
Lea masuk perangkap Alan, Alan yang hanya ingin tahu reaksi Sarah jika tahu ia telah mendapakan Lea. Dan Lea sudah menjadi kekasihnya. Alan sengaja memfoto dirinya dan Lea ketika berciuma. Alan mengirim foto itu ke email Sarah.
"Aku yakin kamu pasti akan memilih kembali padaku, dan kita mulai dari awal lagi. Hidup layaknya orang pada umumnya." Batin Alan.
Sore itu hujan turun, namun tak begitu deras Sarah mampir sejenak di bengkel Fandy meski hanya sekedar untuk minum kopi. Dan curhat akan kelakuan Alan, rasanya Sarah ingin sekali kembali ke luar negeri dan membawa Salsha ke sana. Atau ia berharap ditugaskan di desa terpencil dan Salsha ikut denganya.
"Fan aku ingin lari, rasanya kepalaku hampir pecah."
"Tenang Rah, lihatlah hujan tak pernah mengeluh meski diciptakan jatuh dan juga turun. Aku tahu ini berat, saran aku kasih tau saja Lea jika Alan adalaa ayah biologis Salsha."
"Namun kenapa aku tak mampu menahan egoku?"
"Semua butuh proses pelan-pelan saja, dan kamu jangan banyak fikiran."
Sarah hanya mengangguk saja, Sarah menyeruput kopi buatan Fandy. Fandy memberikan bungan untuk Sarah, bunga aster kesukaan Sarah. Sarah pamit pergi karena ada urusan yang harus ia tangani. Fandy hanya bisa pura-pura tegar, meski sebenarnya rapuh karena Sarah menolak cintanya.
"Terimkasih bunganya, aku pergi dulu."
"Sukakan sama bunganya?"
"Kan kamu tahu kalau aku suka bunga aster."
Sarah meninggalkan bengkel Fandy, Fandy masih terdiam.
"Kalau kamu suka bunga aster, aku suka sama kamu Rah. Kapan kamu mau coba buka hati untukku, aku yang tak akan pernah mengakitimu." Batin Fandy.
Sarah sudah ada di ruangan kerjanya, ia membuka laptopnya karena temanya yang ada di luar negeri mengirim foto-foto ketika di luar negeri lewat email. Dan Sarah tak sengaja melihat pesan dari Alan, beberapa foto Alan yang tengah berciuman dengan Lea. Dan Alan mengancam Sarah untuk segera mengambil keputusan.
"Dasar gila kamu Lan, kamu sudah mulai tak waras sekarang." batin Sarah.
__ADS_1
Sarah mulai tak mengerti jalan fikiran Alan, Alan yang begitu ambisius. Alan yang sudah berubah total, ia bingung apakah Alan ingin kembali denganya itu karena cinta atau hanya ambisi Alan saja. Sarah harus segera memperingati Lea untuk lebih hati-hati dengan Alan.
Lea dan ibunya menyusun rencana untuk meracuni Sarah, jika dengan racun tidak mati mereka juga menyusun rencana untuk memotong kabel rem mobil Sarah. Karena dengan itu pasti tidak ada yang akan curiga ataa kematian Sarah nantinya.
"Gimana kalau dengan racun nanti ayah mengundang polisi dan bisa saja kita tertangkap?"
"Tenang ibu punya rencana lain, kita bisa buat blong rem mobil Sarah."
"Ide bagus."
Hari semakin larut hujan turun dengan derasnya, Sarah masih di rumah sakit. Ia masih ada jadwal operasi usai magrib. Sebelumnya Sarah makan di kantin dulu, dan dilanjutkan sholat magrib baru ia masuk ruang operasi. Sarah berdoa agar semuanya baik-baik saja. Ia hanya ingin hidup normal layaknya orang-orang pada umumnya.
"Aku mulai tidak yakin apakah aku bisa membiarkan Lea jadi mangsa Alan, dan aku juga tidak yakin akankah aku bisa bersama dengan Alan lagi dan memaafkan semua kesalahanya dulu." Batin Sarah.
