Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(32)Perasaan Lea


__ADS_3

..."Aku seperti menemukan pelangi setelah hujan badai, hidupku lebih berwarna setelah kehadiranmu. Aku berharap hadirmu bukan untuk pergi lagi."...


...-Lea-...


Alan dan Lea nampak asyik bercanda dengan Salsha, Ken juga ikut bahagia melihat Lea kini lebih banyak tersenyum. Sarah hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi nantinya jika Lea tahu Alan adalah ayah kandung Salsha. Sarah hanya tak ingin Alan mengambil Salsha darinya. Setelah apa yang ia peprbuat dul. padanya dan juga Salsha.


"Nah gitu dong senyum enggak cemberut terus."


"Apaan sih kak."


"Udah Ken jangan goda adikmu."


Makan malam yang sepertinya menyenangkan, namun berbeda dengan Sarah ia nampak tak suka dengan suasana seperti ini. Namun ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Alan. Sarah ingin menunjukan jika cintanya untuk Alan benar-benar hilang.


Selain itu ia juga tak mau melihat Lea kecewa jika Alan adalah ayah Salsha. Dan Alan mendekati Lea hanya untuk dekat dengan Salsha. Sarah pamit ke kamar karena ada hal yang harus dikerjakan. Salsha mengikuti Sarah dari belakang, namun kembali lagi ketika Lea memanggil Salsha.


"Salsha di sini aja sama tante, biar mama istirahat."


Sarah menoleh begitu pula dengan Salsha, Salsha meminta izin pada Sarah dan Sarah mengizinkan. Sarah masuk ke kamarnya. Ia tak mau melihat Alan terlalu lama, luka yang Alan torehkan baru saja sembuh. Dan kini Alan datang mulai mengorek luka itu lagi. Kenangan pahit dan indah muncul bersamaan.


..."Aku tak akan pernah melepasmu, karena jalan hidupku adalah bersamamu."...


...-Alan-...


Alan pamit pergi bersama dengan Lea, Alan mengjak Salsha namun Ken melarang Salsha untuk ikut. Dan menyuruh Salsha masuk ke kamar Sarah.


"Salsha ke kamar mama ya, pasti mama udah nunggu Salsha mau bacain cerita buat Salsha."


"Iya om, dada om baik."


Salsha melambaikan tanganya ke arah Alan, begitu pula dengan Alan. Salsha menuju kamar ibunya, sedangkan Alan dan Lea pergi bersama. Ken tentu saja tahu siapa Alan, yang membuat Ken bingung kenapa pengacara kondang seperti Alan mendekati Lea yang adiknya. Padahal Lea adalah sosok yang keras kepala dan juga manja.


Lea naik mobil Alan, kini mereka duduk berdekatan Alan hanya diam saja dalam perjalanan. Sementara Lea sibuk membuat status WA, dan sosial media lainnya. Lea ingin oran-orang tahu jika dirinya bisa dekat dengan seorang pengacar kondang seperti Alan.


"Kamu sukanya makan apa?"

__ADS_1


"Martabak manis."


"Kok sama kaya Salsha."


Alan terdiam mendengar ucapan Lea, yang memang Salsha adalah putrinya. Dan jika kesukaan Alan dan Salsha sama adalah hal yang lumrah.


"Ohh..Nanti pulang mampir beli martabak dulu buat Salsha."


Alan dan Lea makan kencan di taman kota, mereka menikamati suasana malam hari di taman. Alan membayangkan jika Lea adalah Sarah. Lea yang memang memiliki sedikit kemiripan dengan Sarah. Karena memang Sarah dan Lea saudara se ayah.


"Kalau Sarah sama Ken itu kakak kamu?"


"Kalau kak Ken kakakku, tapi kalau Sarah kakak tiriku. Dia lahir dari rahim selingkuhan ayah."


"Maaf aku tidak bermaksud membuatmu mengingat masalalu ayahmu."


"Tak apa."


Alan membikan minuman dan juga cemilan untuk Lea. Alan masih berandai jika Lea adalah Sarah, rasa bersalah, rasa cinta bercampur jadi satu. Andai saja dulu ia tak menyuruh Sarah untuk menggugurkan janinnya pasti saat ini Sarah bersamanya dan tidak membencinya seperti ini.


