
Ibu Sarah tengah memasak soto ayam di dapur, soto yang akan dicampur racun yang akan diberikan untuk Sarah dan juga Salsha. Lea belum bangun dari tidurnya ia nampak masih lelah. Padahal hari sudah siang, karena hari minggu semua libur dan berada di rumah. Sarah takut jika Alan esok datang dan melamarnya, ia belum siap memulai hidup baru bersama Alan.
Sarah masih rebehan di kasur, ia merasakan capek dan ditubuhnya setelah seharian berkerja dan malamnya masih haru begadang menunggu Lea. Sedangkan Salsha sudah selesai mandi, kali ini Salsha dimandikan oleh asisten rumah tangganya. Karena Sarah terlalu lelah dan ia ingin beristirahat sejenak.
Sarah menatap langit-langit kamarnya, ia berharap Alan tak sungguh-sungguh melamarnya. Karena Lea pasti marah besar padanya. Dan ia tak mau hal itu terjadi, rasanya dunia tak adil untuk Sarah. Dulu ketika miskin ia mendapat sedikit kebahagian bersama ibunya namun ia harus berkerja keras. Sekarang ia punya banyak uang namun kehidupanya terasa hampa dan ibu sambung, serta adik tirinya tidak menerima kehadirannya.
Alan bersiap-siap untuk membeli cincin pertunangan cincin yang akan diberika Alan untuk Sarah. Ia masih ingat selera Sarah yang sederhana namun terlihat elegan. Cincin yang memiliki motif simpel namun tetap terlihat cantik ketika dikenakan. Akhirnya sebentar lagi ia bisa berama lagi dengan Sarah.
"Terimakasih tuhan telah memberikanku kesempatan kedua, dan aku berjanji tak akan menyakitinya lagi. Dan tak akan membuatnya menteskan air mata meski hanya satu tetes saja." Batin Alan.
Alan kemudian mandi dan bersiap untuk pergi ke toko mas, ia pergi sendiri. Ia tak mengajak Sarah karena ia ingin memberi kejutan untuk Sarah. Yang pasti Sarah akan suka dengan kejutan itu. Jika saja Sarah kembali membuka hatinya untuk Alan. Dan mulai hidup baru yang lebih indah.
Keluarga Sarah sarapan besama, Sarah merasa aneh karena tumben ibu tirinya memasak. Ibu tirinya juga mengambilkan nasi dan juga soto serta beberap lauk ke piringnya. Dan sebenarny racun itu sudah ditaruh dipiring yang akan diberikan pada Sarah. Sarah merasa ada yang aneh dengan sikap ibu tirinya itu. Lea masih terlihat ketus.
Sarah menerima nasi yang diberikan oleh ibu tirinya itu, ibu tirinya jug hendak mengambilkan Salsha. Namun Sarah mencegahnya karena Salsha ingin makn roti bakar. Sarah membakarkan roti untuk Salsha, Ken datang dan mengambil makanan Sarah. Ibu Ken panik jika nanti Ken yang memakannya.
"Ken itu punya Sarah, biar ibu ambilkan buat kamu."'
"Oh punya Sarah ya."
Sarah selesai membakarkan roti untuk Salsha, ia hendak sarapan namun tiba-tiba ponselnya beP0rdering. Karena ada pasien gawat darurat yang harus ia operasi. Meskipun ini adalah hari minggu, karena tugas dan sumpahnya sebagai seorang dokter maka mau tak mau ia harus berangkat ke rumah sakit.
"Enggak sarapan dulu?"
__ADS_1
"Nanti aja ya yah."
Rencana ibu Lea dan juga Lea gagal, tapi tak apa rencena kedua mereka pasti berhasil. Ibu Lea sudah menyuruh orang untuk memotong kabel rem mobil Sarah. Sebelum pergi Sarah memberikan kunci mobilnya pada Ken, ia menyuruh Ken untuk jalan-jalan dengan Salsha. Ken setuju karena memang saat ini mobilnya tengah berad di bengkel. Apa lagi ia juga ada janji dengan Rena kekasihnya. Sekalian jalan dengan Rena ke mall, Ken akan mengajak Salsha.
