Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(71)Bandara


__ADS_3

"Aku jadi ragu, dan aku tak tahu harus bagaimana. Danil suamiku dia sangat romantis dan juga manis. Tapi disisi lain kisah cinta dengan Alan lebih legendaris. Aku mulai ragu kembali dengan Alan." - Sarah.


"Malam ini saja sayang, aku ingin hakku. Dan ini adalah kewajibanmu, dosa tau kalau menolak suami." ucap Danil mencoba merayu Sarah.


Sarah masih terdiam ia bingung, ia tak mau disentuh Danil karena ia telah berkhianat dan sering bertemu dengan Alan. Sarah tak mau dianggap wanita murahan, karena mau dengan siapa saja.


"Kok diam sayang, ayo kita lakukan malam ini saja." ucap Danil.


Sarah tiba-tiba memegangi perutnya, ia pura-pura sakit perut. Danil nampak panik ia tak tahu harua berbuat apa.


"Aku harus bagaimana sayang?" tanya Danil sedikit panik.


"Elus-elus mas, sakit mas." ucap Sarah.


Danil mengelus lembut perut Sarah yang sebenarnya tak apa-apa. Sarah hanya pura-pura karena ia tak mau berhubungan intim dengan Danil. Sarah memperhatikan Danil yang tengah mengusap perutnya itu.


"Kamu baik-baik saja kan Nak? Kamu yang di dalam perut." ucap Danil mengajak bicara janinnya itu.


"Udah mendingan mas, tapi masih mau dielus-elus sama papa dedeknya." ucap Sarah.


Danil mencium perut Sarah, dan ia mengucapkan kalimat-kalimat sayang pada calon bayinya itu. Sarah tersenyum ketika Danil menatap wajahnya itu.


"Sudah mas tidurlah, besok kami berangkat pagi kan? Nanti kesiangan." ucap Sarah.


Danil mengentikan aktifitasnya mengelus perut Sarah, mereka pindah posisi dengan Danil memeluk Sarah dari belakang. Tentuhnya Danil masih mengusap perut Sarah, hingga keduanya terlelap dalam tidur mereka.


"Biarkan seperti ini, aku bahagia tuhan saat ini." Batin Danil.


Danil yakin jika Cantika pasti sudah merestuinya menikah lagi. Karena saat ini Danil sudah menemukan kebahagiaan yang ia rindukan. Dan mungkin juga saat ini trauma yang dialami oleh Danil juga sudah sembuh. Danil tak lagi kasar dan tak lagi bersikap aneh. Semuanya berjalan normal, dan layaknya pasangan pada umumnya.

__ADS_1


Lea tak terima dengan perbuatan keluarga Danil, dan Lea akan membuat perhitungan dengan Sarah. Lea ingin Sarah memohon pada ayah Danil untuk mengembalikan semuanya. Ia tak rela jika harus makan dari hasil keringat Sarah. Lea masih sakit hati atas perbuatan Sarah dan Alan yang telah mempermainkan hatinya. Alan yang berpura-pura mendekatinya, yang ternyata hanya ingin bersama dengan Sarah.


"Lihat saja nanti Sarah, kamu harus membayar untuk semua ini." gerutu Lea di depan cermin.


Pagi harinya Sarah bangun dari tidurnya, ia memasak untuk Danil. Sekali-kali ia ingin memberi kejutan untuk suaminya itu. Dan ternyata Salsha juga sudah bangun, karena ia tak mau ketinggalan jika ayahnya berangkat sangat pagi sekali. Salsha menyusul Danil di kamar Danil, dan ikut tidur bersama dengan Danil. Dan Danil belum menyadari jika posisi Sarah digantikan oleh Salsha.


Sementara itu Sarah masih sibuk memasak, ia membuatkan nasi goreng istimewa untuk suaminya itu. Karena semalam Danil begitu romantis padanya sampai membelikanya hadiah mahal untuknya. Akhirnya matang juga, Sarah masuk ke kamar hendak membangunkan Danil. Namun ia terkejut karena ada Salsha disana yang tengah memeluk papanya sambil merengek papa jangan pergi.


