
Bererapa menit kemudian Sarah keluar dari kamarnya, Sarah menemui Danil dan juga keluarganya. Sarah memasang wajah seramah mungkin. Meskipun sebenarnya saat ini hatinya tengah hancur lebur. Pernikahannya dengan Alan batal, dan kini ia dipaksa menikah dengan Danil. Orang yanh sama sekali tak ia kenal, dan itu adalah kemauan ayahnya.
"Salsha itu ayah kamu, bukan om Alan." Bisik Lea ditelinga Salsha.
Lea mencoba mempengaruhi Salsha agar Salsha suka dengan Danil. Dan Salsha mau Danil yang menjadi ayahnya bukan Alan.
"Terus om Alan gimana? Diakan calon ayah aku."
"Om Alan itu bukan ayah kamu, jadi nanti mama Sarah nikahnya sama om Danil."
Ayah dan ibu Danil memuji kecantikan Sarah, apa lagi Sarah seorang dokter bedah. Danil hanya diam saja, Sarah sudah bisa menebak jika Danil adalah laki-laki dingin yang tak memiliki perasaan. Dari sorot mata Danil, Sarah yakin jika Danil juga terpaksa setuju dengan perjodohan ini. Mesku duda Danil masih tampan dan juga mempesona.
Keluarga Danil pamit pulang, mereka sudah mengatur kencan Sarah dan Danil. Sarah yang sibuk begitu pula dengan Danil. Dan karena itu hanya sekedar kencan saja harus dijadwalkan. Sarah masuk ke kamarnya setelah Danil dan kedua orang tuanya pulang. Salsha mencoba menghibur mamanya, dan mengatakan jika Alan akan baik-baik saja.
Alan masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit, ibu Alan sudah datang. Beliau telihat sangat terpukul ketika melihat kondisi Alan yang masih koma. Seharusnya jadi hari bahagia Alan, namum takdir berkata lain. Bunga yang seharusnya sampai ditangan Sarah malah terbuang di jalanan.
"Cepat sadar nak, dan kita rayakan pernikahanmu dengan Sarah."
Tak ada jawaban dari Alan karena memang Alan tak bisa menjawab. Namun Alan dapat mendengarnya, meskipun dalan keadaan koma.
"Mama pergi dulu ya, nanti ayahmu pasti kemari. Dia juga sangat mencemaskanmu, yakinlah jika semua akan baik-baik saja nak."
Ibu Alan meninggalkan rumah sakit karena ada urusan yang harus diselesaikan. Setelah ibu Alan keluar dari ruangan rawat datanglah Lea. Lea masuk ke ruang rawat Alan. Lea menatap Alan yang terpejam dengan banyak perban di tubuh Alan. Mata kiri Alan, kaki Alan dan ada bagian goresan di wajah tampan Alan. Wajah yang tampan kini berubah seketika.
__ADS_1
"Ini adalah karma karena kamu telah mempermainkan perasaanku, karena kamu telah membuat badai ditengah pelangi. Karma akan terus berlanjut, seharusnya kamu memilihku bukan Sarah."
Lea mengoceh di depan raga Alan, jiwa Alan yang entah tengah terbang ke mana. Lea menatap raga Alan, Alan yang saat ini tak terlihat tampan lagi. Lea keluar dari ruang rawat Alan, ia puas kerena Alan mendapatkan karmanya.
Danil duda kaya raya yang dijodohkan dengan Sarah, adalah pria dingin yang terjebak cinta beda alam dengan almarhumah istrinya. Hatinya yang telah ia tutup rapat-rapat. Karena masih belum bisa melupakan istrinya yang telah tiada. Cinta Danil sangatlah kuat, meskk raga Cantika sudah tak bersamanya lagi.
Saat kecelakaan itu Cantika tengah hamil muda, dan Danil juga sangat bahagia dan seketika bahagia itu hancue begitu saja. Danil yang tadinya hangat menjadi dingin seperti tak memiliki gairah hidup. Danil sengaja menyibukan dirinya dengan pekerjaan agar tidak teringat terus dengan Cantika. Karena setiap ia sedirian ia jadi ingat dengan istrinya yang telah meninggal itu.