Gagal lagi rencana jahat Lea dan ibunya, tapi rencan ketiga mereka tak mungkin gagal. Lea menyuruh orang untuk menculik Sarah lalu membunuh Sarah. Sarah sudah sampai rumah sakit dengan naik taksi. Para penculik itu sudah mengintai Sarah. Jika Sarah keluar dari rumah sakit langsung bisa mereka tikam.
Alan tengah berada di toko perhiasan ia mencari cincin dan juga persihasan lainnya untuk seserahan. Alan akan melamar Sarah, dan membawa Sarah untuk hidup bersama denganya. Senyum Alan mengembang ketika menemukan cincin ia cari. Cincin yang akan ia berikan pada Sarah.
2 jam kemudian Sarah selesai dengan operasinya, ia bergegas pulang. Sarah naik taksi, dalam perjalanan suasana hening. Dan ternyata taksi yang dikendarai Sarah sudah dibajak oleh para penculik suruhan ibu Lea. Sarah mulai panik karena rute jalan berbeda dengan yang biasa ia lewati.
"Kok lewat sini Pak?"
"Jalan biasanya macet jam segini neng."
"Kok kayaknya enggak ngampai-nyapai ya pak?"
Taksi itu berhenti di sebuah gedung tua, Sarah di bawa paksa masuk ke sana. Sarah sudah mencoba lari, namun para penculik itu lebih kuat. kaki dan tangan Sarah diikat, para penculik itu tertawa ria.
"Mau apa kalian? Siapa yang menyuruh kalian?"
"Bos besar kita ingin kamu mati, tapi sebelum mati karena kamu cantik boleh dong kita cicipi."
"Hentikan lepaskan, jangan mendekat."
__ADS_1
Penculik itu menelfon seseorang, dan mengatakan jika Sarah sudah berhasil diamankan. Sarah mulai menebak siapa yang melakukan ini padanya. Sarah yakin ini adalah ulah Lea kalau tidak ibu Lea atau malah ulah Alan. Tiga nama itu yang kini teriang di kepala Sarah. Sarah hanya bisa berharap nasib baik memihak kepadanya.
Sarah berteriak minta tolong, karena berisik para penculik itu menyumpal mulut Sarah dengan kain. Sarah kini hanya bisa menangis, karena ingin berteriak pun tak bisa. Dan pasti juga tak akan ada yang bisa mendengarnya.
"Jangan habisi dia dulu, karena aku akan datang dan memberikanya penawaran."
"Siap bos."
Percakapan Lea dengan bos penculik Sarah, Sarah mulai kehabisan tenaga apalagi tadi ia belum Sarapan. Sarah terlihat lemas dan juga pucat. Salah satu dari penculik itu keluar setelah tahu jika Sarah pucat. Penculik itu keluar satu untuk mencarikan Sarah makanan.
"Ya allah berikan aku kesempatan sekali lagi, aku ingin tetap hidup dan bersama dengan Salsha." Batin Sarah.
Ken yang pergi menggunakan mobil Lea bersama dengan Salsha dan juga kekasih Ken mengalami kecelakaan karena rem mobil Sarah blong. Mobil Sarah menabrak pohon, benturan tidak terlalu keras namun membuat Ken, Salsha dan kekasih Ken luka. Dan yang paling parah adalah Ken. Ibu Ken lupa memberi tahu Ken untuk tidak naik mobil Sarah. Dan kini malah anaknya sendiri yang terkena jebakannya.
Mereka sudah dilarikan ke rumah sakit, pihak rumah sakit belum menghubungi keluarga Ken. Salsha juga terluka meskipun tidak parah. Dan kekasi Ken terluka cukup parah namun lebih parah Ken. Ayah Ken yang mendapatkan kabat duka itu langsung ke rumah sakit.
Alan mencoba menelfon Sarah namun tak diangkat, Alan bertanya pada Lea dan Lea mengayakan tidak tahu keberadaan Sarah. Alan cemaa akan keadaan Sarah, ia memutuskan untuk mencari Sarah.
"Cantik bos."
"Kita nikmati dulu bos."
-Bersambung-
__ADS_1
Haik baru up ya