Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur
(31)Menjemput Salsha


__ADS_3

Kali ini Lea yang menjemput Salsha karena ia sudah janjian dengan Alan. Alan mengatakan pada Lea jika Salsha mirip dengan adiknya yang sudah meninggal. Jadi Alan ingin melepas rindu dengan adiknya dengan cara bermain dengan Salsha. Namun yang sebenarnya Salsha adalah anak Alan. Dan Alan ingin memgambil hati anaknya.


Lea sudah sampai di sekolahan Salsha, dan Alan juga sudah berada di sana. Alan memanggil Lea, mereka menunggu Salsha keluar dari sekolahan. Di bawah pohon jambu, dan duduk disebuah bangku. Lea mengeluarkan botol minuman dari tasnya dan memberikanya pada Alan. Alan menerima minuman itu dengan senang hati. Keduanya dihadapkan dalam kondisi saling tatap menatap.


Lea yang memang sudah jatuh cinta, malah bertambah berdebar hatinya. Rasa senang yang tak bisa diungkapkan tergambar jelas di wajah Lea. Salsha akhirnya keluar dari sekolahannya. Lea mengajak Salsha berjalan-jalan ke mall bersama dengan Alan.


"Tante sudah bilang sama mama belum? Entar mama nyariin aku."


"Sudah sayang kamu tenang aja."


Mereka bertiga melaju menuju mall, Salsha terlihat senang karena kini Lea baik padanya. Bahkan Lea memgajaknya ke mall untuk jalan-jalan.


"Nama kamu siapa?"


"Salsha om, kalau om ganteng siapa namanya?"


"Alan, iya sih om memang ganteng. Tapi lebih cantik kamu."


Akhirnya sampailah mereka di mall, Lea membeli baju-baju sedangkan Salsha meminta lolipop dan juga beberapa mainan. Kini mereka tengah makan siang di lantai paling atas mall tersebut. Suasana yang damai membuat Lea terhanyut. Ia benar-benar jatuh cinta dengan Alan. Dan itu adalah kesalahan fatal Alan, mendekati Lea. Karena itu pastinya malah akan mempersulit ia busa kembali lagi bersama dengan Sarah


"Buah hati papa, sehat-sehat terus ya." Batin Alan sambil menatap Salsha yang tengah lahap memakan es krim dan juga permen lolipop yang kini masih ditanganya.


"Makasih ya om Alan udah ngajak aku jalan-jalan, makasih juga tante Lea."


"Iya Salsha."

__ADS_1


Sarah masih dihadapkan dengan ruang operasi, begelut pisay bedan dan juga gunting. Sarah tengah melakukan operasi pengangkatan tumor. Operasi berjalan lancar setelah setengah jam berlalu. Sarah segera keluar dari ruang operasi dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Salsha jadi kepikiran dengan Salsha, karena Lea tiba-tiba saja begitu baik dengan Salsha.


Lea, Alan dan Salsha keluar dari mall, Alan membelanjakan Lea dan juga Salsha. Bagi Alan uang bukanlah hal yang penting sekarang. Karena sekarang ia banyak uang namun tak bahagia. Karena separuh hatinya masih tertinggal dimasalalu. Separuh hantinya masih untuk Sarah yang terang-terangan ia campakan sendiri.


"Aku memcintaimu maaf dulu aku pernah meninggalkanmu." Batin Alan.


Lea mengajak Alan makan malam di rumahnya nanti malam. Lea ingin mengenalkan Alan pada keluarganya, meski belum memiliki status Alan mau makan malam di rumah Lea. Karena ia penasaran seperti apa rumah Sarah. Dan seperti apa kehidupan Sarah selama 5 tahun terakhir. Hingga saat ini Sarah bisa menjadi seorang dokter bedah yang hebat.


..."Dalam rintik sendu aku merindukanmu, namum dalam kenyataannya kamu tak panstas untuk ku rindukan. Meski aku mencintaimu, dan kamu mencintaiku namun kita tak bisa menyatu. Jika berpisah adalah jalan yang terbaik, mari kita lakukan. Dan pertemuan kembali, bukan untuk kembali mengulang masalalu."...


