
Selesai sarapan Sarah berangkat ke rumah sakit, kali ini Danil bersi keras untuk mengantarkan Sarah. Sebelumnya mereka mengantarkan Salsha terlebih dahulu ke sekolahan. Dan saat ini mereka telah berada di dalam mobil siap untuk berangkat. Salsha terlihat senang karena ia melihat senyum di wajah kedua orang tuanya.
"Gimana masakan papa sayang? Enakan? Pasti enaklah."
"Biasa aja Pa, enak masakan bibi."
"Kalau masakan mama gimana?"
"Hambar."
"Iya kan mama orang rumah sakit, jadi kalau masak enggak pakai micin jadi kurang rasa deh."
Sarah hanya bisa tersenyum melihat Danil dan putrinya itu bercakap-cakap. Danil adalah orang yang baik, tak seharusnya ia mempermainkan Danil seperti ini. Sarah semakin bimbang akan apa yang harus ia lakukan. Pergi meninggalkan Danil dan kembali pada Alan. Atau merelakan Alan dan mencoba mencintai suaminya. Hal itu cukup menganggu pikiran Sarah.
Akhirnya sampai di sekolahan Salsha, Sarah mengantarkan Salsha sampai depan pintu gerbang sekolahan. Tak lupa Salsha mencium punggung tangan Sarah, dan melambaikan tangan ke arah Danil. Salsha masuk ke dalam sekolahannya, sedangkan Sarah kini masuk ke dalam mobil. Dan kini hanya tinggal Sarah dan Danil saja di dalam mobil.
"Terimkasih sudah menyayangi Salsha."
"Akukan papanya, gimana sih kamu." jawab Danil sambil tertawa.
"Iya papa sambung yang baik."
"Apa kamu ingin Salsha tau kalau Alan adalah ayah kandung Salsha? Apa kamu ingin kembali kepadanya?"
"Bukan begitu, aku hanya terharu karena kamu bisa mencintai Salsha."
"Ohhh...aku gitu dong, aku dulu gagal menjadi ayah. Dan mungkin Salsha adalah titipan tuhan untukku."
Danil menyalakan mobilnya, dan kini ia akan menuju rumah sakit tempat Sarah berkerja. Dan di sana Alan juga menjadi pasien yang sebentar lagi akan menjalani operasi donor mata. Dalam perjalan hanya hening, hanya alunan dari musik box yang terdengar. Sarah nampak enggan bertanya pada Danil. Akhirnya sampai juga di rumah sakit, Danil membukakan pintu mobil untuk Sarah.
Sarah keluar dari mobil, keduanya kini saling pandang satu sama lain. Danil memperhatikan Sarah, Danil memberikan ikat rambut Sarah yang tadi jatuh. Sarah menerima ikat rambut itu, dan ketika hendak berjalan Danil menahannya.
"Ada yang lupa, kamu selalu lupa."
__ADS_1
"Apa?"
Danil menyodorkan punggung tangganya, Sarah lupa meminta restu pada suaminya. Sarah mencium punggung tangan Danil.
"Pakai kuncirnya biar enggak gerah."
"Iya nanti aku pakai, aku masuk dulu."
Danil masih terdiam di sana, hingga Sarah hilang dari padangannya barulah ia pergi ke kantor. Sarah mungkin tak secantik Cantika, namun saat ini ia sudah jatuh cinta dengan Sarah. Meski Lea selalu menganggu hubungan Sarah dan Danil. Karena Lea tak mau melihat Sarah bahagia.
Sarah sampai di ruanganya, ia mengenakan jas putihnya. Karena sebentar lagi ada jadwal operasinya, ia sengaja tak mau ikut serta dalam operasi Alan. Sarah takut disalahkan jika nantinya operasi itu gagal. Maka Sarah memilih untuk melakukan operasi dengan tim lain.
"Aku berdoa agar operasimu berjalan dengan lancar, dan kamu bisa melihat indahnya dunia ini lagi." Batin Sarah.
