
Jam makan siang, Sarah menghubungi Mia karena ia ingin bertemu dengan Alan. Bertemu dengan Alan dengan cara menyamar sebagai Mia. Meski Sarah tahu hal yang ia lakukan adalah hal yang salah, karena ia adalah istri Danil namun Sarah tetap melalukan hal itu. Sarah tetap diam-diam menemui Alan. Meski hanya sekedar untuk mengobati rasa rindu yang kian membakar jiwanya itu. Sarah mengambil ponsel dari sakunya dan menelfon Mia.
"Hallo Mia."
"Eh mbak Sarah ya? Ada apa mbak?"
"Alan sama kamu?"
"Iya mbak ini mau makan siang."
"Ya udah aku ke sana, biar aku yang nemenin Alan makan siang. Kamu ada di mana sekarang?"
"Taman indah, di bangku biasanya."
Mia sebenarnya tidak suka dengan Sarah, karena Sarah terus mendekati Alan meski Alan tak mau dekat dengan Sarah. Dan Sarah juga sudah berstatus istri orang. Sarah bergegas ke taman indah, ia akan makan siang bersama dengan Alan. Tak lupa Sarah membelikan cemilan untuk Alan, Alan yang akan selalu menjadi ayah Salsha.
Sementara itu Danil juga terlihat tergesa-gesa karena ia juga ingin membelikan Sarah makan siang. Dan mengantarkan makanan itu ke rumah sakit untuk Sarah. Danil tak mau Sarah kecapean karena harus makan di luar. Terlebih dari itu ia memang ingin makan siang bersama dengan Sarah. Danil ingin mengenal Sarah lebih dekat, Danil ingin tahu apa makanan kesukaan Sarah, warna kesukaan Sarah, buah kesukaan Sarah dan semua yang disuka dan tidak disuka oleh Sarah.
Danil membeli makanan di salah satu retoran dan juga minumanya. Setelah itu barulah Danil menuju rumah sakit tempat Sarah berkerja. Danil terlihat sumringah senyumnya mengembang. Karena tak sabar bertemu dengan Sarah dan mengusap perut Sarah. Mengusap calon buah hatinya yang sangat ia tunggu-tunggu itu.
"Aku seperti terlahir kembali, maafkan aku Cantika karena aku mulai jatuh cinta dengan Sarah, istriku sendiri." Batin Danil.
Danil sampai di depan rumah sakit tempat Sarah bekerja, ia berjalan menuju ruangan Sarah. Setelah sampai di depan pintu ruangan Sarah. Danil mengetuk pintu ruangan Sarah namun tak ada jawaban. Danil membuka pintu, dan tidak melihat Sarah ada di sana. Danil bertanya pada seorang suster dan suster itu mengatakan jika Sarah keluar. Dan ketika Danil tanya ke mana, suster itu tidak tahu.
Danil mulai berfikir ke mana Sarah, apa mungkin Sarah sudah pergi makan siang di luar. Danil sedikit kecewa, sebenarnya ia ragu jika Sarah makan siang sendiri. Danil teringat dengan Alan, laki-laki yang batal tunangan dengan Sarah. Dan kata Lea, Sarah sangat mencintai Alan. Dan Alan adalah ayah Salsha, Danil tau semua itu dari Lea. Danil mengajak Lea untuk bertemu, karena ia masih ingin tahu cerita tentang kisah cinta Alan dan Sarah.
Danil pergi meninggalkan rumah sakit, ia memberikan makanan yang tadinya untuk Sarah kini ia berikan kepada satpam rumah sakit. Danil kecewa dan terlihat sedikit berapi-api.
"Jangan patahkan hatiku, karena kamu akan tahu akibatnya. Jangan tak acuh dengan perhatianku karena itu akan menyakitiku." Batin Danil.
__ADS_1
Sarah sudah sampai di taman indah, ia melambaikan tangan pada Mia. Sedangkan Mia hanya tersenyum seperti terpaksa. Mia tidak suka jika Sarah terus saja dekat dengan Alan dan menganggu Alan. Mia pamit ke toilet sebentar pada Alan, dan sebenarnya ia menemui Sarah. Sarah mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu.
