Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(54)Bertemu


__ADS_3

Sarah pergi meninggalkan rumah Alan dengan baju yang basah karena air hujan. Alan ingin memaafkan Sarah dan kembali dengan Sarah namun posisinya berbeda saat ini. Karena Sarah sudah menjadi istri Danil, dosa besar jika ia mencintai Alan. Sarah beranjak pergi meninggalkan rumah Danil.


Sarah sampai di rumahnya, ia dengan langkah gontai masuk ke dalam rumahnya. Baju Sarah basah, Salsha langsung bertanya kenapa mamanya hujan-hujan. Danil menyuruh Salsha untuk diam, Sarah masuk ke kamarnya untuk mandi. Baru ia akan makan malam dengan Salsha dan Sarah.


"Papa kenapa mama hujan-hujanan, kenapa mama boleh main hujan sedangkan aku tidak?"


"Mama tidak main hujan sayang, tapi mama itu kehujanan."


"Mama juga diam aja pa kenapa dengan mama? Padahal kita sudah siapin ini semua?"


"Tunggu mama pasti akan ke sini."


Danil tahu pasti Sarah baru saja menemui mantan kekasihnya. Karena Sarah masih cinta dengan Alan, dan tak mungkin juga cinta bisa bersemi diantara mereka. Salsha dan Danil masih menunggu Sarah, karena mereka ingin makan malam bersama dengan Sarah.


Alan sedih kenapa hati dan mulutnya tak sejalan, mulutnya menyuruh Sarah pergi namun hatinya ingin Sarah tinggal dan ada di dekatnya. Alan terdiam ia berharap segera ada bisa melihat agar ia tahu seperti apa Danil. Dan apa sebenarnya alasan Sarah meninggalkannya dan menikah dengan Danil.


Sarah selesai mandi, ia ikut makan malam dengan Danil dan juga Salsha. Sarah seperti tidak berada di sana, pikiranya entah melayang kemana. Hingga ia menuang air ke gelas sampai kepenuhan dan tumpah.

__ADS_1


"Sarahh."


Danil memegang tangan Sarah, Sarah dan Danil saling pandang untuk beberapa sekon. Sarah tersadar dari lamunannya. Sarah mengambilkan nasi untuk Salsha dan juga Danil. Salsha merasa aneh dengan tingkah ibunya, Danil tersenyum ke arah Sarah, namun Sarah hanya diam saja. Seakan hanya raganya yang ada di sana dan jiwanya entah melayang ke mana.


"Kamu boleh lelah, tapi jangan menyerah kejarlah dia."


Ucapan Danil membuat Sarah kembali membuyarkan lamunanya itu. Sarah mengisyatkan pada Danil untuk tidak membahas semua itu di depan Salsha. Mereka selesai makan, Salsha masih ingin nonton televisi dengan Danil. Dan Sarah masuk ke dalam kamarnya, ia sama sekali tidak bergairah untuk melihat film.


Februari masih dengan musim hujanya, pagi yang mendung Alan dan Mia berjalan-jalan disekitar komplek rumah Alan. Mia mengajari Alan banyak hal, dan kini Alan tak takut lagi dengan kegelapan. Mia membelikan minuman untuk Alan, karena Alan mengayakan jika dirinya haus.


Namun tiba-tiba ada yang menarik tangganya, dan itu adalah Sarah. Mia kaget, karena ia tidak mengenal Sarah. Dan ia juga tidak tahu kenapa Sarah menariknya seperti ini.


"Bolehkah aku menggantikan posisimu sebentar, aku ingin bersama Alan sebentar saja."


"Kenapa? Apa kamu kenal dengan Alan?"


"Dia ayah dari anakku, dan kini dia membenciku karena aku terpaksa menikah dengan orang lain. Ku mohon biarkam aku menggantikan posisimu sebentar saja."

__ADS_1


Mia mengizinkan Sarah untuk menggantikan posisinya, Mia memberikan minuman yang ia beli untuk Alan pada Sarah. Sarah mendekati Alan, ia memberikan minumam itu pada Alan.


"Terimakasih Mia."


"Sama-sama."


Mia sengaja ikut agar ia bisa menjawab jika Alan bertanya. Karena Sarah tahu jika ia yang menjawabnya Alan pasti tahu jika dirinya ada di dekatnya.


"Mia apa ada orang lain selain kamu?"


"Tidak, memangnya kenapa?"


"Aku mencium bau parfum seseorang yang ku kenal."


Sarah mengajak Alan duduk, tentu saja Alan mengira Sarah adalah Mia. Kini mereka duduk berdampingan, Sarah membantu Alan membukakan tutup botol air mineral.


"Bahkan kamu masih mengenali bau badanku." Batin Sarah.

__ADS_1


-Bersambung-


Sekali up pendek hehe maafin ya wkwk


__ADS_2