
Pagi itu Alan sudah diperbolehka pulang, dan itu tandanya Alan dan akan bertemu dengan Sarah lagi. Nayla senang, karena Alan dan Sarah tidak sempat bertemu dan itu setahu Nayla. Padahal Alan sudah bertemu dengan Sarah. Nayla mengantarkan Alan pulang, hanya Nayla yang setia menemani Alan saat ini. Bahkan kedua orang tua Alan tidak datang ketika Alan sakit.
Suasana meja makan rumah Sarah masih sama, Lea masih saja sinis dengan Sarah. Lea masih tak suka dengan Sarah. Dan menganggap Sarah sebagai orang asing yang hanya ingin mengusai harta ayahnya. Dan juga mengambil perhatian Ken dan juga ayahnya. Apalagi ditambah dengan hadirnya Salsha, ayahnya yang kini hanya ke kantor 3 kali dalam seminggu sibuk bermain bersama dengan Salsha.
Sarah mengambilkan makanan untuk Lea, namun Lea menolak hingga akhirnya mau menerima setelah Ken menatap sinis Lea. Ken menyuruh Lea untuk lebih ramah dengan Sarah. Karena selama ini Sarah hidup menderita sedangkan Lea dan juga Kenzo hidup bergelimangan harta.
Sarah sudah sampai rumah sakit setelah sebelumnya mengantarkan Salsha sekolah. Sarah mengintip ruangan Alan, dan ternyata Alan sudah tidak dirawat di sana. Entah ini adalah hal yang bagus atau malah membuat Sarah sedih. Sarah menatap kamar Alam yang sudah kosong itu.
Siang itu Alan ke rumah sakit, meski kondisi kesehatanya belum benar-benar pulih. Ia ingin mengikuti Sarah, karena penasaran apakah anaknya masih hidup atau sudah tidak ada. Dalam lubuk hati Alan yang paling dalam ia ingin sekali memeluk Sarah dan meminta maaf pada Sarah untuk segala kesalahan yang telah ia lakukan.
Jam makan siang, Alan diam-diam mengikuti Sarah yang kelura dari rumah sakit. Ia yakin pasti Sarah akan menjemput anak mereka. Sarah mengendarai mobil sendiri, Alan masih bingung bagaimana cara sekarang Sarah sesukses ini. Dan siapa yang telah membiayai sekolah kedokteran Sarah. Dan apakah benar Sarah menjadi simpanan om-om. Pikiran Alan melayang kemana-mana.
Benar saja Alan melihat Sarah berhenti di salah satu taman kanak-kanak. Seoeang perempuan mendatangi Sarah dan memeluk Sarah. Alan yakin jika gadis kecil yang memeluk Sarah adalah putrinya.
^^^"Apa dia putriku? Cantik seperti Sarah, namun sorot matanya tajam seperti ku. Aku harus menemui Sarah." Batin Alan.^^^
Alan mengurungkan niatnya untuk menemui Sarah karena pasti akan sia-sia. Dan pasti Sarah akan mengusirnya. Lain waktu Alan akan mendekati putrinya terlebih dahulu baru ia akan kembali mengambil hati Sarah. Karena saat ini Alan sudah siap menikah, dan ia ingin menikah dengan Sarah. Menebus dosa dan juga ingin melindungi Sarah dan juga putri kecilnya itu.
"Ma mau es krim."
"Iya nanti malam kalau mama pulang dari rumah sakit mama beliin. Kali ini Salsha makan nasi dulu ya."
"Ah..mama kalau sama om Ken pasti udah dibeliin."
__ADS_1
"Nanti kan mama juga beliin buat sayangnya mama ini."
"Janji ya ma?"
Salsha mengulurkan jari kelingkingnya, dan Sarah meraih jari kelingking kecil milik putrinya itu.
"Janji, sekarang ayo makan dulu."
