
Sarah sampai taman, dan ternyata Alan belum sampai di taman. Sarah memutuskan untuk membeli minuman dingin, karena suasana pikiranya mulai panas. Setelah menemui Alan, Sarah juga masih harus menemui keluarganya itu. Apa lagi dulu ayahnya yang menyekolahkanya hingga ia bisa menjadi seperti saat ini. Meski sebenarnya itu tak cukup untuk menebus kesalahan ayahnya yang telah meninggalkannyan dan juga ibunya.
"Andai saja waktu bisa diputar, mungkin kisah cinta kita tak akan serumit ini." Batin Sarah.
Sarah duduk dibangku, ia menunggu kedatangan Alan. Sarah sangat merindukan Alan, meski sebenarnya itu adalah rindu yang terlarang. Rindu yang tak seharusnya hadir, disaat Sarah masih berstatus istri orang. Alan akhirnya datang bersama dengan Reza. Reza membantu Alan untuk duduk di bangku dekat Sarah.
"Ada apa Sarah, apa yang terjadi." ucap Alan.
Sarah mengenggam tangan Alan, Alan merasakan jika tangan Sarah dingin dan sedikit gemetar.
"Kamu mencemaskan apa? Katakan padaku apa yang terjadi?" Tanya Alan.
"Semua baik-baik saja, hanya aku sudah tak sabar ingin bersama denganmu." ucap Sarah.
Reza nampak muak dengan melihat Alan dan Sarah, karena mereka berdua menjalin cinta terlarang. Dan yang pastinya itu sebenarnya tidak boleh terjadi. Alan menyuruh Reza untuk membeli makanan ringan, Reza meninggalkan drama romantis antara Alan dan juga Sarah. Karena sebenarnya ia muak melihat semua ini, Reza lebih mendukung jika Alan bersama dengan Mia.
Alan juga menggegam tangan Sarah, seolah ia mengatakan semua akan baik-baik saja. Dan mereka akan bisa bersama lagi. Reza sudah membelikan beberapa makanan ringan untuk Sarah dan Alan. Alan meminta Reza untuk meninggalkan Alan dan juga Sarah.
"Tidak disuruh aku juga sudah muak melihat kalian berdua." Batin Reza kemudian pergi meninggalkan Sarah dan juga Alan.
"Bagaimana dengan matamu?" tanya Sarah.
"Entahlah aku masih belum bisa merasakanya, kita tunggu saja sampai perban ini dibuka." jawab Alan.
__ADS_1
Sarah menyuapi makanan ringan untuk Alan, keduanya nampak sangan mesra. Bahkan terlihat jelas jika sepertinya Sarah lupa akan masalahnya dengan Danil. Sarah begitu bahagia, begitu juga dengan Alan. Pasangan yang seharusnya bersama namun harus berpisah beberapa saat karena suatu hal yang memisahkan mereka.
Sarah pamit kerena ia harus menemui keluarganya, karena ada hal yang harus ia katakan pada keluarganya. Setelah Sarah menemukan Reza barulah ia pergi, kini ia harus berpisah lagi dengan Alan. Reza membawa Alan pulang, sedangkan Sarah akan menemui keluarganya, terutama Ken. Satu-satunya keluarhanya yang dulu sangat peduli padanya. Orang yang merawatnya ketika dirinya tengah hamil.
Sampailah di rumahnya, rumah yang kini ditempati oleh keluarganya. Nampak Lea bersantai di teras, sedangkan ayahnya tengah membaca koran. Ken nampak pusing, dan ibunya terlihat menikmati secangkir kopi. Sarah masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi, ibu sambungnya kini menghampirinya.
"Akhirnya kamu datang juga, ibu minta uang buat belanja." ucap ibu sambung Sarah.
Sarah masih terdiam, ia mengeluarkan dompet dari tasnya dan ia memberikan beberapa lembar uang ratusan untuk ibunya itu. Lea juga datang ia juga meminta uang jajan pada Sarah. Mau tidak mau Sarah juga memberikan uang untuk Lea.
"Nah begini dong, sekali-kali jadi berguna dikeluarga ini." ucap Lea.
