Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(21)Pemakaman


__ADS_3

..."Maaf jika aku hanya bisa datang dari kejauhan, aku tidak punya nyali untuk menemuimu saat ini. Maaf aku telah berdosa, dan maaf karenaku orang yang kamu sayangi pergi. Aku minta maaf untuk semuanya."...


...-Alan-...


Acara pemakaman ibu Sarah dihadiri oleh teman-temanya, Intan yang setia di samping Sarah. Rendi juga ada di sana. Namun Alan dan Nayla tidak datang, Alan yang sebenarnya datang hanya bisa mengumpat di balik pohon besar. Karena ia tak punya nyali untuk menemui Sarah. Karena pasti saat ini Sarah sangat membencinya. Alan jadi tak berani ikut mendekat di sana, Alan juga melihat Fandy setia menemani Sarah.


Sarah masih meratapi kuburan sang ibu, ia benar-benar merasa berdosa pada ibunya itu. Ia yang membuat ibunya kecewa, Sarah menyesal karena belum bisa membahagiakan ibunya itu. Sarah menatap makam sang ibu, ia berdoa agar sang ibu berada di surga. Sarah berusaha merelakan agar ibunya tenang di alam sana. Agar ibunya bahagia di sana, dan kelak Sarah akan menyusul sang ibu.


"Alan mana Rah, kok enggak kelihatan?"


"Jangan ingat-ingat dia, aku dan Alan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."


"Kenapa putus?"


"Sudah jangan introgasi Sarah seperti itu."


Fandy memarahi Intan, para peziarah sudah pulang kini hanya tersisa Sarah dan juga Fandy. Fandy mengajak Sarah pulang. Awalnya Sarah menyuruh Fandy untuk pulang duluan. Akhirnya Sarah mau pulang, setelah Sarah dan Fandy pulang barulah Alan datang ke kuburan ibu Sarah.


"Tante aku mimta maaf, tapi aku tidak bisa bersama dengan Sarah. Karena Sarah kekeh mempertahankan janinya itu." ucap Alan di depan makam ibu Sarah.


Sampai di rumah Sarah melihat pakaianya diberisi, dan sudah siap di bawa pergi. Sarah bingung, karena ia tak tahu apa yang terjadi. Ia malah berfikir jika rumahnya di sita. Sarah sudah mulai panik ketika orang berpakaian rapi menghampirinya.


"Ada apa ini?"


"Nona ikut dengan saya, ini perintah dari almarhmu ibu nona."


"Perintah apa?"


"Sudah ayo ikut saja."


Sarah masuk ke dalam mobil orang yang menjemputnya, ia masih bingung sebenarnya akan dibawa kemana dirinya itu.


"Sebenarnya kita mau kemana? Dan siapa kalian?"

__ADS_1


"Kita akan ke apartemen nona, tuan sudah membelikan nona apartemen."


"Tuan? Tuan siapa? Apa di mau aneh-aneh denganku?"


"Tentuh saja tidak nona, tuan orang yang baik."


Sarah sampai apartemen yang dimaksud oleh para ajudan yang membawanya. Sarah masih bingung karena tidak ada siapa-siapa di sana.


"Sekarang ini rumah nona selamat istirahat, besok kami akan datang dan membawa nona untuk cek kadungan di dokter."


Ajudan itu pergi, Sarah semakin bingung dari mana mereka tahu jika saat ini dirinya sedang hamil. Sarah juga melihat banyak bahan masakan di kulkas, dan ada sebuah catatan.


"Selama mengandung tinggalah di sini, dan nanti setelah melahirkan barulah kejar impianmu."


Sarah semakin bingung, siapa orang baik yang membantunya. Sarah penasaran, ia berfikir jika ini adalah ulah Alan. Namun rasanya tidak mungkin, karena Alan bahkan tak menginginkan janinnya lahir. Sarah istirahat karena terlalu lelah untuk memikirkan hal yang tidak penting.


Alan pulang dari pemakaman ibu Sarah, ia nampak menyesal karena telah membuat ibu Sarah seperti ini. Alan ingin bertemu dengan Sarah, ia ingin memperbaiki hubunganya dengan Sarah. Dan mau bertanggung jawab atas anak yang kandung oleh Sarah.


