Aku Yang Kaubuang

Aku Yang Kaubuang
Kilas Balik


__ADS_3

"Bapak simpan saja uang ini, saya berjanji demi bayi yang tidak berdosa ini saya tidak akan membocorkan rahasia ini jadi, bapak tenang saja," ucap Santi menimpali Andri yang terus saja menyodorkan beberapa lembar uang. "Kalau begitu saya permisi dulu, pak," pamitnya, ia kemudian dengan segera membawa bayi yang tidak diinginkan itu pergi dari sana tanpa mengambil sepeserpun uang yang diberikan Andri. Tak lupa ia juga terus saja menimang-nimang bayi itu berharap supaya tidak menangis lagi seperti yang tadi.


Andri mengusap wajahnya dengan kasar saat melihat Santi semakin menjauh membawa bayi yang tidak sempurna itu. Tidak berselang lama ia melangkahkan kakinya untuk berjalan mendekati bed di mana Lisa sudah menatapnya dengan tatapan sinis.


"Bawa bayi si*lan om itu pegi!" teriak Lisa saat melihat Andri kini semakin mendekat. "Sebelum aku membuangnya!" lanjutnya lagi dengan nada suara yang begitu lantang. Ia berharap kalau Andri mau membawa bayi mereka


"Apa-apan kamu Lisa setelah apa yang telah aku berikan, sekarang kamu malah seenaknya menyuruhku membawa bayi itu," balas Andri yang ternyata juga tidak menginginkan bayi itu. "Dulu aku menyuruhmu menggugurkannya, tapi apa kamu tetap bersikeras untuk mempertahankannya dan sekarang setelah dia lahir kamu malah ingin memberikannya kepadaku. Kamu benar-benar sudah gil@ Lisa!" desisnya yang tidak terima kalau Lisa mau memberikannya bayi itu.


Lisa yang mendengar itu semakin marah, ia tidak menyangka kalau Andri ternyata sama seperti dirinya yang sama-sama tidak menginginkan bayi malang itu. "Apapun yang om katakan, sungguh aku tidak peduli! Yang terpenting bawa bayi itu pergi dari sini atau aku yang akan datang kerumah om langsung dan memberikannya kepada istri kesayangan om!" Nada suara Lisa terdengar mengancam Andri saat ini.


"Kamu benar-benar sudah tidak waras Lisa!" bentak Andri. "Jika sampai kamu berani datang ke rumahku, maka bersiap-siaplah kamu akan aku jebloskan ke penjara atas tuduhan pencemaran nama baik dan juga penipuan." Andri berdecak pinggang sambil menunjuk Lisa. "Kamu ternyata selama ini terlalu meremehkanku Lisa, aku tidak sebod*h yang kamu pikir," sambunya lagi.


Lisa meremas selimutnya karena ia merasa kesal dengan apa yang dilontarkan Andri pada dirinya, ia pikir dengan cara mengancam Andri akan membuatnya terbebas dari bayi itu namun dugaannya salah Andri ternyata tidak semudah itu di bod*hi. "Baiklah kalau begitu aku akan meleny@pkan bayi cacat itu dari muka bumi ini! Toh ayahnya juga tidak menginginkannya apa lagi aku."


"Kalau sampai itu terjadi, maka aku juga akan melenya@pkanmu Lisa," balas Andri. "Dan kamu tidak menginginkannya karena bayi itu cacat!" sambungnya yang kemudian pergi dari sana karena ia merasa takut kalau sampai ada orang lain yang melihatnya berduaan dengan Lisa seperti saat ini.


"Brengsek!!" geram Lisa setelah melihat punggung Andri menghilang di balik pintu.

__ADS_1


*


*


"Dimana ayah bayi ini Lisa? Katakan saja


supaya aku bisa mengantarnya kesana." Tunjuk Reka ke dalam box dimana saat ini bayi itu tertidur pulas di dalam sana. "Katakan saja, aku hanya akan mengantar bayi ini karena itu tanggung jawabnya bukan tanggung jawabku."


Lisa yang mengingat setiap ucapan Andri tiba-tiba saja merasa takut untuk berterus tertang kepada Reka. "Aku tidak tahu Mas siapa ayah bayi ini," jawab Lisa yang pada akhirnya berbohong. "Kenapa Mas masih saja mempermasalahkan bayi serta ayahnya?"


"Karena aku tidak akan pernah mau membesarkan anak yang bukan darah dagingku sendiri. Apa kamu paham?" Reka mengeraskan rahangnya sesaat setelah mengatakan itu.


Reka terdiam setelah mendengar nama Witma di sebut, kini kenangannya dulu bersama Witma mulai terngiang-ngiang kembali di dalam otaknya yang diputar begitu jelas layaknya sebuah rekaman kaset. Hingga pikirannya kembali berkelana di saat ia dan Witma di pertemukan pertama kali.


🍃🍃


Reka yang saat itu berhenti di pinggir jalan dekat dengan genangan air dan lumpur menoleh ketika seorang gadis tiba-tiba saja terpeleset jatuh di dekatnya sehingga membuat bajunya kecipratan lumpur. Ia yang merasa kesal karena bajunya kotor mengumpat di dalam benaknya, sebelum ia berkata, "Kalau jalan hati-ha—" Kalimatnya terputus di saat gadis itu meminta maaf terlebih dahulu kepadanya.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja membuat baju kakak kotor," ucap gadis lugu yang bermata indah di depan Reka saat ini. "Sekali lagi maaf kak, aku benar-benar tidak sengaja." gadis yang umurnya sekitar 15 tahun itu berjongkok memungut bukunya yang terjatuh juga di genangan HM lumpur. Untung saat ia terpeleset tidak jatuh hanya saja bukunyalah yang malah berserakan di genangan air dan lumpur itu.


Reka yang niatnya tadi ingin marah-marah pada gadis yang telah membuat bajunya kotor malah mengurungkan niatnya karena tiba-tiba saja, ia merasa ada getaran aneh yang merasuk ke dalam relung hatinya sesaat setelah menatap netra gadis itu yang terlihat begitu teduh.


"Hm, aku tidak punya uang untuk mengganti baju kakak yang kotor kalau boleh biar aku cucikan saja baju kakak. Bagaimana apa kakak setuju?"


Reka terlihat sedang berpikir sebelum ia memutuskan untuk menerima tawaran gadis yang ternyata adalah Witma. "Baiklah, tapi sebelum itu nama kamu siapa?" tanyanya yang penasaran.


"Kakak bisa panggil aku Witma," kata Witma sambil tersenyum ramah memperlihatkan kedua lesung pipinya.


Reka terkesima sejenak melihat bibir ranum Witma saat tersenyum dengan begitu menawannya. "Aku Reka, kalau kamu tidak keberatan apa bisa aku meminta nomer ponselmu? Supaya nanti kalau bajuku kering kamu bisa menghubungiku."


"Boleh kak, ini nomerku O8xxxx."


"Aku simpan dulu," ucap Reka. Setelah itu ia membuka bajunya yang kotor dan memberikannya kepada Witma. Ternyata ia menggunakan dua baju maka dari itu ia tanpa malu membuka bajunya di pinggir jalan saat ini. "Hati-hati, jangan sampai warna bajunya memudar," ujarnya memperingati Witma.


"Baik, kak. Aku akan hati-hati saat mencucinya," balas Witma.

__ADS_1


(Author menerima keritikan dan saran, tolong di komennya apakah tulisan ini masih acak-acakan atau tidak😊).


__ADS_2