Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(51)Malam ke dua


__ADS_3

"Aku menyuruhmu untuk pergi meski hatiku ingin bersama denganmu mungkin ini adalah yang terbaik untuk kita berdua." batin Alan.


Sarah meninggalkan rumah Alan, ia tak percaya jika Alan akan semarah itu padanya. Hingga Alan memintanya untuk pergi. Sarah kembali ke rumah sakit, Alan buta dan juga pincang menambah rasa bersalah Sarah pada Alan. Alan masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Suatu saat nanti jika takdir kita bersama pasti kita akan bersama." Batin Alan.


Danil mendapat ucapan selamat dari rekan kantornya karena telah mendapatkan pengganti Cantika. Danil telah menikah dengan Sarah yang seorang dokter. Danil hanya tersenyum karena pernikahanya dengan Sarah hanya sebuah sandiwara saja. Namun Danil tak mengubah foto cantika yang ia pajang di meja kerjanya dengan foto Sarah. Karena Cantika adalah segalanya untuk Danil. Dan Sarah tak akan bisa menggantikan posisi Cantika.


Sore itu Sarah kembali ke rumah Alan, ia melihat Alan tengah latihan berjalan dengan tongkat. Air mata Sarah terjatuh ketika melihat Alan sepertinya tak kuat dengan nasibnya. Alan yang terus menggerutu karena terus menabrak sesuatu di depanya. Sarah ingin mendekat namun ia urungkan niatnya itu. Karena pastinya akan membuat Alan semakin terluka.


"Ini karenaku, seharusnya aku ada di sana untukmu. Aku ingin di dekatmu, namun aku tahu kamu pasti tidak akan mengizinkanku." Batin Sarah.


Kini Sarah hanya bisa melihat Alan dari kejauhan saja, ia tak bisa mendekat meskipun hatinya ingin mendekat. Ditambah kini ia adalah istri orang, istri yang harus patuh dengan suaminya. Dan akan jadi dosa besar jika ia masih mencintai Alan. Sarah meninggalkan tempatnya dan ia pulang ke rumahnya.


Sarah sampai di rumahnya, ia menyiapkan makanan untuk Salsha karena Salsha sedang ingin makan nasi goreng. Meski lelah demi senyum buah cintanya dengan Alan, ia membuatkan nasi goreng untuk Salsha. Dan Danil belum pulang dari kantor, sepertinya Danil lembur.

__ADS_1


Alan yakin jika cinta Sarah pasti juga sudah tak ada untuknya. Apa lagi dengan kondisinya yang seperti ini, karena saat ini semua terlihat gelap. Ketampananya tak berguna, tak ada yang mau mendekatinya karena ia buta.


Sarah sudah selesai memasak nasi goreng, ia dan Salsha dengan lahap makan nasi goreng itu. Salsha terus bertanya kapan Danil akan pulang. Sarah berkata dengan halus jika Danil akan segera pulang. Meski ia tak tahu kapan Danil akan pulang. Salsha lahap memakan nasi goreng buatan ibunya itu.


Lea puas sekarang Alan buta dan Sarah juga menikah dengan Danil. Dendamnya terasa terbalaskan saja, orang yang telah melukai hatinya seakan kini kena karma. Alan yang pernah mempermainkannya, mendapatkan karma yang setimpal. Dan ini bagaimana caranya ia bisa mendekati Alan lalu mengambil hati Alan. Dan jika sudah dapat ia akan mencampakan Alan, agar Alan tahu rasanya dicampakan saat cinta-cintanya.


