Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(76)Memilih Danil


__ADS_3

"Terimkasih telah hadir dalam hidupku, sekarang aku mengerti kamu bukan yang terbaik dan kamu bukan jodohku. Terimakasih tuhan akhirnya telah menyadarkanku. Dan juga telah mendatangkan orang yang lebih tepat. Meski janin ini nantinya adalah anak Alan, aku akan tetap memilih Danil." Batin Sarah.


Sarah dalam kondisi tak baik, air matanya terus bercucuran. Sarah mengencangkan volume radionya, dan masih terus melaju menuju rumah sakit. Sementara Alan masih termenung di sana, Alan menyesali pekataannya. Perkataan yang seharusnya tak terucap, kata-kata keji yang keluar dari mulutnya. Alan memegangi kepalanya ia merasa pusing, Alan duduk sejenak di trotoar.


"Hatiku sakit, hancur lebur kamu orang yang ada dalam hatiku. Dan kamu juga yang telah membuatku terluka. Sekarang jangan datang lagi, karena aku sudah lelah dan muak dengan semua ini." batin Sarah.


Sarah sampai di rumah sakit, dengan wajah sedih dan juga mata merah bekas menangis. Seorang perawat mengatakan ada operasi yanh harus ditangani oleh Sarah. Sarah segera masuk ke ruangannya dan memakai jas putihnya. Sarah kembali mengesampingkan urusan pribadinya. Namun sesampainya di depan ruang operasi, pasien itu sudah ditangani oleh dokter lain. Pasti Sarah akan ditegur kepala rumah sakit, karena datang terlambat. Sarah juga harus menyiapkan mental jika di marahi oleh kepala rumah sakit.


Sarah kembali ke ruanganya, ia memutuskan untuk menenagkan sejenak pikiranya. Sarah menuju kantin rumah sakit, mungkin dengan makan akan membuat pikiranya kembali tenang. Sarah melihat dokter baru yang baru saja menangani pasien yang seharusnya ia tangani. Dokter muda yang sangat cantik, Sarah kagum melihat dokter itu. Masih muda sepertinya, dan pastinya belum memiliki anak seperti dirinya.


Sarah sampai kantin rumah sakit, ia memesan makanan. Sambil menunggu pesanannya Sarah memainkan ponselnya itu. Sarah melihat pesan dari Alan, Sarah enggan membalas pesan Alan. Pesan berisi permintamaafan Alan, namun Sarah sudah cukup sakit hati dan kecewa. Mungkin kini sudah saatnya memantapkan hatinya untuk melangkah melupakan Alan. Sarah hanya membaca pesan Alan, namun tak membalasnya. Sudah cukup baginya rasa kecewa yang telah ditorehkan oleh Alan.


"Aku mencintaimu, namun jika cinta serumit dan sesakit inni aku mundur. Karena hatiku berhak bahagia, sudah cukup semua penderitaan ini." Batin Sarah.

__ADS_1


Di tempat lain Danil sudah bersiap untuk pulang, ia sudah mengemasi pakaiannya. Danil tak sabar bertemu dengan istri dan anaknya. Rasanya sudah sangat rindu sekali, pergi demi Sarah. Dan cepat pulang karena rindu dengan Sarah pula.


Sementara itu Alan masih terus menyalahkan dirinya karena berkata kasar pada Sarah. Alan melamun berharap Sarah bisa memaafkannya. Berharap kisah cintanya dengan Sarah tidak berakhir. Ditambah ia memiliki Salsha, bukti cintanya pada Sarah.


Sarah menghadap ke kepala rumah sakit, ia harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sarah sedikit gugup, karena kenapa rumah sakit sangatlah garang. Sarah sampai di ruangan kepala rumah sakit. Sarah mengetuk pintu, dan ia dipersilakan masuk dan juga duduk.


"Ada apa dengan anda dokter Sarah? Kenapa terlambat? Anda tahu kan harus mementingkan pasien dari pada masalah pribadi? Andakan sudah disumpah." ucap Kenapa dokter.


"Iya pak maaf, tadi ada orang yang menghadang mobil saya di jalan. Jadi saya bisa terlambat." jawab Sarah.


"Baik pak." jawab Sarah kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Semua ini gara-gara Alan, Sarah menggerutu kesal mungkin memang ini saat yang tepat untuk melupakan Alan. Danil adalah orang tepat itulah yang ada dalam fikiran Sarah saat ini.

__ADS_1


Danil sudah menyiapkan hadiah untuk Salsha dan juga Sarah. Danil membelikan Salsha banyak boneka dan juga cokelat. Semtara untuk Sarah sebuah tas mewah dan juga skin care mahal Sarah.


"Semoga kalian suka." Batin Danil.


"Aku pernah memiliki skandal dengan Alan, dan kamu menerimaku Nil. Tuhan tolong buatlah aku mencintai suamiku dan berbakti padanya." batin Sarah.


Dokter cantik yang tadi menggantikan Sarah ternyata adalah orang suruhan ayah Danil. Ayah Danil ingin dokter itu mendekati Danil. Dan memisahkan Danil dari Sarah, karena Sarah bukanlah orang tepat untuk Danil. Karena ketika menjadi istri Danil, Sarah masih sering diam-diam menemui Alan.


"Baik pak saya akan lalukan sebisa saya." ucap Lena dokter cantik tadi.


"Oh ya Len, soal imbalan jangan cemas. Kalau kamu bisa memisahkan Danil dan Sarah. Kamu bisa liburan dan jadi dokter tetap di sini. Rumah sakit ini milik om, om telah ambil ini dari ayah Sarah." ucap ayah Danil.


-Bersambung-

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like , komentar, rate dan jangan lupa juga favoritkan agar tidak ketinggal up dariku ini.


Hehe bertahap dulu yang belum stabil 1000 kata. hehe


__ADS_2