Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(40)Sarah ditemukan


__ADS_3

"Akan ku bawa kalian kepenjara karena telah menyakiti Sarahku. Dan kalian akan menanggung akibatnya. Kalian akan berurusan denganku." Batin Alan.


Para orang suruhan Alan sudah tahu di mana keberdaan Sarah. Orang suruhan Lea mengatakan jika Sarah lompat dari mobil dan jatuh ke jurang yang dibawahnya adalah sungai. Alan langsung ke tempat kejadian untuk melihat apakah Sarah di sana. Alan juga mengundang tim SAR untuk mencari Sarah.


"Ku mohon tuhan kembalikan Sarah padaku." Batin Alan.


Fandy yang mendapat kabar jika Sarah hilang juga ikut mencari Sarah. Fandy sangat cemas dengan keadaan Sarah. Ia ikut Alan mencari Sarah di sungai, mereka menyusuri sungai untuk mencari Sarah. Karena kemungkinan besar Sarah terbawa arus. Dan kemungkinan Sarah masih hidup adalah 50 persen saja.


Lea bingung dan takut jika ia nanti akan masuk penjara bersama ibunya atas tindakan yang ia lakukan. Ditambah Alan adalah seorang pengacara yang pandai membolak-mbalikan fakta. Lea berharap Sarah tidak ditemukan. Dan para orang suruhanya bisa pergi jauh dari kota ini agar tidak ditemukan.


Sarah terdampar dipinggir sungai, keadaan tubuhnya penuh luka sepertinya terbentur batu dan terbaret kayu. Sarah masih bernafas, meski ia meminum banyak air. Sarah batuk dan keluarlah air yang terminum, ia sadar dari pingsannya. Sarah bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Dan ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Sarah berusaha bangkit namun tak bisa karena kaki dan juga tubuhnya terasa sakit. Sarah bangkit pelan-pelan karena jika ia terus berada di sana pasti tak akan ada yang menemukannya dan menolongnya. Sarah akhirnya bisa bangkit, dan bisa berjalan pelan. Ia menahan segala rasa sakit yang ia rasakan, sungguu sakit namun Sarah tetaplah kuat. Demi Salsha, demi bisa betemu dengan Salsha.


Di rumah sakit Ken memilih untuk satu kamar dengan Salsha. Sedangkan kekasih Ken sudah boleh pulang karena lukanya tidak terlalu parah. Kini Ken dan Salsha berada dalam satu ruangan. Ken juga tahu jika Alan yang mendonorkan darahnya untuk Salsha dan ia tambah yakin jika Salsha memang putri Alan.


Salsha masih saja mencari Sarah, Ken harus berbohong lagi pada Salsha. Jika Sarah ditugaskan di luar kota, dan akan kembali beberapa hari lagi. Salsha percaya dengan perkataan Ken karena Ken tak pernah membohonginya. Dan Ken selalu bersikap manis denganya beda dengan Lea yang nampak baik baru-baru ini dan itu juga karena ada maunya saja.


"Jangan bilang kecelakaan ini ulah ibu dan Lea yang sebenarnya ditujukan untuk Sarah. Rem mobil Sarah tiba-tiba blong, padahal Sarah rutin servis mobilnya." batin Ken.


"Sarahhh..Sarah kamu di mana?"


Suara teriakan Alan mengema di mana-mana, begitu pula dengan Fandy. Namun tak ada jawaban dari Sarah, Alan hampir putus asa. Namun Fandy tetap semangat ia yakin jika Sarah masih hidup. Hari semakin gelap, Fandy yang awalnya semangat kini jadi lesu. Sedangkan Alan malah berubah yakin jika Sarah masih hidup. Fandy mengajak Alan pulang, dan menyarankan Alan untuk mencari Sarah esok hari.


Namun Alan tetap kekeh mencari Sarah meski hari sudah gelap. Tim SAR juga sudah mengentikan pencarian, dan akan mencari esok hari. Fandy pulang bersama tim SAR namun tidak dengan Alan. Alan tetap mencari Sarah. Karena ia yakin Sarah ada di dekatnya dan sebentar lagi ia akan menemukan Sarah.


"Aku enggak mau masuk penjara Bu, gimana ini?"


"Tenang saja, kita tak akan masuk penjara." Ucap ibu Lea dengan penuh percaya diri.


