
..."Sesuatu itu akan terasa indah jika sesuatu itu sudah tidak ada."...
...-Alan-...
Acara pensi, Sarah datang diantarkan oleh ajudan ayahnya. Meksi Sarah belum tahu seperti apa ayahnya tapi ajudan itu sudah mengatakan jika tuanya adalah ayah Sarah sendiri. Sarah mengenakan pakaikan mahal, dan juga riasan yang sangat cantik. Tentuh saja itu semua dari ayahnya. Sarah sudah tak sabar bertemu dengan ayahnya. Namun kata ajudan ayahnya nanti kalau sudah waktunya baru bisa Sarah bertemu dengan ayahnya.
Sarah sampai di sekolahan, ia tampil cantik sekali Rendi dan yang lainnya nampak terpesona dengan Sarah. Begitu pula dengan Alan, apalagi Sarah turun dari mobil mewah. Banyak yang mengira jika Sarah menjadi simpanan om-om atau mungkin malah simpanan pejabat.
Alan menarik tangan Sarah paksa, ia membawa Sarah ke belakang sekolahan. Sarah menolak dan metonta namun hanya sia-sia saja. Karena kekuatan Alan lebih besar darinya.
"Lepasin aku, mau apa lagi kamu. Kita sudah selesai."
"Kembalilah padaku, dan kita mulai dari awal."
"Apa? Semua sudah terlambat. Kamu menyuruhku mengugurkan bayiku itu sudah hal fatal."
"Aku janji kita akan besarkan anak kita bersama, tqpi bukan janin yang ini. Nak kita kelak."
"Aku tidak mau, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Pergilah, bahagialah dengan orang pilihanmu."
Sarah meninggalkan Alan, ia tak mau berdebat dengan Alan lebih lama lagi. Karena hanya akan menambah sakit hatinya saja. Di sisi lain hatinya ingin bersama dengan Alan, namun logikanya Alan bukanlah pria baik-baik dan tak pantas jadi ayah dari janinya.
Nayla tengah menggosip, ia menyebar isu jika Sarah sekarang menjadi simpanan om-om. Karena saat ini Sarah berubah jadi kaya, karena datang saja diantar oleh ajudan dan juga mobil yang mewah sekali. Karena Sarah pernah berkerja di club, orang-orang percaya jika Sarah adalah simpenan om-om. Dan juga seorang wanita penghibur.
"Jadi apa benar isu itu jika kamu menjadi simpanan om-om, makanya tak mau kembali padaku lagi? Apa kamu jadi pel*cur sekarang."
Alan berteriak seperti itu pada Sarah, Sarah yang tadinya pergi kini kembali lagi di hadapan Alan. Sarah marah besar karena dia bukan pelac*r. Sarah menampar Alan dengan sangat keras. Hingga menimbulkan semburat warna merah di pipi kiri Alan.
"Aku tegaskan sama kamu ya, aku bukan pelac*r, dan masalah penampilanku saat ini kelak kamu akan tahu ini dari mana."
Sarah meninggalkan Alan, ia sudah tak sanggup dengan Alan yang memintanya kembali padanya tapi masih saja mengolok-ngloknya seperti itu. Alan menyesal mengatakan jika Sarah seorang wanita penghibur. Bicara Alan yang kasar memang sangat sulit sekali di kontrol oleh Alan.
__ADS_1
..."Cinta itu memang buta, namun aku cukup waras untuk tidak bersama orang yang tidak bisa menghargai pasangan."...
...-Sarah Shakilah-...
Acara pensi yang digelar untuk perpisahan kelas 12 susah mulai. Sarah duduk di bangku depan berdampingan dengan Intan dan juga Rendi. Rendi yang terus saja melirik kearah Sarah membut Intan kesal. Sedangkan Nayla masih saja terus menempeli Alan, padahal Nayla tahu jika Alan telah menghamili Sarah. Nayla mungkin tak cukup waras untuk sadar jika dirinya bisa saja diperlalukan seperti Sarah oleh Alan.