Alan yang melihat Sarah langsung cari kesempatan untuk bicara dengan Sarah. Alan menyuruh Lea untuk mengambilkan minuman. Dengan alasan ia sangat haus sekali. Alan menatap Sarah, keduanya kini saling tatap.


"Jika kemarin kamu tidak menolakku, pasti aku tidak akan senekat ini."


"Apa tujuanmu, dan kenapa kamu mendekai Lea yang tidak tahu apa-apa."


"Karena kamu tak membiarkanku bertemu dengan Salsha, dan memperkenalkanku sebagai ayahnya."


"Kamu tak pantas disebut ayah, dasar bajing*n."


"Kalau aku bajingan kamu apa? Pelac*r?"


Sarah tak kuat lagi, ia meninggalkan meja makan dan masuk ke kamarnya. Air mata Sarah mengalir dengan deras hatinya sangat sakit. Alan yang memintanya kembali padanya kini malah menyakiti perasaanya. Mengatakanya sebagai pelac*r itu sunggung sangat menyakitkan baginya.


^^^"Kenapa aku mengatakan hal yang tak sepantasnya, lidahku terlalu tajam untuk perasaanku yang lemah." batin Alan.^^^

__ADS_1


Lea datang membawakan minuman untuk Alan, Alan meminum minuman buatan Lea. Lea melihat mata Alan sembab seperti menahan tangis.


"Kenapa matamu merah? Apa yang terjadi?"


"Tidak aku hanya ingat dengan adikku."


"Yang mirip dengan Salsha itu?"


"Iya."


Alan pamit pulang, Alan berkata akan mengantarkan Lea ke kampus besok pagi. Lea sangat senang sekali hatinya begitu berbunga-bunga. Meski Alan hanya bersandiwara, dan bukan benar-benar jatuh cinta dengan Lea. Lea masuk ke kamarnya, ia bercerita pada temanya atas kedekatanya dengan Alan.


^^^"Aku tahu alasanmu mendekati Lea, dan tak akan ku biarkan hal itu terjadi. Salsha adalah anakku dan kamu bukan ayahnya karena dulu dengan teganya kamu menyuruhku untuk aborsi." batin Sarah.^^^


Sarah menatap langit-langit kamarnya, ia tak bisa tidur karena terus memikirkan bagaimana reaksi Lea ketika tahu jika Alan adalah ayah Salsha. Sarah juga masih merasa cemburu ketika melihat Alan dekat dengan Lea. Meski ia tahu hal itu hanya pura-pura saja, tapi bisa dilihat di mata Lea benar-benar ada cinta yang sangat dalam untuk Alan.


..."Aku ingin pergi darimu, namun hatiku menuntunku untuk kembali padamu."...


...-Sarah-...


Sarah memejamkan matanya, ia berharap hari esok akan lebih baik dari pada hari ini. Dan semua akan baik-baik saja, dan Salsha masih ada dipelukanya. Karena selama 5 tahun terkhir Sarah juga tak bertemu dengan Salsha. Karena ia sibuk menuntut ilmu dan akhirnua bisa jadi dokter bedah seperti sekarang.


..."Jika kita saling mencintai, lantas apa susahnya untuk kita kembali menyatu."...


...-Alan-...


Mungkin dengan masuk kekehidupan Lea akan membuat Alan bisa dekat dengan Salsha. Namun hal itu juga akan membuat Sarah semakin sengsara. Karena Lea tak suka dengan Sarah. Dan bisa saja Lea marah pada Sarah dan menyuruh ayahnya untuk mengusirnya. Jalan yang dipilih Alan memang malah memperumit masalah. Dan mempersulitnya untuk bisa menyatu dengan Sarah.


-Bersambung-


Hai akhirnya bisa upp ya, yuhuu jadi mahmud enggak bisa lagi full ngetiiknya hehe.


curhat ini.


oh ya terimkasih untuk yang sudah vote, rate bintang 5, like, komentar, dan love.

__ADS_1


bantu rate bintang 5 ya!!!


__ADS_2