
..."Aku masih mencintaimu, tapi aku tak mau bersama denganmu. Aku masih ada rasa denganmu, namun ku biarkan waktu mengahapus rasa itu."...
...-Sarah-...
Sarah masih menangis di dalam taksi, ingatan masalalunya kembali muncul. Ketika Alan menyuruhnya untuk mengugurkan kadunganya. Dan kini Alan malah mencari janin yang hampir saja dibunuh olehnya.
"Tak akan ku biarkan siapa saja menyakitimu, karena kamu adalah semangat mama." Batin Sarah.
Alan juga meninggalkan rumah sakit, ia tak mau lama-lama di rumah sakit. Alan ingin mengejar Sarah, namun ia ingat lagu semakin kau kerjar semakin kau jauh tak pernah letih mendapatkanmu. Alan memutuskan untuk kembali ke tempat kerjanya karena ada sesuatu yang harus ia ambil sebelum ia pulang.
Tak lupa pula Alan mengechat Lea, Alan akan mendekati Lea untuk bisa dekat dengan Salsha. Ia juga ingin tahu apakah Sarah masih ada rasa untuknya. Alan yakin Lea adalah adik Sarah, karena terdapat beberapa kemiripan diantara Sarah dan juga Lea. Karena memang mereka memiliki ayah yang sama namum beda ibu.
Malam itu Alan chat Lea, Alan mengatakan jika ia ingimn bertemu dengan Lea. Dan meminta Lea untuk mengajak Salsha. Lea tak bisa menolak permintaan laki-laki setampan Alan. Meski harus membawa Lea, tak masalah baginya yang penting ia bisa kencan dengan Alan. Seorang pengacara tampan, kaya dan juga sukses diusia muda dibisnis makanan.
"Senangnya diajak kencan." Guman Lea.
Lea senang sekali, ia memutuskan untuk mencari-cari baju yang pas untuk kencan esok hari sepulang dari kuliah. Karena hari larut malam Lea tertidur, sedangkan Sarah masih merenung di kamarnya. Ia ingat kejadian ketika Alan meneluknya paksa. Dan memintanya untuk kembali lagi.
"Bahkan aku tak tahu kenapa separuh hatiku pergi, pergi ketempat orang yang salah." Batin Sarah.
Makan malam bersama, Ken melihat perbedaan pada Lea. Lea jadi tidak ketus dengan Salsha, malah Lea menyuapi Salsha. Sarah yang banyak fikiran tidak terlalu memperhatikan perbedaan Lea. Salsha juga terlihat senang karena Lea sudah tidak ketus lagi padanya.
"Gimana kerjanya? Lancarkan?"
"Lancar ayah, semua berjalan sesuai mestinya tapi tidak dengan hatiku."
"Dengan apa?" Ayah sarah kembali bertanya katena memang suara Sarah pelan.
__ADS_1
"Dengan semua itu semoga saja selamat semuanya."
..."Aku ingin menatapmu, memelukmu, menciumu, menggapaimu namun tak bisa."...
...-Sarah-...
Malam yang sunyi dan juga sepi, Salsha yang sudah tidur karena sudag dibacakan cerita oleh Sarah. Sarah mengusap rambut Salsha. Ia berharap Alan tidak mempengaruhi Salsha nantinya. Karena pada kenyataannya Alan yang dulu tidak menginginkan kehadiran Salsha. Dan hampir saja Salsha gugur diruang aborsi.
"Jadi anak yang sholekah ya nak, temani mama sampai tua nanti " Guman Sarah.
Sarah meninggalkan kamar Salsha dan menuju kamarnya. Sebelum ke kamarnya Sarah melewati kamar Lea. Lea yang ternyata belum tidur karena sibuk main ponsel. Entah apa yang dikerjakan dengan ponsel yang ia pengang. Sarah masuk ke dalam kamarnya, hendak tidur namun sulit.
Pagi itu Alan datang ke rumah Sarah, ia bertujuan untuk menjeput Lea. Karena mereka sudah janjian dengan Lea lewat WA. Alan ingin melihat putrinya dan ingin lebih dekat dengan Salsha. Agar nantinya Sarah akan lebih mudah untuk menerimanya lagi. Dan Alam bisa memperbaiki kesalahanya itu.