"Papa jangan pergi, di sini aja sama Salsha dan mama." ucap Salsha.


Danil hanya tersenyum dan tak menjawab apa-apa, Sarah juga menatap putri kecilnya itu.


"Salsha sayang, papa pergi untuk kita loh. Papa cari uang buat Salsha dan mama. Jadi papa itu sayang sama kita, jadi jangan gitu nanti papa sedih." ucap Sarah.


"Apa papa juga sedih sama kaya aku?" tanya Salsha.


"Salsha enggak mau apa-apa yang penting papa cepat pulang." ucap Salsha.


Danil dan Sarah memeluk Salsha erat, mereka sangat menyayangi putri mereka. Danil yang ayah sambung juga bisa sesayang itu pada Salsha. Seperti keluarga bahagia, namun tinggal Sarah yang masih belum bisa menerima Danil dan masih mengharapkan Alan.


Danil menyuruh Salsha mandi, dan setelah mandi barulah mereka akan sarapan bersama. Sarah masuk ke kamar mandi sementara Danil mengantarkan Salsha mandi. Salsha sudah bisa mandi sendiri, namun ia maunya ditunggu di depan pintu. Sarah menguyur badanya dengan air, kesegaran ia rasakan. Pikiranya melayang, saat nanti Danil ke luar kota ia bisa bertemu dengan Alan sepajang hari.


Sementara itu suasana di rumah Alan sangatlah sepi, hanya ada Reza, dan juga 4 pembantu Alan. Kedua orang tua Alan masih disibukan dengan pekerjaan mereka. Dan baru akan pulang nanti saat Alan akan melalukan pencopotan perban tanya itu. Saat ini Alan dan Reza tengah berada di meja makan. Mereka bersiap untuk Sarapan bersama, sepi itulah yang dirasakan oleh Alan.


"Andai saja ada Sarah dan Salsha, pasti aku tidak akan kesepian lagi." ucap Alan.


Reza hanya diam saja, ia tak mau ikut campur dalam masalah pribadi Alan.


"Za, tolong kupaskan buah apel untukku, aku mau makan apel." ucap Alan.

__ADS_1


"Iya mas, saya kupaskan. Tunggu sebentar." jawab Reza.


"Nikamati sunyi ini, dan sebentar lagi pasti kita bisa bersama lagi. Keluarga kecilku yang sangat aku rindukan." Batin Alan.


Sarah, Danil dan juga putri cantik mereka telah berada di meja makan dan bersiap untuk Sarapan. Danil nampak memcoba terus menggoda Sarah. Namun Sarah tidak terpancing akan godaan Danil. Karena fikiran Sarah sudah melayang entah kemana. Selesai Sarapan, mereka mengantar Salsha. Dan Sarah mengantar Danil ke bandara.


"Salsha mau papa cepat pulang." ucap Salsha.


"Iya sayang papa akan cepat pulang, papa janji pokoknya." ucap Danil.


Salsha memeluk Danil sebelum masuk ke dalam sekolahan. Salsha nampak sedih sekali karena ditinggal Danil keluar kota.


"Sayang papa." ucap Salsha.


"Salsha jangan nakal, papa pergi dulu." ucap Danil.


"Iya pa."


Danil meninggalkan Salsha dan masuk ke dalam mobil, Salsha melabaikan tangannya begitu pula dengan Danil yang berpamitan. Mereka kini menuju bandara, dalam perjalanan Danil masih saja menggoda Sarah. Namun Sarah hanya tersenyum kecil saja. Seperti tak tertarik dengan godaan Danil. Akhirnya sampai juga di bandara, sebelum turun dari mobil Danil mencium kening Sarah.


"Boleh ya?" ucap Danil sambil menyentuh bibir Sarah.


Danil mengecup bibir Sarah, mereka saling mengecup bibir dan saling bertukar liur. Danil nampak menikmati, meski Sarah hanya memandang semu entah kemana pandangan Sarah. Danil memeluk Sarah sangat erat sekali.


-Bersambung-


Datang lagiii akunyaa hehe.


Jangan lupa tinggalkan jejak, karena itu motivasi author untuk uppp hehe.

__ADS_1


__ADS_2