"Ragaku sangat letih, begitu pula dengan jiwaku. Aku ingin berlari bersamamu, namun kini malah seperti ini. Aku tak bisa pergi, dan aku terjebak di jalan yang namanya kehidupan." Batin Sarah.
Malam itu Sarag ada jadwal operasi dini hari di rumah sakit. Sarah bersiap untuk ke rumah sakit, ia tak lupa membawa bunga yang akan ia taruh di kamar inap Alan. Sarah berharap Alan seger bangun dan mereka bisa lari bersama. Sarah benar-benar letih dengan hidupnya yang saat ini. Karena tak ada yang bisa memahami apa yang sebenarnya diinginkan olehnya.
Sarah sampai rumah sakit, ia langsung ke ruang inap Alan untuk melihat keadaan Alan. Alan belum juga sadarkan diri, dan tak ada tanda-tanda Alan akan siuman. Sarah meletakan bunga aster yang ia bawa di laci. Sarah ingi Alan selalu mengingatnya karena bunga aster adalah bunga kesukaanya.
"Cepat bangun sayang, aku butuh kamu saat ini. Aku butuh bahumu untuk bersandar."
Danil tak mencari cara untuk mengentikan perjodohanya dengan Sarah. Karena ia yakin jika menikah nanti Sarah tak akan betah dengan sikapnya. Dan akan neminta cerai darinya, Danil juga tak protes sama sekali. Ia bahkan hanya seperti boneka hidup yang dijalankan oleh kedua orang tuanya itu.
"Tak ada yang akan bisa menggantikanmu Cantika, kamu akan selamanya jadi istriku seutuhnya." ucap Danil di depan foto Cantika.
Sarah tak akan bisa menggantikan Cantika di hati Danil, bagi Danil Sarah adalah wanita kotor karena Sarah hamil diluar nikah dan saat ini memiliki seorang putri. Seorang putri yang harus ia akui sebagai anaknya, Danil tidak yakin bisa bersikap acuh pada anak Sarah. Karena Danil sangat suka dengan anak kecil.
Pagi itu Sarah pulang dari rumah sakit, dan ternyata Danil ada di rumahnya. Danil mampir untuk memberikan kue dan juga makanan lainnya. Soelah Danil sangat setuju dengan perjodohan ini. Namun hal itu hanya Danil lakukan atas perintah dari orang tua Danil saja.
__ADS_1
"Jangan kira aku suka dengan ini semua." bisik Sarah.
Danil hanya diam saja, karena memang ia tak mau meladeni Sarah. Baginya hanya cukup diam dan menjalani saja. Karena Danil terbiasa hidup dalam kehidupan yang hambar. Ia sering merasa sendiri meskipun sebenarnya ia dalam keramaian.
"Oh ya Danil sudah siapkah kamu untuk menikah dengan putri saya 1 minggu lagi?"
Sarah terkejut karena ia akan menikah dengan Danil satu minggu lagi. Dan bahkan sampai saat ini Alan belum sadarkan diri. Dan ia malah harus menikah dengan seorang duda seperti Danil.
"Sudah om."
"Mungkin sudah ada rencana bulan madu?"
"Ah...itu nanti terserah Sarahnya saja om."
Ayah Sarah menatap Sarah seolah bertanya bagaimana pendapat Sarah.
"Gimana Sarah? Kamu mau bulan madu kemana?"
"Terserah ayah, bukanya ayah yang mau menikah."
Sarah meninggalkan Danil dan ayahnya masuk ke dalam rumah. Karena memang Danil dan ayahnya berada di teras rumah.
"Ayah kasih kamu kesempatan jika dalam satu minggu ini Alan bangun maka ayah tak jadi menikahkanmu dengan Danil. Namun jika Alan masih koma, kamu harus menikah dengan Danil.
__ADS_1
-Bersambung-
Haii Telat ya aku uppnya hehhe.