Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
part tiga


__ADS_3

setelah menempuh jarak sekitar tiga puluh menit Leony dan Natalia pun sampai dikediaman putra yang tak bukan adalah rumah Leony. Natalia ikut Leony pulang karena ingin menyalin catatan Leony sekaligus meminta jawaban pr untuk besok.


Leony mengajak Natalia ke kamar dirinya setelah sebelumnya delivery order makan siang mereka. sedangkan Natalia sedang terbengong kagum dengan rumah Leony yang sangat sangat besar bahkan rumah dirinya kalah. ini kali pertama dirinya datang ke rumah Leony, ia tak menyangka Leony anak dari orang yang sangat-sangat kaya.


"Ny ini rumah kamu? "tanya Natalia kaget.


"Bukan, rumah tetanggaku, "balas Leony jengah.


"Seriusan? Kau tinggal sendiri di sini? "tanya Natalia lagi.


"*N*ope, asistent rumah tangga dan satpam juga tinggal di sini, "ucap Leony sambil memilih baju yang akan ia pakai.


"Ouh ter- "sebelum Natalia bertanya lagi pintu kamar Leony di ketuk oleh seseorang.


tok...


*tok...


tok*...


"Siapa?! "tanya Leony yang masih fokus dengan lemari pakaiannya.


"Aku, "terdengar suara seorang laki-laki dari luar.


mendengar suara itu Leony langsung berlari menuju pintu kamarnya. Natalia yang melihatnya hanya bisa terheran-heran.

__ADS_1


ceklek...


"Kau dari mana saja! "kesal Leony memeluk seseorang.


"Maafkan aku honey, kau tahu kan perusahaan papamu itu sangat besar, aku harus mengurus semua cabang perusahaan termasuk perusahaan pusat, "ucap pria itu memeluk dan sesekali mengecup kening Leony. dia sangat menyayangi Leony sebagai adiknya ah ralat, sebagai kekasih nya.


"Ny...siapa dia? "tanya Natalia bingung.


"Ah... dia, dia... eum.... kaki tangan papaku, "ucap Leony terbata.


"Oh, Natalia, "ucap Natalia memperkenalkan diri sekaligus mengulurkan tangan.


"Stevan, "laki laki bernama Stevan itu bukannya membalas jabat tangan Natalia malah nyelonong masuk ke kamar Leony tanpa permisi.


"Dia menolakmu? "tanya Stevan menatap Leony sambil merebahkan tubuhnya di kasur Leony.


"lalu siapa si culun itu? "tanya Stevan lagi, sambil menatap tajam Leony.


"jaga ucapanmu Stevan, "ucap Leony lembut sambil menyentil kening Stevan sangat keras.


pletak...


"Baiklah, maaf, siapa pria yang memberikan mu sebuah kotak dan bunga beserta cokelat? "ucap Stevan menekankan kata kotak, bunga, dan cokelat. jelas sekali bahwa ia sedang cemburu.


"Dia pria yang hampir menjadi suamiku dulu, "ucap Leony pelan sambil mengambil pakaian nya dan Stevan yang tersimpan di lemarinya.

__ADS_1


"Apa?! "Natalia yang sedari tadi berdiri bagaikan nyamuk yang tak dianggap pun bersuara.


"Iya, dulu papaku dan papanya Arslan menjalin kerjasama yang sangat menguntungkan salah satu caranya ya aku dan Arslan harus menikah. tapi..., jelas Leony menggantung.


"Tapi apa?! "bentak Natalia tak sabaran.


"Jangan pernah membentak majikanku Nona, jika Kau tak ingin mati ditanganku, "ancam Stevan menatap tajam Natalia.


"Stevan sudahlah, "ucap Leony menenangkan Stevan yang mudah emosi jika hal apapun menyangkut dirinya.


"Dia yang duluan! "ucap Stevan ngambek tak senang disalahkan, lalu mengganti posisi dengan tengkurap menenggelamkan wajahnya di bantal yang selalu dipakai Leony.


"Tapi semua itu dibatalkan karena ayah Arslan meninggal dan bunda Arslan membatalkan perjodohan konyol itu karena ia tak setuju anaknya dijodohkan seperti itu sama hal nya dengan almh mamaku, "jelas Leony mengabaikan Stevan yang ngambek.


"Oh jadi itu sebabnya kau bersikap manis pada si culun itu? apa kau menyukainya? "tanya Natalia menggoda Leony.


"Tidak mungkin! sudah sana pulang saja kau! "sahut Stevan yang sudah panas mendengar perbincangan Leony dan Natalia.


setelah itu Stevan benar-benar mengusir Natalia, dia mengunci pintu depan rapat-rapat. lalu memasukkan kunci rumah Leony ke sakunya.


❤️❤️❤️


jangan lupa like dan komen❤️


love you all...

__ADS_1


TBC


__ADS_2