
Alan.
"Meninggalkanmu adalah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan. Dan saat ini aku ingin kembali denganmu, namun kamu memilih bersama dengan orang lai." -Alan-
Sarah
"Luka itu sudah sembuh, dan ketika kita akan kembali bersama kini mimpi buruk kembali hadir menerpa. Bersabarlah cinta jika takdir kita bersama pasti kita akan bersama." -Sarah-
Danil
"Aku tak memintamu untuk datang, jika kamu ingin pergi maka pergilah. Dan jika kamu ingin bertahan, maka hiduplah bersamaku. Dan akan ku coba untuk mencintaimu." -Danil-
Lea
"Balas dendam untuk rasa sakit yang ku rasakan adalah tujuanku saat ini." -Lea'
Fandy
"Aku masih di sini, sertia menantimu entah sampai kapan. Meski kau telah patahkan hatiku ini, akan selalu ada ruang untukmu di hatiku." -Fandy-
Mia
"Saat pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta denganmu." -Mia-
__ADS_1
Pagi itu Alan jalan-jalan bersama dengan Mia, Mia adalah pengajar Alan. Mia yang akan mendampingi Alan kemana pun Alan pergi. Mia juga mengajari Alan untuk lebih mempekakan indra lainnya. Jika matanya tak bisa melihat maka pendengar harus lebih tajam. Dan juga indra perabanya, maka dari itu ia harus belajar.
"Aku menyukai semangatmu, biasanya jika aku menemui orang yang sedang ada diposisimu pasti dia akan mengeluh dan terpuruk tapi kamu tidak."
"Karena aku punya alasan untuk semua ini."
"Apa?"
"Putriku."
"Bukanya kamu belum menikah?"
"Masalaluku, dan ku rasa kamu tak perlu tahu akan hal itu."
"Bailklah, maaf."
Mia kembali mengajari Alan, Mia nampak telaten mengajari Alan. Karena semangat Alan yang membara membuat Mia juga ikut bersemangat. Apalagi keluarga Alan membayarnya mahal untuk mengajari Alan. Dan orang tua Alan tak mau Alan putus asa.
Sarah terbangun dari tidurnya, ia terkejut karena dirimya tidur di kasur. Dan disampingnya ada Danil yang belum bangun. Danil terbangun dan melihat Sarah menatapnya aneh.
"Ada apa? Apa yang kamu pikirkan?"
"Kamu?"
"Lihat bajumu masih rapi, aku tak mungkin menodaimu lagi. Kemarin aku mengira kamu adalah Cantika?"
"Bagaimana bisa kamu mengiraku Cantika? Bilang saja kalau kamu cari kesempatan?"
"Untuk apa? Dengar ya aku ini ada masalah dengan otakku setelah kematian Cantika. Dan aku juga sering ke psikiater untuk memeriksakan kejiwaanku. Kadang aku merasa tidak waras karena sering melihat orang lain sebagai cantika."
"Kenapa aku memeluknya, kenapa aku melakukan hal itu. Aku tak tahu kenapa aku melakukan hal itu." Batin Sarah.
Sarah menatap wajahnya di cermin, ia kemudian membasuh wajahnya dengan air. Sarah mengambil gosok gigi lalu menuangkan pasta gigi. Sarah menggosok giginya, baru dilanjutkan mandi. Sarah berfikir jika saat ini pasti Danil tengah senang karena ia memeluknya barusan. Sarah lupa membawa handuk, Sarah berteriak pada Danil. Ia ingin Danil mengambilkan handuknya, mendengar teriakan Sarah Danil mengambilkan handuk Sarah.
"Awas ngintip."
"Lagian aku kan suamimu, dan halal bagiku untuk melihat lekuk tubuhmu itu."
"Ingat ya aku Sarah bukan Cantika."
"Aku tahu."
Sarah yang hanya membuka sedikit pintu kamar mandi agar Danil tak dapat melihatnya menutup kembali pintu kamar mandi. Sarah keluar dari kamar mandi, dan kini giliran Danil yang mandi. Danil masuk ke dalam kamar mandi, namun beberapa detik kemudian ia keluar lagi.