Malam itu Alan mengajak Sarah untuk nonton film di bioskop. Lea juga sudah bersiap-siap, meski hujan belum reda. Lea ndandan secantik mungkin, merias wajahnya dengan berbagai kosmetik. Mengenakan baju seksi dan juga mahal. Terlihat sempurna di mata laki-laki tapi tidak di mata Alan. Karena yang sempurna hanyalah Sarah.p
"Om Ken mama kok enggak ikut makan? Kapan mama pulang?"
Salsha merengek pada Ken, ia ingin tahu kenapa mamanya belum pulang juga.
"Mama Salsha masih kerja, masih ada nyawa orang yang harus diselamatkan oleh mama Salsha."
"Tapi kapan pulangnya?"
"Nanti malam sekitar jam 9 sayang, kamu sabat ya. Nanti biar om Ken yang bacain buku cerita."
"Iya om."
"Sekarang Salsha makan dulu, biar disuapi tante Lea."
__ADS_1
Lea menyuapi Salsha, Alan memperhatikan Lea yang sepertinya tidal iklhas menyuapi Salsha. Salsha akhirnya mau makan, Alan menawarkan diri untuk menyuapi Salsha. Dan kini ganti Alan yang menyuapi Salsha.
Selesai makan Alan mengajak Lea keluar, mereka akan nonton film bedua. Layaknya anak muda dijaman yang serba canggih ini. Alan memayungi Lea ketika akan masuk ke dalam mobil karena masih sedikit gerimis. Di dalam mobil suasana hening. Hanya tangan Lea yang terus memegang paha Alan.
Akhirnya mereka sampai di bioskop, mereka nonton film romatis. Setelah kurang lebih 2 jam berlalu, film habis. Lea dan Alan ingin pulang namun sebelum pulang Alan mengajak Lea untuk cari makan dulu. Sampailah mereja di sebuah restoran klasik. Suasana resotoran juga sangat menenangkan.
Lea pamit ke toilet karena ia ingin pakai bedak lagi, dan juga merias wajahnya lagi. Dan ini adalah kesempatan Alan untuk memsukan obat tidut di minumam Lea. Aksi Alan berjalan dengan mulus, ia berhasil memasukan obat tidur ke minuman Lea. Lea sudah kembali dari toilet. Ia langsung meminum minuman yang sudah terkontaminasi dengan obat tidur.
Akhirnya kamu masuk perangkapku, 15 menit berlalu Lea belum pingaan namun obat itu mulai bereakai. Alan mengajak Lea pulang, meski sebenarnya ia akan membawa Lea ke hotel. Ia akan membuat Sarah kembali kepadanya dengan Lea sebagai Alatnya. Sampailah di hotel, Alan mengatakan jika Lea adalah istrinya yang sedang mabuk.
Alan membaringkan tubuh Lea, perlahan ia mencopot baju Lea hingga Lea benar-benar bugil. Alan memfoto Lea dan mengirimkannya pada Sarah.
"Datanglah sekarang ke hotel cempaka, sebelum adik tirimu ku buat nikmat. Sama seperti yang kita lakukan dulu." Pesan Alan yang terlampir ketika ia mengirim foto.
Sarah yang barus saja selesai tugas melihat email dan ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia terburu-buru menuju hotel cempaka. Ia tak mau Lea bernasib sama sepeeti dirinya nanti. Sekitar 15 menit kemudian barulan Sarah sampai. Sarah berdalih ingin menginap satu hari, Sarah membayar biaya sewa dan mencari kamar yang ditempati oleh Alan.
"Alan dimana kamu ?"
"Akhirnya kamu datang, jadi bagaimana apa kamu mau menyaksikan adik tirimu mantap-mantapan dengaku."
"Sudah hentikan aku akan kembali padamu bebas Kan Lea sekarang juga."
-Bersambung-
Agak siang upnya heha, mata ngantuk semlm bergadang.
Jangan lupa Vote, Rate bintang 5, Like, komentar dan favoritkan.
-Nau
__ADS_1