
"Jika aku mencintaimu apakah kamu mau mencoba membuka hati untukku."
Sarah menatap Fandy, ia tak bisa memaksakan perasaanya itu. Karena memang separuh hati Sarah masih untuk Alan. Dan seperuhnya lagi tak tahu ada di mana. Sarah menarik nafasnya panjang, sambil melihat kearah Fandy.
"Cobalah membuka hati untuk orang lain, karena aku tidak memiliki perasaan apapun. Karena kamu sudah aku anggap seperti kakaku sendiri. Tentaplah jadi sahabat, kakak seperti saat ini."
Nayla dimakamkan, Alan melepaskan kepergian Nayla. Alan hanya bisa mendoakan Nayla semoga Nayla diterima di sisi Allah Swt. Acara pemakaman selesai, Alan pulang ke rumah. Ia masih tak menyangka jika Nayla pergi secepat itu. Dan itu semua karenanya, persaan bersalah kini mulai menghantui Alan.
Pagi itu Sarah dan keluarganya sarapan bersama. Ken terlihat tengah menyuapi Salsha. Ken sepertinya sayang sekali dengan Salsha. Ken yang suka dengan anak kecil, dan Lea yang sama sekali tidak suka dengan anak kecil. Sarah senang karena ternyata selama ini Salsha tidak kekurangan kasih sayang.
"Ken nanti aku minta tolong jemput Salsha ya?"
"Aku tidak bisa, mungkin Lea bisa?"
"Aku sibuk Kak, enggak bisa juga."
"Sibuk apa? Hari ini kamu kan libur kuliah."
"Kalau Lea enggak mau nanti biar ayah yang jemput."
"Iya-iya nanti Lea yang akan jemput Salsha."
Sarah dan yang lainnya kini telah pergi ke tempat kerja masing-masing Lea masih terlihat kesal karena harus menjemput Salsha. Dari pertama kali Salsha datang Lea sudah tidak suka dengan Salsha. Sarah dan Kenzo berangkat bersama, sedangkan Lea di rumah saja.
Siang itu Lea menjemput Salsha, Lea mengenakan mobil hadiah dari ayahnya. Lea nampak santai, ia tak mau menunggu terlalu lama menunggu Salsha. Sampailah Lea di sekolahan Salsha. Lea keluar dari mobilnya itu. Ketika berjalan Lea tidak memperhatikan jika ada sepeda motor yang lewat. Nyaris saja ia tertabrak namun untung saja ada Alan yang yang menolong Lea. Lea dan Alan saling pandang satu sama lain, seperti adegan klise di senetron atau film-film saja.
Beberapa sekon kemudian barulah Lea sadar, Alan menyuruh Lea untuk tenang. Alan menyuruh Lea untuk duduk, sedangkan Alan kini membelikan minuman untuk Lea yang jaraknya tidak jauh. Alan menyuruh Lea untuk minum dulu agar Lea tenang. Lea meminum minuman yang di beli oleh Alan.
"Terimakasih ya."
"Sama-sama, lain kali kalau nyebrang hati-hati."
__ADS_1
"Iya, tadi meleng. Aku Lea."
Lea mengulurkan tanganya, dan Alan menjabat tangan Lea. Alan tersenyum kearah Lea, keduanya saling lempar senyum.
"Alan."
"Di sini jempur siapa?"
"Hanya kebetulan lewat dan istrirahat sebentar, kamu sendiri jemput ponakan atau anak?"
"Ponakan."
Salsha keluar dari sekolahan, ia yang melihat Lea langsung mendekati Lea.
"Mama Sarah kemana, kok tante Lea yang jemput Salsha."
"Mama kamu ada urusan."
Lea jatuh cinta pada padangan pertama dengan Alan, Alan yang tampan dan juga baik. Apalagi Alan telah menyelamatkan nyawanya tadi. Di dalam mobil Salsha terus bertanya hingga membuat Lea kesal saja. Akhirnya mereka sampai di rumah, Lea langsung turun dan langsung ke kamarnya. Sedangkan Lea pergi entah kemana dengan mobilnya itu.
