaaa


__ADS_2