"Apa ini milikmu?"
Danil menenteng ****** ***** Sarah yang jatuh di lantai kamar mandi. Sarah segera menyaut ****** ********, ia sedikit malu. Dan Danil tersenyum seperti mengejek Sarah, Sarah selesai siap-siap ia ke kamar Salsha untuk melihat apakah putrinya sudah siap untuk ke sekolah.
Alan terjatuh ketika belajar berjalan menggunakan tongkat ditambah kondisi kakinya yang pincang. Alan bangkit lagi setelah Mia memberikan intruksi. Mia menyuruh Alan untuk istirahat saja karena sepertinya sudah cukup untuk latihan hari ini. Mia membelikan minuman untuk Alan.
"Apa kamu haus, tunggu sebentar."
Baru beberapa menit Mia sudah kembali membawakan minuman dingin untuk Alan. Alan kesulitan untuk minum dan Mia membantu Alan untuk minum.
"Terimakasih."
"Sama-sama."
__ADS_1
Mia mengantarkan Alan pulang karena tugasnya sudah selesai hari ini. Dalam perjapanan hanya hening saja, Alan hanya diam membisu begitu pula dengan Mia yang tak tahu harus bertanya apa pada Alan. Karena ia belum mengenal Alan dengan baik.
"Oh ya Mia besok bawa aku ke taman, aku ingin ke sana."
"Baiklah, kita sudah sampai. Mau dibantu masuk rumah atau berusaha sendiri?"
"Aku akan mencoba berusaha sendiri."
Alan masuk ke dalam rumahnya, ia berusaha menghafal jalan dan masuk ke dalam kamarnya. Sebelum pulang Mia berbicara dengan ibu Alan.
"Bagaimana dengan Alan? Apa dia mau belajar."
"Saya rasa putra ibu memiliki semangat yang begitu besar."
"Benarkah?"
"Iya bu, Alan sangat ingin mandiri."
"Baguslah."
"Kalau begitu saya pamit dulu, dan saya akan lanjutkan esok hari."
Mia hanya mengajar Alan 1 jam saja dari jam 6 pagi sampai jam 7 pagi saja. Karena Mia juga memiliki pekerjaan lain selain mengajari Alan. Mia meninggalkan rumah Alan.
Suasan meja makan Sarah, Sarah mengambilkan nasi dan juga lauk untuk Salsha dan juga Danil. Danil terus saja menatap Sarah. Dan entah apa yang sebenarnya difikirkan oleh Danil.
"Papa aku mau lihat papa cium mama."
Sarah terkejut mendengar ucapan Salsha, entah dari mana Salsha belajar kosa kata tersebut.
"Baiklah, tapi kenapa?"
"Biar romantis aja."
Danil mendekati Sarah, dan ia mencium kening Sarah. Perasaan aneh kini menjalar di tubuh Sarah. Rasa yang tak seharusnya ada. Apakah semudah ini ia bisa melupakan Alan.
"Tuhh kan udah, jangan nyuruh papa gitu lagi, kasihan mama. Lihat mukanya merah kaya tomat."
"Ahh..mama jangan malu dong."
Sarah hanya tersenyum saja dan kini ia melanjutkan makan. Karena sudah hampir jam 8 pagi, waktunya mereka semua untuk berangkat. Dan kali ini Salsha berangkat bersama dengan Sarah.
"Aku harap mama dan papa selalu bahagia."
"Tentu saja sayang, papa berangkat dulu. kamu semangat belajarnya."
"Iya Pa."
"**Bahkan aku tak mau jika hatiku berkhianat, tolong tetaplah mencintai Alan. Karena dia adalah cinta sejatiku. Dan Danil hanya orang asing yanh tiba-tiba saja datang dalam hidupku. Dan menjadi mimpi buruk yang menghancurkan takdirku bersama dengan Alan."
-Sarah Shakilah**-
Salsha terlihat bahagia karena sudah mendapatkan keluarga yang baru dan juga hangat.
-Bersambung-
Ayo vote hehhe
update aplikasi noveltoon kalian
__ADS_1