...-Sarah-...


Malam itu di rumah Sarah, Lea nampak memakai riasan agak tebal. Ken menggoda adiknya, Ken mengira jika Lea akan kencan dengan kekasihnya. Sudah lama Lea tak memiliki seorang kekasih. Setahu Ken, Lea terakhir menjalin kasih ketika SMA dulu. Itu pun sadah lama sekali.


"Mau kencan pasti adik kakak satu ini." Ucap Ken sambil mencubit hidung Lea. Lea hanya tersenyum saja, sedangkan Ken kini melanjutkan jalan menuju kamarnya.


Sarah telah selesai mandi, ia ganti baju dan berias sebentar. Salsha mengintili Sarah, setelah selesai Sarah mendengarkan cerita Salsha. Ia tak tahu harus marah atau bahagia yang pasti ia tak ingin Alan dekat-dekat dengan Salsha apalagi sampai mengambil hati Salsha. Karena Sarah tak mau jika Salsha tahu Alan adalah ayahnya.


"Salsha sayang, om baik itu bukan ayah Salsha. Jadi jangan panggil dia Papa."


"Tapi kata om baik suruh panggil Papa."


"Tetap saja enggak boleh sayang, nanti papa Salsha yang di surga marah."


"Iya ma."

__ADS_1


"Ya udah ayo kita ke meja makan, oma sama opa pasti udah nungguin."


Anggota keluarga lengkap sudah berkumpul di meja makan, kali ini bukan Sarah yang memasak karena asisten rumah tangga mereka sudah kembali. Ken menggoda Salsha, hingga Salsha cekikikan. Suara bel berbunyi, ART membukakan pintu. Dan yang datang adalah Alan, Lea menyambut Alan dengan senyuman. Sedangkan Sarah merasakan seperti teriris dihatinya, kalau orang jawa bilang "Mak sir-sir".


Alan memanatap Sarah namun Sarah mengalihkan padanganya. Ia tak mau melihat Alan, bahkan ia tak tahu apa tujuan Alan mendekati Lea. Karena jika Lea tahu masalalunya dengan Alan, pasti Lea juga akan semakin membecinya. Andai saja Lea seperti Ken, Ken yang mampu menerima kehadianya dan juga Salsha.


"Ehh..ada tamu."


"Saya temanya Lea om, tante."


"Bukanya kamu Alan pengacara kondang itu?"


"Ahh..om bisa saja."


"Mari duduk, pasti Lea yang mengundang kamu makan malam?"


"Iya om."


Alan dan Sarah kini berhadap-hadapan, Alan yang duduk di samping Lea dan berada di depan Sarah. Kaki Alan menyenggol kaki Sarah, namun Sarah hanya diam saja. Mau bilang pun pastu tak akan ada yang percaya padanya.


Lea mengambilkan nasi untuk Alan, sementara Sarah mengambilkan nasi untuk ayahnya, ibu tirinya dan juga Ken lalu Salsha. Sarah menyuapi Salsha, Salsha mampak manja dan memilih disuapi Alan ketika Alan menawari akan menyuapi Salsha. Dan saat ini Alan yang menyuapi Salsha.


"Aku mulai taku kehilangan buah hatiku, setelah 5 tahun berlalu kenapa baru kamu datang dan ingin dekat dengan putriku? Salsha tolong teruslah bersama ibu." Batin Sarah.


Sarah melihat Salsha bahagia dekat dengan Alan, mungkin karena ada ikatan batin diantara mereka. Sarah takut jika Salsha akan memilih bersama dengan Alan jika tahu Alan adalah ayah kandungnya. Sarah hanya bisa diam ketika Salsha terlihat lengket dengan Alan. Lea juga membantu Alan menyuapi Salsha, Sarah mulai takut jika Alan dan Lea akan menggantikannya jadi ayah dan ibu untuk Sarah

__ADS_1


-tbc-


Ngaret ya wkw, maklumi ya bukan karena sekarang punya dedek bayi hihi.


__ADS_2