Alan sampai depan rumah Sarah, ia mengetuk pintu rumah Sarah namun tak ada jawaban. Datanglah Fandy, Fandy menatap Alan sinis. Fandy tak suka dengan Alan, karena Alan telah menghancurkan hidup Sarah.


"Sarah mana kok tidak ada?"


"Sarah pergi jauh, lupakan Sarah karena Sarah sudah tak mau lagi bertemu denganmu."


"Beritahu aku di mana Sarah."


"Nyolot ya kamu."


Fandy menonjok hidung Alan hingga hidunh Alan berdarah, Alan tidak membalas perlakukan Fandy dan Alan malah pergi begitu saja. Ia menyesal namun kini Sarah tak tahu entah kemana. Nasi telah menjadi bubur, semua sudah terlambat.


Sarah memasak, ia kembali teringat dengan ibunya. Ibunya yang telah berkerja keras untuknya namun ia malah membuat ibunya kecewa. Malam itu ajudan yang membawanya datang lagi. Ajudan itu membawa pesan agar Sarah tidak terlalu lelah. Jika Sarah tidak bisa sanggup memasak ajudan itu akan membelikan makanan.


"Sebenarnya siapa sih tuan kalian?"

__ADS_1


"Belum waktunya, nanti kalau sudah waktunya tuan bakalan ke sini."


"Baiklah, katakan pada tuan kalian terimkasih."


Alan meratapi kesalahanya dipinggir kolam renang, ia benar-benar meraaa kehilangan Sarah. Alan akan mencari Sarah esok hari. Alan tak sanggup untuk kehilangan Sarah, padahal ditinya sendiri yang menyuruh Sarah pergi.


..."Aku tak bisa hidup tanpamu maafkan aku, kembalilah padaku. Aku menyesal sekali telah meninggalkanmu, dan membuangmu." Batin Alan....


Setelah perpisahan ku masih tak mengerti mengapa inginku mencari bayangmu.


Inginya ku kembali, inginya ku ulangi semua cerita indah kita dulu.


Mungkinkah masih akan ada cerita antra kita dan kaupun mengerti maknanya.


Ataukah tiada ku bisa menepis bayang-bayangmu ketika kau pergi jauh.


Bertabur sepi-sepi, ketika kau pun pergi.


Tinggalkan aku sendiri mengingatmu dalam malam-malam sepi.


Hiaskan mimpi-mimpi, mungkinkah kau akan kembali.


Dan kau utarakan semua tentang perihnya perpisahan kita.


Alunan lagu sedih membuat Alan tambah sedih, ia merasa dirinya telah berdosa karena meninggalkan Sarah. Sarah yang telah mengandung bayinya itu, kesalahan yang seharusnya ia tebus.


Sarah juga tengah memikirkan Alan, ia masih mengira jika Alan lah yang membantunya saat ini. Jika Alan lah yang menyewakanya apartemen. Namun nyatanya bukan, karena sebenarnya orang itu adalah ayah kandungnya sendiri dan bukan Alan. Sarah masih berharap Alan peduli padanya. Namun ia juga tak ingin mengulang kesalahanya bersama dengan Alan.


Intan tak suka jika Alan dan Sarah putus, karena Rendi pasti akan kembali mendekati Sarah. Karena saat ini Rendi sudah mendekatinya. Intan akan mencari cara agar Sarah kembali kepada Alan.


"Aku berharap ini kamu Lan, aku berharap kamu masih peduli dengan bayi kita. Tapi aku tak berharap kembali denganmu Lan. Aku hanya ingin kamu tahu jika bayi kita tak berdosa dan tidak pantas untuk digugurkan." Batin Sarah.


Sarah terlelap dalam tidurnya, karena esok ia harus ke sekolahan untuk acara pensi. Dan itu tandanya ia akan bertemu dengan Alan. Meski ia tak ingin melihat Alan, akan tetapi dalam hati Sarah sangat rindu dengan Alan. Bodohnya Alan yang masih terus mencintai Alan yang telah menodainya dan juga ingin mengambil bayinya itu.

__ADS_1


-tbc-


hai-hai baru up yam.


__ADS_2