"Ini buat kamu, dan aku akan menggantikan posisimu."
Mia hanya mengangguk dan mengambil uang ratusan ribu itu dari tangan Sarah. Kalau bukan demi uang Mia tak mau seperti ini. Karena ia juga merasa bersalah pada Alan. Alan yang mengatakan padanya jika ia sangat membenci Sarah.
Sarah mendekati Alan dan yang pastinya Alan tahunya Sarah adalah Mia. Sarah mengajak Alan makan siang. Mereka makan siang berdua, Sarah menyuapi mie ayam Alan. Alan menyentuh tangan Sarah, namun Alan merasakan sesuatu yang berbeda. Ia seperti menyentuh tangan Sarah bukanya Mia.
"Tangan itu.." Alan mengingat ketika dulu Sarah menyuapinya.
"Kenapa diam?"
"Tidak, aku hanya ingat dengan seseorang."
"Siapa?"
"Sudahlah, itu tidak penting."
"Aku tahu Lan, kamu pasti merindukanku dan kamu juga memikirkanku. Maaf karena aku telah melukis luka." Batin Sarah.
Sarah tak melihat senyum Alan, kini Alan menjadi dingin dan jarang sekali tersenyum. Sarah bahkan merindukan tengilnya Alan waktu sekolah dulu. Waktu begitu cepat berlalu itulah yang di rasakan oleh Sarah.
"Mia ayo kita pulang, rasanya saya malas makan."
"Kenapa ini masih banyak loh mas Alan."
"Sudah biar saja."
Alan memberikan uang pada Sarah, dan Sarah membayar mie ayam itu. Waktunya dengan Alan hanya sebentar, dan kini Sarah kembali mengembalikan Alan pada Mia.
__ADS_1
"Terimakasih Mia, lain kali kita tukar tempat lagi."
Mia hanya tersenyum pada Sarah, dan kini ia membawa Alan pulang. Alan tau jika yang bersamanya tadi bukan Mia. Karena cara mentuntunya dirinya terasa beda.
"Apa tadi yang menyuapi mie ayam saya bukan kamu?"
"Saya kok mas, siapa lagi."
Danil bertemu dengan Lea, ia ingin tahu kisah cinta Sarah dan Alan. Mereka bertemu di salah satu cafe ternama. Lea akhirnya datang juga setelah beberapa saat Danil menunggu. Lea duduk di depan Danil, tak lupa ia menampakan senyum genitnya itu. Danil memesankan makanan dan minuman untuk Lea.
"Ohh ya Danil kamu harus tahu, Sarah memang masih sering bertemu dengan Alan."
"Jangan asal bicara."
"Aku punya buktinya."
Lea mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah vidio pendek pada Danil. Vidio di mana Sarah menemui Alan. Emosi Danil memuncak, ia kecewa karena diam-diam sarah masih bertemu dengan Alan. Padahal dirinya sudah berusaha untuk jatuh cinta dengan Sarah. Dan kini semuanya sia-sia saja.
Danil sakit hati, ia sangat sakit atas apa yang telah diperbuat oleh Sarah. Sarah yang menghianatinya, Sarah yang masih saja menemui Alan. Meski dirinya juga masih sering ke makam Cantika. Namun itu beda dengan apa yang dilakukan oleh Sarah.
"Rasakan Sarah, kamu pasti akan jadi bulan-bulanan Danil." Batin Lea.
Danil pamit pada Lea karena ia harus kembali ke kantor. Dan memikirkan bagaimana membuat Sarah tidak bertemu lagi dengan Alan.
"Lihat Sarah apa yang akan aku lalukan padamu. Kamu tidak akan lagi dengan Alan." Batin Danil.
Danil meninggalkan cafe, sementara Lea masih ada di sana. Ia sangat puas melihat reaksi Danil, dan yang pastinya akan memberi pelajaran pada Sarah.
-Bersambung-
__ADS_1
Haii-haii mahmud balik lagi nihhh, mahmud yang suka halu ini. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.