Sarah dan Salsha meninggalkan sekolahan, mereka akan makan siang di salah satu restoran milik Kenzo. Baru setelah itu Sarah akan mengantarkan Salsha pulang dan kembali ke rumah sakit lagi. Alan mengikuti Sarah, ia ingin tahu Sarah dan anaknya. Alan ingin tahu rumah Sarah. Ia penasaran di mana Sarah tinggal selama ini.
Alan melihat Sarah berhenti di sebuah rumah besar, Alan hanya bisa melihat Sarah dari kejauhan ia yakin jika anak kecil yang bersama Sarah adalah putrinya. Dan esok hari Alan akan datang ke sekolahan putrinya. Alan ingin bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat pada Sarah. Penyesalan memang hanya datang diakhir saja.
Setelah mengantarakan Salsha, Sarah kembali ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit Sarah dan Alan terjabak adu balap dalam di jalan. Alan sepertinya ingin menghentikan mobil Sarah. Karena ia ingin biacar sesuatu yang penting dengan Sarah. Sarah tak mau kalah ia menambah kepatan mobilnya itu. Karena ia sama sekali tak ingin bicara dengan Alan.
Luka yang telah Alan torehkan padanya sudah sangat cukup besar sekali. Setelah Alan memakasanya menggugurkan janinnya. Kini Alan datang dan ingin bertemu dengan buah hatinya itu. Sarah tak rela jika Alan menemui Salsha apalagi jika Alan mengatakan dirinya adalah ayahnya.
"Sarah, apa anak kecil tadi adalah bayi kita?"
"Masih berani bertanya seperti itu?"
"Sarah tolong dengarkan aku dulu, aku masih sangat mencintaimu. Bisakah kita ulang semuanya sekali lagi?"
Sarah keluar dari mobilnya, kini mereka berdua berhadap-hadapan satu sama lain. Alan hendak memeluk Sarah namun Sarah menghindar. Luka yang ditolehkan Alan cukup besar, hingga membuat Sarah tak bisa memaafkan Alan begitu saja. Meskipun dalam hati Sarah masih sangat mencintai Alan. Dan ia juga ingin mengulang hal indah bersama dengan Alan.
__ADS_1
"Mengulang? Kenangan apa? Tidak ada kenangan diantara kita. Hanya perih dan luka yang tersisa, sekarang pergi dan jangan ganggu hidupku lagi."
Alan menatap Sarah, ia memeluk Sarah paksa. Sarah masih diam saja, namun kemudiam ia melepaskan pelukan Alan. Sarah sangat marah dengan Alan, Sarah menampar pipi Alan. Alan memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Sarah. Terasa panas dan menyakitkan, namun Alan cukup tahu diri jika dirinya memang pantas mendapatkan tamparan itu dari Sarah.
"Tampar lagi jika itu membuatmu lega, maafka aku."
"Seribu tamparan tak akan membuatku memaafkanmu begitu saja."
"Tolong pertemukan aku dengan putriku."
"Dia bukan putrimu, putrimu sudah mati."
Sarah masuk ke dalam mobilnya, ia kemudian pergi meninggalkan Alan. Dalam perjalanan kembali ke rumah sakit, Sarah menangis. Karena Alan, kenapa Alan baru sekarang minta maaf dan ingin bertemu dengan Salsha. Karena dulu jelas-jelas Alan yang menyurug Sarah untuk menggugurkan janinnya itu.
^^^"Aku tak akan lupa tentang kenangan indah kita, namun aku juga tidak bisa lupa hal pahit di dalamnya. Cinta tak akan membuatku buta." Batin Sarah.^^^
Alan benar-benar menyesal karena ia telah meninggalkan Sarah dulu. Tapi ia punya alasan untuk meninggalan Sarah karena ia ingin sukses dulu baru menjadi ayah. Alan menyesal saat itu pernah menyuruh Sarah untuk menggugurkan janinnya.
-Bersambung-
Bary up lagi nih, wkwk
Alhamdulillah Authornya baru saja lahiran, dengan bonus jahitan banyak sekali.
__ADS_1
Deedenya cowok sepertinya mau tahun barunan, maju dari hpl karena pecah ketuban.
Doakan Author semoga cepat sembuh jaitanya.