Sampailah di depan rumah Lea, Lea yang memberikan lokasinya lewat aplikasi WA. Lea senang karena ada juga akhirnya laki-laki yang mendekatinya. Banyak yang bilang Lea itu jutek hingga tak ada laki-laki yang berani mendekatinya. Sarah melihat Alan menjemput Lea.
"Mama, kemarin om itu beliin aku mainan. Om itu baik Ma, dia bilang panggil aja papa."
"Salsha sayang, jangan panggil dia papa nanti papa marah loh. Papakan Salshakan sudah bersama dengan Allah Swt."
"Iya ma."
Sarah berangkat mengantarkan Salsha sedangkan Alan mengantarkan Lea. Lea juga sudah bilang biar nanti siang dirinya yang akan menjemput Salsha. Dengan alasan takut Sarah kecapean di musim virus seperti ini. Wabah yang sampai saat ini belum ditemukan vaksinya. Jadi tenaga medis harus berkerja lebih keras lagi.
Di dalam mobil Alan bertanya-tanya pada Lea, hanya pertanyaan biasa saja. Hingga pada akhirnya ia bertanya tentang Sarah.
"Salsha itu anak kakak kamu?"
__ADS_1
"Iya yang dokter itu, kakak tiri tepatnya."
"Ohh..jadi ibunya Salsha itu anak ayah atau ibu kamu?"
"Sarah anak ayah dengan wanita lain, sekitar 5 tahun yang lalu semua terbongkar ketika ibu Sarah meninggal dan menitipkan Sarah pada ayah. Dan Sarah dalam kondisi hamil. Dengar-dengar Sarah itu wanita panggilan gitu dulunya. Eh kok malah curhat sih."
"Enggak apa-apa kok."
Akhirnya sampai juga di kampus Lea, teman-teman Lea syok ketika melihat Lea diantarkan oleh seorang laki-laki tampan seperti Alan. Karena waktu Alan tak banyak untuk melayani cewek-cewek yang minta foto ia pamit pergi karena ada urusan yang harus ia selesaikan.
Sarah juga sudah berada di rumah sakit, masih dalam kondisi kepikiran dengan Lea. Sarah takut Lea akan jadi korban berikutnya. Atau nanti Lea akan sakit hati karena Alan mendekatinya hanya untuk dekat dengan Salsha. Sarah mencoba fokus karena ada banyak pasiem yang harus ia tangani. Seperti sumpahnya dulu sebelum menjadi dokter.
"Aku rela kamu bersama orang lain, tapi jangan dengan Lea. Ku mohon tolong menghilang dari hidupku." Batin Sarah.
Fandy menyiapkan party kecil-kecilan untuk memberi kejutan ulang tahun untuk Sarah. Meski Sarah menolaknya Fandy tetap ingin dekat dengan Sarah. Mungkin itulah pepatah "Aku bahagia jika melihatmu bahagia meski bukan bersamaku" namun itu hanya sebuah pepatah. Dan tetap saja Fandy merasakan sakit hati yang ia ubah menjadi senyuman.
Alan telah selesai dengan urusanya ia kembali mangkal di rumah sakit demi bertemu dengan Sarah. Alan benar-benar ingin kembali dengan Sarah. Namun jalan yang baru saja Alan tempuh bisa saja membahayakan Sarah. Karena Lea sama sekali tak suka dengan Sarah, takutnya jika nanti Lea tahu yang sebenarnya Lea akan menyakiti Sarah..
..."Aku menunggumu, aku akan menunggumu sampai kamau mau. Aku ingin memperbaiki luka dimasa lalu, karena memang aku tak bisa lupa akan kenangan itu. Semakin ku coba lupakanmu semakin sulit lupa. Dan kini aku ingin bersamamu lagi, memulai semua dari awal lagi meski aku tahu tak akan pernah mudah bagimu untuk menerimaku lagi. Setelah apa yang ku perbuat selama ini kepadamu."...
...-Alan-...
-Bersambung-
Terimakasih Author ucapkan untuk para pembaca setia terimkasih untuk yang sudah Vote, Rate, Like, komentar dan juga love. Terimakasih untuk doanya, sehingga Author pulih dengan cepat.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
__ADS_1