"Rah kamu makin cantik aja, Alan pasti tambah sayang sama kamu."
"Aku dan Alan sudah tak ada hubungan apa-apa."
"Kalian putus?"
"Iya seperti itulah."
Alan ikut tampil dalam acara itu, Alan membawakan lagu yang cukup melow. Dan itu membuat Sarah sedih sekaligus senang. Sarah sedih karena tak bisa bersama dengan Alan. Dan ia senang karena akhirmya Alan menyesali perbuatanya itu.
"Nanti sepulang dari sekolahan jangan pulang dulu ya, aku ingin bicara denganmu, sebentar saja."
"Baiklah, tapi ajalah Intan sekalian."
Acara selesai, Sarah hendak pulang namum ditahan oleh Rendi. Dan diam-diam Alan dan Intan memperhatikan gerak-gerik Rendi yang menahan Sarah pulang. Sarah menatap Rendi, ia mencoba menebak apa yang akan diucapkan oleh Rendi.
"Jika kamu putus dengan Alan, berarti aku ada kesempatan dong?"
"Kesempatan apa?"
"Buat miliki kamu."
Sontak Intan terbakar api cemburu, karena Rendi masih suka dengan Sarah. Begitu pulang dengan Alan yang tak terima jika Sarah disukai Rendi. Apalagi jika Sarah memilih bersama dengan Rendi.
"Kamu laki-laki baik-baik Ren, tak pantas denganku yang kotor seperti ini."
__ADS_1
"Kamu tidak kotor kamu cantik, pintar, baik bahkan sempurna."
"Tak ada yang sempurna di dunia ini, aku sudah ternoda dan saat ini aku tengah hamil."
"Jadi benar gosip jika kamu jadi simpanan om-om, dan sekarang jadi kaya karena om-om itu?"
"Menurutmu bagaimana? Aku hamil tapi bukan berarti bersama dengan om-om."
"Lantas siapa yang telah menodaimu?"
Sarah hanya diam saja, ia tak mungkin mengatakan jika Alan yang telah membuatnya hamil. Sarah pamit pergi, Sarah juga berpesan agar Rendi bisa menerima Intan. Karena intan adalah orang yang mencintai Rendi dengan tulus sepenuh hati.
Rendi mulai berfikir jika Alanlah yang telah menodai Sarah. Rendi mencari Alan setelah Sarah pergi, dan akhirnya mereka dipertemukan.
"Lan apa kamu yang sudag hamili Sarah?"
"Kalau iya kamu mau apa?"
"Dasar bajing*n ya kamu."
Rendi menonjok Alan, keduanya kini saling baku hantam satu sama lain. Darah segar keluar dari hidung Alan, Alan tak berhenti hingga ia juga membuat darah segar keluar dari pinggir mulut Rendi. Nayla yang melihat kejadian itu memisah Alan dan juga Rendi. Akhirnya mereka terpisah dengan bantuan Nayla dan Intan. Intan memegangi Rendi dan Nayla memegangi Alan.
"Apa yang kalian lakukan? Hanya karena simpanan om-om itu kalian bertengkar."
"Jaga mulut kamu ya Nay, Sarah bukan simpanan om-om."
Rendi tak terima Nayla mengatakan jika Sarah adalah simpanan om-om. Karena yang sebenarnya Sarah adalah korban dari Alan. Alan yang tega tidak bertanggung jawab atas dosa yang dibuat oleh Alan.
"Itu fakta kali, lihat aja sekarang naik mobil mewah kalau enggak dari hasil jual diri dari mana. Tahukan Sarah itu berasal dari kawasan orang miskin."
"Coba kamu tanya apa yang terjadu sebenarnya pada si bajing*n ini."
__ADS_1
Rendi menujuk Alan dengan jarinya, Rendi melepaskan tangan Intan yang menahannya dan pergi meninggalkan tempat kejadian. Intan megikuti Rendi karena ingin mengobati luka Rendi.
-tbc-