
"Kamu tak perlu tahu, seperti apa rasaku. Rasaku yang masih sama seperti dulu, dan masih tetap mencintaimu. Ku kira tak perlu bicara akan hal itu. Karena itu akan membuat mu menjadi bingung. Antara memilih lari bersamaku atau bersama dengan Danil." Batin Alan.
Niat awal ingin mencari Mia, namun Alan memutuskan untuk menangkan diri sejenak. Karena ia tak mau menjadikan Mia sebagai pelampiasannya. Alan takut jika nanti Mia akan seperti Lea adik tiri Sarah yang malah membuat Sarah menderita. Mungkin dengan menenangkan diri sejenak bisa membuat Alan jadi lupa akan Sarah dan kisah cinta mereka yang sangat rumit sekali.
"Jatuh cinta untuk kedua kalinya setelah Cantika, ku harap Sarah yang terakhir. Tuhan jangan biarkan dia pergi dari kehidupan ku lagi." batin Danil.
Danil sebenarnya sudah tak sabar melihat calon buah hatinya lewat USG. Namun Sarah belum mau melakukan hal itu. Danil sudah mempersiapkan semuanya dari baju bayi, dan perlengkapan lainnya. Karena tak tahu bayi mereka laki-laki atau perempuan, Danil memilih baju bernuansa biru. Karena biru adalah warna yang netral.
"Ku harap Cantika merestui hubunganku dengan Sarah." batin Danil.
Orang-orang suruhan ayah Danil masih saja mengintai Sarah dan juga mencari tahu keberadaan Alan. Karena Alan menghilang begitu saja. Ayah Danil curiga jika nanti Sarah akan mencari Alan dan lari bersama dengan Alan. Di sisi lain ayah Danil tak ingin Danil hidup bersama Sarah. Karena Sarah masih saja berhubungan dengan Alan. Namun di sisi lain ia juga takut anak semata wayangnya jadi gila karena kehilangan Sarah.
Dan misi ayah Danil adalah menjauhkan Sarah dengan Alan. Dan membuat Sarah tak lagi bisa bertemu, atau bahkan emailan dengan Alan. Karena ia ingin Sarah dan Danil saling mencintai. Ia ingin Danil hidup bahagia bersama dengan Sarah.
Sarah yang tiba-tiba kram perutnya di bawa ke klinik rumah sakit. Keadaan Sarah baik-baik saja, dokter menyarankan agar Sarah tidak terlalu kecapean dan juga jangan banyak pikiran.
"Akhir-akhir ini saya memang banyak sekali pikiran dok." ucap Sarah.
"Bagaimana kalau dokter Sarah cuti saja, dan liburan bersama Tuan Danil." ucap dokter kandungan.
"Nanti akan saja atur waktunya." jawab Sarah.
Dokter menyuruh Sarah untuk istirahat dulu, beliau juga menelfon Danil dan mengatakan keadaan Sarah. Dokter kandungan itu juga menyarankan Danil agar mengajak Sarah liburan. Karena Sarah sepertinya sedang banyak pikiran. Danil mengiyakan ucapan dokter itu.
__ADS_1
Danil memikirkan akan mengajak Sarah liburan ke mana. Dan apakah Salsha juga harus di ajak berlibur. Atau ini kesempatannya untuk baby moon bersama dengan Sarah. Danil menelfon asistennya untuk mencarikan tiket pesawat ke luar kota. Mungkin liburan di Bali akan membuat Sarah senang.
Alan tengah makan siang di suatu restoran, dan tak sengaja ia bertemu dengan Mia. Alan menyapa Mia dan menyuruh Mia untuk duduk di sampingnya. Dan Mia duduk di kursi kosong dekat Alan.
"Eh...mas Alan di Bandung juga?" tanya Mia.
"Iya, kenapa kamu pergi?" tanya Alan.
"Aku..." Mia nampak gugup.
"Katakan ada apa?Apa yang terjadi?" tanya Alan lagi.
"Aku tak mau menganggu hubungan mas Alan dengan dokter Sarah." jawab Mia.
"Ku rasa hubungan ku dengan Sarah telah usai, ku biarkan Saran bahagia dengan pria itu. Karena bersama ku, hanya akan membuatnya menderita saja." Jawab Danil sambil menarik nafasnya.
"Lalu apa tujuan mas Alan kemari?" tanya Mia.
"Ku rasa Bandung kota yang cocok untuk menenangkan diri." Jawab Alan.
"Ku kira kamu ke Bandung karena mencari ku dan ingin bertemu denganku." Batin Mia.
"Loh ko bengong sih, mumpung di sini kamu boleh pesan apa aja." ucap Alan.
__ADS_1
"Serius?" tanya Mia.
"Ya, pesanlah." jawab Alan.
Mia mulai memesan makanan yang ia sukai. Begitu pula dengan Alan, lalu mereka makan bersama.
"Bodohnya diriku berpikir jika kamu mencari ku, jika kamu memilihku. Nampaknya hatimu masih milik Sarah." Batin Mia.
Mia menyatap makanan pesanannya, begitu pula dengan Alan. Nampak kosong itulah yang ada dipikiran Alan. Ia bersama dengan Mia, namun pikirannya melayang entah kemana.
"Mia di sini, namun masih saja aku memiliki Sarah." Batin Alan.
Jam makan siang Danil ke rumah sakit untuk menemui Sarah. Ia ingin melihat keadaan Sarah, ia memutuskan untuk mengajak Sarah liburan tanpa Salsha. Hanya dirinya dan Sarah saja. Sampailah di ruangan Sarah, namun Sarah tak ada di ruangannya. Kata resepsionis Sarah pergi keluar, atau sepertinya pulang.
Danil menelfon Sarah, namun Sarah tak mengangkat telfonnya. Dan itu membuatnya jadi cemas. Dan benar saja, ternyata taksi yang di tumpangi Sarah mengalami kecelakaan. Supir taksi kabur meninggalkan Sarah yang masih terjebak di dalam mobil.
"Sebesar apa pun aku menolaknya, sebenarnya aku masih ingin bersamamu Lan. Memperbaiki hubungan kita, dan menua bersama namun takdir memisahkan kita." ucap Sarah yang kemudian semuanya menjadi gelap.
Orang-orang membawa Sarah ke rumah sakit terdekat. Kondisi Sarah tidak luka para, namun tak diketahui pasti.
Alan tiba-tiba saja menjatuhkan gelas berisi air yang akan ia minum.
"Kenapa mas Alan? Apa mas tidak apa-apa?" tanya Mia.
__ADS_1
"Perasaan ku tidak enak." ucap Alan.