Sarah tengah menangani pasien dengan jenis penyakit langka, apa lagi saat ini negara tengah diserang virus yang mematikan. Meski ada beberpa orang yang kebal setelah terpapas virus ini. Tenaga medis dan staf rumah sakit kini berkerja keras untuk menyembuhkan orang sakit dari virus covid 19. Maka dari itu Sarah harus berkerja ekstra, apalagi jika nanti wabah virus semakin parah pastinya Sarah tak akan bisa berada lama di rumah. Ia akan disibukan di rumah sakit, dan yang parah bisa saja Sarah tidak menemui Salsha karena takut Salsha bisa tertular virus ini.
..."Ternyata bahagia itu tidak diukur dari harta, ternyata bahagia itu ketika ada orang yang menolong kita dari nereka yang namanya kesepian."...
...-Alan-...
Alan akan mendekati Lea agar ia bisa masuk di dalam keluarga Sarah. Alan ingin setiap hari melihat Sarah, ia sangat ingin Sarah mengerti jika dirinya benar-benar ingin bersama Sarah.
Sarah baru saja selesai menangani pasien, dan kini barulah ia sempat untuk makan siang. Meski sudah bisa tak di katakan siang lagi. Pukul 15:00 baru sempat untuk Sarah makan. Sarah kepikiran Salsha, karena Lea yang menjemput Salsha. Ia takut Lea tak menjemput Salsha. Karena Sarah tahu Lea tak suka dengan kehadirannya dan juga Salsha.
"Tuhan lindungi anakku, dimana pun dia berada." Batin Sarah.
__ADS_1
Sarah selesai makan siang, atau lebih tepatnya makan sore. Alan hendak pulang ke rumah, karena ia ingin memaatika apakah Salsha sudah berada di rumah atau belum. Sarah menunggu taksi, karena tadi ia tak membawa mobil sendiri karena tadi Ken yang mengantarkanya. Sialnya Sarah bertemu dengan Alan, Alan yang telah stand by di depan rumah sakit.
"Sarah, aku mau bicara sebentar."
"Sepertinya tak ada lagi yang bisa kita bicarakan, kamu yang menyelesai semuanya bukan aku."
"Salsha anak kita kan?"
Sarah terdiam, dari mana Alan tau nama anaknya. Apakah Alan sudah bertemu dengan Salsha, fikiran Sarah melayang-layang. Karena ia takut Salsha jadi dekat dengan Alan.
"Kenapa diam, apa karena memang kenyataanya seperti itu?"
"Bukan Salsha bukan anak kamu, ayah Salsha sudah mati."
"Tolong maafkan aku."
Alan memeluk paksa Sarah diparkiran rumah sakit, entah apa yang difikirkan Alan sehingga Alan bisa senekat itu. Sarah meronta-ronta, ia tak ingin terhanyut dalam rayuan Alan. Ia tak mau masuk ke lubang yang sama. Mengulang kesalahan yang pernah ia perbuat dulu.
"Lepaskan, tak ada kata maaf lagi untukmu. Semua maafku sudah habis."
Sarah melepaskan pelukan Alan, ia menatap Alan dengan tatapan tajam. Alan membalas tatapan Sarah, keduanya saling pandang. Hanya berbeda ada amarah yang mengebu-gebu di hati Sarah.
"Jangan datang lagi kalau hanya akan pergi lagi, jangan kembali lagi jika kamu akan menghilang lagi. Jika kamu mencintaiku dan juga Salsha tolong biarkan kami bahagia dengan cara kami."
Salsha meninggalkan Alan, air matanya sedikit keluar membasahi pipinya. Namun segera ia usap agar Alan tidak tahu.
..."Aku datang bukan untuk pergi lagi, dan aku kembali bukan untuk menghilang lagi. Dan aku yakin bahagiamu dan Salsha adalah bersamaku."...
...-Alan-...
Terimakasih untuk kalian yang sudah Vote, Rate bintang 5, Like, komentar. Komentar kalian adalah semangat Author. Dan terimkasih telah mendoakan Author cepat sembuh. Alhamdulilah sudah sembuh tinggal pemulihan saja.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Rate, Like, komentar, dan juga Love.