
Selamat Malam semua.
Bantu Rate bintang 5 buat cerita ini ya.
"Benarkah kamu mau kembali padaku dan kita mulai hidup baru, aku, kamu dan Salsha?"
Sarah hanya mengangguk saja, Sarah menutupi tubuh bugil Lea. Sarah memakaikan kembali pakaian Lea, Alan puas karena pada akhirnya Sarah kembali lagi kepeluknya. Dan dia tak akan menyakiti Sarah dan juga Salsha. Alan ingin menebus kesalahan yang dulu telah ia perbuat.
Alan meninggalkan tempat kejadian bersama dengan Sarah dan Lea yang dibopong Alan masuk ke dalam mobil Alan. Efek obat bius itu akan bertahan sampai pagi, jadi malam ini ia dan Lea tak pulang. Sarah tak mungkin membawa pulang Lea dalam keadaan seperti ini. Bisa-bisa ibu Lea sangat marah dengan Sarah, meski Lea pingsan bukan karena Sarah.
Alan mengegam tangan Sarah erat-erat, Alan bisa merasakan tangan Sarah dingin tanda jika saat ini Sarah tengah gugup.
"Aku mencintaimu, dan aku berjanji akan menebus semua kesalahanku padamu. Aku sudah menyiapkan rumah untuk kita tinggali nanti setelah menikah. Dan aku janji tak akan menyakitimu, dan tak akan membiarkan Salsha terlantar."
"Iya baguslah kalau begitu."
Sarah nampak cuek, karena ia memikirkan reaksi Lea ketika bangun nanti. Dan reaksi Lea ketika tahu Alan akan melamar Sarah. Dan juga akan segera menikah dengan Sarah. Pasti Lea akan sangat marah hancur dan juga terpukul. Apa lagi Lea terlihat sangat bahagia ketika dekat dengan Alan.
Salsha terus bertanya pada Ken kapan mamanya pulang karena sudah larut malam namun Sarah belum juga pulang. Ken sudah beberapa kali mencoba menghubungi Sarah namun hasilnya nihil. Sarah tak mengangkay telfonnya. Ken juga cemas karena Lea dan Alan juga belum kembali. Ken takut apa yang dikatakan Sarah benar jika Alan hanya akan merusak Lea sebagai ancaman agar Sarah kembali pada Alan.
"Lindungi adik-adiku ya Allah, lindungi mereka di mana pun mereka berada." Batin Ken.
Ken menyuruh Salsha untuk tidur, Ken berbohong pada Salsha ia mengatakan jika Sarah akan kembali esok pagi karena banyak pasien yang harus diselamatkan oleh mamanya. Ken menyuruh Salsha untuk tidur, Ken membacakan cerita untuk Salsha. Salsha tertidur pulas, Ken langsung keluar kamar Sarah ketika ia yakin Salsha sudah tidur pulas. Ken mengambil jaket dan memakainya, ia pergi dengan mobilnya untuk mencari Lea dan juga Sarah.
Ken ke rumah sakit terlebih dahalu, ia ingin memastikan apakah Sarah benar-benar masih ada di rumah sakit atau tidak. Karena perasaanya mengatakan jika saat ini Sarah bersama dengan Alan dan juga Lea.
"Semoga semua baik-baik saja ya Allah." Batin Ken.
__ADS_1
Sarah dan Alan membawa Lea ke rumah Alan, Sarah hanya bisa pasrah saat ini. Ia tak mau Lea kenapa-napa nantinya. Apalgi saat ini Alan yang ada dihadapannya bukan Alan yang lembut dan manis seperti ketika mereka pacaran dulu. Alan kembali menjadi orang yang ambisius lagi. Sampailah rumah Alan, rumah besar tapi sangat sepi. Entah kemana kedua orang tua Alan.
Ken tidak mendapati Sarah di rumah sakit, rekan kerja Sarah mengatakan jika Sarah sudah meninggalkan rumah sakit sejak tadi. Ken semakin panik, ia mencoba menghubungan Sarah namun hasilnya masih nihil. Ia juga berusaha menelfon Lea, namun ponsel Lea mati. Ken hendak meninggalkan rumah sakit, namun ditahan oleh seorang perawat. Ia memberikan ponsel Sarah yang tertinggal di toilet. Entah mengapa Sarah bisa secroboh itu.