Sedangkan Ken saat ini tengah rindu dengan Sarah dan juga Salsha. Rumah tampak sepi tanpa kehadiran Sarah dan juga Salsha. Ia tahu Sarah menikah dengan Danil karena perusahaan ayahnya hampir bangkrut. Dan sekali lagi Sarah yang menjadi korbanya, padahal mereka bisa hidup sederhana bersama dengan Sarah yang kini sudah jadi dokter dan memiliki gaji yang sudah lumayan cukup untuk menghidupi mereka semua


Jam 8 malam Danil belum juga pulang, Salsha yang terlihat mengantuk diantarkan Sarah ke kamar. Sarah membacakan cerita sebentar untuk Salsha. Setelah Salsha terlelap barulah ia meninggalkan kamar Salsha. Ia tak mau menunggu Danil, Salsha masuk ke kamarnya dan memilih tidur di sofa. Ia tak mau kejadian kemarin malam terulang lagi.


..."Tak dapatku berkata, tak dapatku memanggil namamu karena kini kau tlah jauh. Mungkinkah masih akan ada cerita antara kita dan kau pun mengerti maknanya. Ataukah tiada ku bisa menepis bayang-bayangmu ketika kau pergi jauh."...


Alunan lagu begitu merdunya menemani sepinya hari Alan. Malam yang sunyi menambah suasana menjadi semakin membuatnya terpuruk saja. Alan terjebak dalam neraka yang namanya kesepian. Ia rindu dengan Sarah namun ia merasa tak pantas untuk Sarah. Karena kondisinya yang buta seperti ini, dirinya cacat.


Danil sampai di rumah, suasana rumah terlihat sepi hanya asistem rumah tangga Danil yang masih sibuk telfonan entah dengan siapa. Danil langsung masuk ke kamarnya. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badanya. Mandi dengan air hangat mungkin bisa menyembuhkan rasa penatnya itu. Danil tak sempat melihat Sarah yang tidur di sofa.

__ADS_1


Fandy tak habis fikir dengan nasib hidup Sarah yang begitu berliku-liku. Harusnya Sarah dengannya pasti hidupnya tidak akan seperti ini. Dan sampai saat ini Fandy belum bisa melupakan Sarah, ia masih sangat mencintai Sarah. Meski ia tahu cintanya bahkan tak terbalas. Sarah mencintai Alan dan tak akan pernahu berubah.


Danil selesai mandi, ia melihat Sarah tidur di sofa. Danil menatap wajah Sarah, Sarah yang begitu cantik. Jiwa laki-lakinya muncul, hasrat ingin tidur bersama dengan Sarah kembali hadir. Kali ini dengan Sarah bukan hanya ia menganggap Sarah adalah Cantika. Danil mendekati Sarah, ia hendak membopong Sarah. Dan memindahkan Sarah ke kasur.


Sarah terbangun namun ia pura-pura tidur, karena ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Danil. Danil memindahkan Sarah ke kasur. Sebelum pergi Danil menatap wajah Sarah ia seperti ingin mencium Sarah. Namun tak jadi, Danil memalingkan wajahnya dan duduk di sofa.


"Andai kita bisa saling mencintai, pasti kita akan sangat bahagia. Tapi aku tahu kita masih terjebak cinta pasangan kita yang dulu." Gerutu Danil.


Danil ingin mencoba mencintai Sarah dan melupakan Cantika. Meski itu akan sangat sulit baginya, Sarah membuka matanya dan melihat Danil duduk di sofa. Lalu ia kembali pura-pura tidur lagi. Danil tidur di samping Sarah. Sarah sebenarnya tak mau tidur satu kasur dengan Danil. Namun ia masih pura-pura tertidur.


Danil mengecup kening Sarah, seolah mereka suami istri sesungguhnya.


"Ku harap aku bisa mencintaimu, dan hidup bersama denganmu selamanya. Meski ini adalah raga Sarah aku yakin jiwa Cantika ada di dalamnya." ucap Danil.


Lagi-lagi Danil kembali menganggap jika Sarah adalah Cantika. Dan Sarah terjebak dengan pria aneh seperti Danil. Danil memejamkan matanya, dan mulai bermimpi bercinta bersama dengan Cantika. Meski yang di sampingnya adalah Sarah.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2