Sarah tak menggubris ucapan Lea, ia hanya menganggap Lea seperti angin saja. Atau mungkin semacam benalu atau parasit karena sekarang Lea menumpang hidup di rumah Sarah.
"Sudah." jawab Sarah singkat.
"Lalu? Kenapa ekpresimu hanya datar saja?" tanya ayah lagi.
"Karena ayah korupsikan? Maaf ayah aku tak bisa membantumu. Karena ini menanglah salah ayah." jawab Sarah.
Sarah mengahmpiri Ken, Sarah menawarkan pekerjaan untuk Ken. Sarah dan Fandy telah membangun beberapa cabang bengkel baru, dan Sarah ingin Ken yang mengurusnya. Akhirnya Ken menerima tawaran Sarah, dari pada ia menganggur lebih baik mulai lagi dari awal. Ken yakin jika dirinya pasti bisa. Ken juga masih ingin melihat Lea lulus kuliah.
"Untuk sementara biaya kuliah, dan biaya hidup kalian aku yang tanggung. Ayah jika mau nanti aku kasih modal untuk merintis usaha dari awal lagi." ucap Sarah.
__ADS_1
Ayah Sarah hanya mengangguk saja, Sarah pamit pergi karena sepertinya kedatangannya tidak dihargai. Dan semua hanya ingin uang darinya saja. Kecuali Ken, Lea, ibunya dan juga ayahnya seperti hanya mengaharapkan yang darinya. Maka dari itu Sarah memutuskan untuk pergi saja dari rumah. Sarah ingin mencari angin segar, dan sejenak melupakan masalahnya.
Sementara itu Danil masih mencoba membujuk ayahnya untuk mengembalikann saham yang telah ayahnya tarik dari perusahaan ayah Sarah. Karena Danil tak mau Sarah banyak fikiran yang nantinya akan berakibat pada janin yang ada di kandungan Sarah. Dan Danil tak mau hal itu terjadi.
"Ayah akan mengembalikan semua saham yang telah ayah tarik, tapi ayah mau kamu keluar kota urus tander ayah di sana. Dan jika berhasil ayah akan kembalikan semua saham yang telah ayah tarik." ucap ayah Danil.
Danil setuju, meski sebenarnya berat har us meninggalkan Sarah ke luar kota. Apa lagi saat ini Sarah tengah mengandung. Namun demi kebaikan Danil akan meninggalkan Sarah untuk sementara waktu. Danil yakin jika Sarah pasti bisa jaga diri. Dan Sarah tidak akan kenapa-napa.
Danil memberi kabar pada Sarah jika dirinya harus keluar kota. Entah ini menjadi kabar baik atau buruk, baiknya ia bisa leluasa bertemu dengan Alan. Dan buruknya ia ditinggal suaminya. Sarah hanya bisa mendoakan Danil semoga urusannya lekas selesai. Danil akan berangkat esok pagi. Maka dari itu Danil mengajak Sarah untuk makan malam romantis.
"Baiklah mas, kita akan makan malam nanti. Aku mencintaimu." suara Sarah dari ponsel Danil.
Danil nampak tersenyum dan kini ia melanjutkan perkerjaanya itu. Sementara Sarah tak jadi jalan-jalan, ia memutuskan untuk pulang untuk tidur saja. Mungkin dengan tidur akan membuatnya lebih bugar. Apa lagi nanti malam Danil akan mengajaknya makan malam.
Di sisi lain Mia ternyata tidak bisa melupakan Alan, keptusannya meninggalkan Alan malah membuatnya terpuruk. Mia selalu ingat Alan, dan ingin kembali mengulang masa-masa bersama dengan Alan. Namun ia telah membuat keputusan untuk meninggalkan Alan. Mia jadi bimbang harus bagaimana, ia tahu kisah cinta Alan dan Sarah itu rumit. Dan ia juga tahu jika tak seharusnya Alan dan Sarah menjalin hubungan.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti aku sangat merindukanmu mas Alan. Dan aku ingin bersama drnganmu mas Alan. Jika bisa aku ingin kembali di dekatmu." Batin Mia.
-Bersambung-
Datang lagii yaaa
Kapan pandemi berakhirrr hehe
__ADS_1
Kapan ekonomi membaik hehe.