"Tolong..Tolong!!!" Suara lirih Sarah yang mulai terdengar di telinga Alan.

__ADS_1


Alan mencari sumber suara itu, yang ia yakini itu adalah suara Sarah. Alan menengok kanan kiri dan akhirnya menemukan Sarah yang terbaring lemas. Alan bergerak cepat menuju tempat Sarah.


"Sarah!!"


Alan memeluk Sarah mendekap Sarah erat-erat, Sarah hanya diam saja dan tidak memarahi Alan karena memeluknya. Alan membopong Sarah, jalan setapak yang mulai gelap membuat Alan sulit untuk menemukan jalan keluar.


"Sepertinya kita nyasar."


"Jangan bercanda Alan, aku sudah tidak kuat."


"Tidak boleh bicara seperti itu, kamu harus kuat demi Salsha."


Alan menurunkan Sarah dari gendongnya, lalu ia memanjat pohon untuk mencari cahaya. Dan ia akan berjalan ke arah cahaya itu. Karena ia yakin itu adalah jalanan atau rumah warga. Alan kembali menggendong Sarah, dan akhirnya mereka sampai di pemukiman warga. Alan meminta tolong pada warga sekitar, dan kini mereka berada di salah satu rumah warga.


"Syukurlah kamu selamat, aku mencintaimu."


Sarah hanya diam saja, saat ini ia tak memikirkan rasa cintanya pada Alan. Karena baginya yang terpenting adalah ia segera pulang dan segera bertemu dengan Salsha.


"Bagaimana keadaan Salsha? Apa dia menanyakanku? Dia baik-baik sajakan?"


"Kenapa diam saja? Katakan padaku apa Salsha kenapa-napa."


"Salsha kecelakaan, tadi dia kritis. Aku tidak tahu lagi setelah aku donorkan darahku padanya aku langsung mencarimu."


"Kenapa kau tidak menemaninya? Kenapa kau malah mencariku?"


"Di sana sudah ada Lea dan ibunya, dan juga Ken tapi Ken masih juga dirawat."


"Ayo kita pulang, ayo Lan, aku mau melihat Salsha."


"Biar aku tanyakan jalan menuju kota dan kendaraan apa yang bisa kita gunakan."

__ADS_1


Alan meninggalkan Sarah untuk mencari informasi, setelah mendapatkan tumpangan mereka berangkat ke kota yang sebenarnya tak jauh. Alan dan Sarah mengucapkan terimakasih pada warga sekitar yang telah membantunya.


"Apa kamu masih mencintaiku Sarah?"


"Jangan tanyakan hal itu lagi."


"Kenapa karena kamu tak bisa menjawabnyakan?"


"Karena aku tak tahu, separuhnya masih untukmu namun separuhnya telah mati."


Alan memegang tangan Sarah, dan menaruh tangan Sarah di dadanya. Sarah merasakan debaran jantung Alan


"Masih samakan? Perasaanku masih sama dan aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama."


Jujur saja saat ini hati Sarah mulai luluh, ia mulai membuka hati untuk Alan. Apalagi Alan telah menolongnya dan juga Salsha. Sarah melepaskan genggaman tangan Alan.


"Bukanya kita sudah bersama, sebagai ganti kamu tidak menodai Lea."


"Kalau aku mau aku bisa membayar para gadis untuk main denganku, tapi aku hanya ingin melakukan itu denganmu. Kalau Lea aku pastu akan menyuruh orang untuk itu. Apa kamu tahu siapa dalang dari penculikanmu dan juga kecelakaan Salsha?"


"Siapa?"


"Lea dan ibunya, sekarang kamu tahu apakah kamu masih ingin membantunya?"


Sarah terdiam kini mereka saling pandang di atas mobil pick up yang mereka tumpangi bersama dengan sayuran.


-Bersambung-


Hallo Nay datang lagii yaa, gara-gara telur jadi enggak up kemarin. Alhamdullilah punya baby yang enggak rewel jadi bisa ditinggal untuk menyalurkan hobby menulis hehe. Curcol lagi, biar plong gitu katanya tidak boleh terlalu banyak pikiran. Udah dulu curhatnya hehehe.


Jangan lupa Vote, Rate bintang 5, Like, komentar dan masukan ke favorite.

__ADS_1


Salam kenal dari author untuk Readers.


Salam juga dari Sarah,


__ADS_2