Sarah melihat Alan sudah di dorong menuju ruangan operasi. Sarah hanya bisa melihat Alan dari kejauhan saja. Karena ia tau jika ia mendekat pasti keluarga Alan tak mengizinkan. Sarah juga melihat Mia, karena ada Mia pastinya juga Alan tak membutuhkannya. Sarah menduga jika Alan sudah berpaling darinya, dan kini mencintai Mia.
"Mas harus yakin kalau ini akan berhasil."
"Terimkasih Mia."
Alan masih harus menunggu 2 minggu untuk tahu apakah operasi berhasil. Apakah ia bisa melihat indahnya dunia atau tidak. Alan kini dipindahkan di ruang inap biasa, Sarah ingin melihat keadaan Alan. Dengan cara berpura-pura jadi dokter yang akan memeriksa Alan. Dalam kondisi pandemi seperti ini, dan Sarah menggunakan masker sehingga tak ada yang mengenalinya.
"Cepat sembuh, aku berharap kamu segera bisa melihat."
"Sarah, apa itu kamu?"
"Iya ini aku."
"Kenapa kamu datang? Apa pedulimu padaku."
"Aku tidak datang, aku berkerja di rumah sakit ini. Dan aku masih sangat peduli denganmu."
"Omong kosong macam apa ini."
__ADS_1
"Cepatlah sembuh."
Sarah keluar dari ruangan Alan, sedangkan Alan masih saja terus bicara. Alan baru menyadari jika Sarah sudah tak ada lagi di dekatnya.
"Kenapa kamu datang bila akhirnya kamu pergi." ucap Alan.
Alan kini merasa jika masih ada harapan untuk bersama dengan Sarah. Karena tadi Sarah mengatakan jika dirinya masih peduli denganya.
"Apa kamu masih mencintaiku? Mari kita bersama lagi." Batin Alan.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk datang lalu pergi. Sejujurnya aku ingin bersama denganmu, namun keadaan memaksa untuk seperti ini." Batin Sarah.
Sarah masih memperhatikan Alan dari kejauhan, ia yakin saat ini Alan tengah berfikir. Dan Sarah mulai ragu jika Alan telah jatuh cinta dengan Mia. Karena dari cara Alan bicara, Alan masih sangat mencintainya.
"Mari kita selesaikan ini semua, dan kita hidup bahagia bersama." Batin Sarah.
Sarah meneteskan air matanya, ia sedih karena keadaan membuatnya dan Alan terus terpisah. Mereka yang saling mencintai namun tak bisa bersama. Kisah cinta yang rumit dan sulit untuk dipahami.
"Tuhan biarkan aku dan Alan bersama, aku ingin bahagia. Aku lelah dengan semua ini ."Batin Sarah.
Sarah meninggalkan tempatnya, diam-diam Mia memperhatikan Sarah dan juga Alan. Mia merasa jadi benalu diantara kisah cinta Alan dan Sarah. Mia tahu jika Alan dan Sarah masih sama-sama saling cinta. Namun keadaan yang membuat mereka harus terpisah.
"Aku harus pergi, semoga mas Alan bahagia dengan mbak Sarah." Batin Mia yang kemudian meninggalkan rumah sakit. Mia meninggalkan Alan, ia tak mau datang lagi ke kehidupan Alan. Mia memilih untuk pergi saja.
Keputusan yang dipilih Mia cukuplah benar, karena kehadirannya hanya akan membuat Alan bimbang saja. Apalagi dengan masih disisi Alan akan membuatnya terluka saja. Ia mencintai Alan namun Alan masih mencintai Sarah. Alan berfikir apa tadi hanya ilusinya, apa tadi Sarah tak benar-benar datang. Apa tadi hanya khayalannya saja.
"Aku harap itu benar-benar kamu, dan kamu datang lagi dikehidupanku." Batin Alan.
-Bersambung-
Haii aku datang lagi, mulai dapat angin segar untuk up nih.
Semoga kalian suka yaa!!!
__ADS_1
Hehe hehe hehe