Hari semakin malam sebentar lagi fajar pasti akan menyapa. Sarah bangun untuk sholat subuh, sedangkan Lea masih tertidur pulas. Begitu pula dengan Alan yang masih sangat nyenyak sekali. Sarah memikirkan Salsha pasti saat ini Salsha sudah bangun dan menantinya. Sarah berharap semoga Ken bisa menenangkan putrinya itu.
Sang fajar telah muncul, kilauan cahaya yang masuk melalui ventilasi udara membuat Lea terbangun. Ia kenget dan beerteriak hingga membuat Alan dan juga Sarah datang.
"Kalian? Aku di mana?"
"Di rumahku Lea."
"Lantas kenapa ada Sarah di sini?"
"Sarah adalah calon istriku dan Salsha adalah anakku, sebelumnya aku minta maaf, tujuanku mendekatimu hanya untuk mendapatkan kembali Salsha dan juga Sarah." Alan nampak berterus terang dengan Lea.
"Sebenarnya aku tak ingin bersama dengan Alan, tapi karena aku tak mau kamu kenapa-napa."
"Omong kosong bilang saja kalau kamu mau ambil Alan dariku, pertama ayah, trus kak Ken dan kini Alan. Kamu ambil semua orang-orang yang ku sayang. Dasar jal*ng."
"Tutup mulutmu Lea, jika mau aku akan membiarkanmu disakiti oleh Alan. Tapi karena aku tahu rasanya aku tak mau kamu merasakannya."
"Terserah, turunkan aku di sini."
"Jangan aneh-aneh, kita pulang dulu dan kita selesaikan dengan kepala dingin."
"Kepala dingin? Pake es batu maksudnya."
__ADS_1
Sarah hanya diam saja ia mempercepat laju mobilnya itu agar ia bisa segera sampai di rumah. Dan tidak mendengar ocehan Lea lagi. Akhirnya mereka sampai di rumah, Lea langsung masuk kamar tanpa mau menjawab pertanyaan ayahnya. Ibu Lea menyusul Lea ke kamar, sedangkan Sarah langsung menggendong Salsha dan membawa Salsha masuk ke kamarnya.
Ken bingung begitu pula dengan ayahnya, kenapa Lea dan Sarah bisa pulang bersamaan. Ken berfikir sepertinya apa yang dikatakan Sarah kemarin terjadi. Ken menyusul Sarah ke kamar Sarah, ia ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Karena menurut Ken penjelasan Sarah lebih dapat dipercaya dari pada penjelasan Lea.
Alan akan melamar Sarah esok hari, Alan sudah menyiapkan rumah yang akan mereka tinggali setelah menikah nanti. Alan akan berubah demi Sarah, Alan akan sangat menyayangi Sarah dan juga Salsha. Hidup bahagia layaknya pasangan romantis pada umumnya.
..."Aku tidak tahu jalan yang ku pilih ini benar atau salah , yang pasti aku hanya mengikuti kata hatiku."...
...-Sarah-...
"Ada apa sayang kenapa kamu menangis?"
"Aku ingin Sarah hilang dari muka bumi ini secepatnya, sebelum dia mengambil semuanya dariku."
"Tenang sayang memangnya ada apa kenapa kamu bisa pulang sama Sarah?"
"Salsha itu anak Alan ma, Alan orang yang baru saja aku cintai ingin melamar Sarah. Dan aku hanya jadi alat untuknya bisa kembali dengan Sarah."
"Kurang ajar Alan sama Sarah, lihat apa yang akan ibu perbuat nanti."
Rencana dimulai ibu Sarah sudah siap untuk membinasahkan Sarah. Entah dengan cara apa mereka akan menyingkirkan Sarah.
-Bersambung-
Hai Haii lagi up nih wkkek.
Terimakasih untuk readers setia.
__ADS_1