Aku Yang Kaubuang

Aku Yang Kaubuang
Makan Malam


__ADS_3

"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Rose saat melihat Alma dan Arash menuruni anak tangga.


"Tau nih, ngaca saja sampai berjam-jam," gerutu Alma menjawab pertanyaan Rose.


"Jangan mulai Kak, nanti aku pulang," sahut Arash yang ada di belakang Alma dengan pelan. Karena ia takut kalau sampai Rose mendengarnya yang mau pulang.


"Pulang saja, berhubung pintu utama di buka lebar. Sana pulang saja!" ketus Alma sambil terus berjalan dan mengelus perutnya. "Kamu kan, sekarang sudah berubah semenjak menge–"


"Kenapa bajuku saja yang berbeda? Tadi katanya kita semua akan memakai baju couple," kata Arash tiba-tiba memotong ucapan sang kakak dengan suara sedikit lantang. "Apa Kak Alma membohongiku?" Ia terlihat kebingungan makanya ia bertanya begitu.


"Nggak, ada yang membohongimu karena malam ini adalah malam per–" Lagi-lagi kalimat Alma terputus di saat mendengar orang yang mengucap salam dari pintu utama.


"Assalamualaikum," ucap tiga orang secara serempak yang berdiri di depan pintu utama.


Tidak menunggu lama Arash, Alma dan Rose langsung menjawab salam mereka juga dengan serempak. "Waalaikumsalam."


Rose dengan wajah berhias senyum menyambut tamunya yang ia undang makan malam itu. "Jeng, apa kabar?" Rose bertanya seraya mendekati mereka.


Arash menatap dirinya saat melihat sosok wanita yang menggunakan gamis mirip seperti baju koko yang ia kenakan saat ini. Mereka menjadi terlihat seperti pasangan yang sedang couple-an. "Apa-apaan ini, kenapa wanita itu mengenakan gamis yang sangat mirip dengan baju kokoku saat ini?" ucapnya pelan bertanya kepada Alma.

__ADS_1


Alma hanya menjawab Arash dengan mengangkat kedua bahunya.


"Kak, jelaskan apa ini semu–"


"Arash, rupanya kamu sudah cukup dewasa Nak," kata Sari temannya Rose yang tiba-tiba memotong kalimat Arash. "Kamu menjadi semakin gagah, mirip persis seperti papamu waktu masih muda dulu," sambungnya lagi, ia berbicara seolah seperti orang yang sudah lama mengenal Arash.


Arash yang merasa tidak kenal dengan Sari hanya mengangguk sambil tersenyum


sebagai tanda responnya, supaya ia tidak dikira sombong oleh wanita yang sepertinya seumuran dengan mamanya itu.


"Silahkan duduk dulu jeng, Pak Ahmad, dan Nak Anja," kata Rose menyuruh ketiga tamunya untuk duduk. "Ini putri saya yang dulu sering main dengan Anja, apa jeng masih ingat?" Ia menunjuk Alma sesat setelah ia bertanya begitu.


"Mana mungkin kami lupa dia 'kan sama Anja dulu bagikan kakak dan adik yang tidak mau berpisah ketika kita pindah rumah keluar kota," jawab Sari sambil menyenggol lengan Anja. Bermaksud untuk menyuruh anaknya itu membuka suara.


Sedangkan Arash dan Alma hanya bisa diam saja sambil menyimak apa saja yang sedang Rose bicarakan dengan Sari dan Ahmad.


__


Hening hanya ada suara sendok dan garpu yang kedengaran. Namun, tiba-tiba suara Rose memecah keheningan itu.

__ADS_1


"Gimana apa kita mulai saja memberitahu putra dan putri kita, bahwa di acara makan malam ini kita akan membahas masalah pertunangan mereka?"


Sontak saja Arash tersedak saat mendengar itu semua. "Uhuk, uhuk, uhuk … uhuk."


Anja dengan sigap menyodorkan segelas air ke depan Arash. "Minum dulu kak, kalau makan hati-hati," ucapnya lembut.


"Terima kasih," balas Arash sambil menuangkan dirinya sendiri minuman ke dalam gelas yang kosong sedangkan minuman yang di sodorkan Anja tadi ia biarkan begitu saja di sebelahnya.


Membuat mereka semua yang ada di sana heran karena melihat Arash tidak meminum minuman yang diberikan Anja.


Alma yang merasa adiknya saat ini sedang berusaha menolak Anja secara halus hanya bisa diam saja, sambil menikmati semua hidangan yang tersusun rapi di atas meja yang menurutnya sangat lezat.


"Maaf Anja, bukannya aku menolak minuman dari kamu tapi aku merasa tidak pantas saja untuk menerimanya meskipun hanya segelas air." Arash berbicara sopan sekali supaya perasaan Anja dan kedua orang tuanya tidak tersinggung.


"Segelas air kamu tolak Arash, sedangkan baju itu kamu pakai menandakan kalau mau sudah bisa menerima Anja sebagai tunanganmu," ujar Ahmad sambil tersenyum.


Arash menatap Rose berharap sang mama menjelaskan maksud semua ini. "Ma, kenapa malah jadi membahas masalah pertunangan begini, bukankah ini cuma acara makan malam biasa?"


"Arash ini makan malam sekaligus buat membahas masalah tentang pertunangan kamu dengan anak kami Anja," kata Sari tiba-tiba menjawab Arash yang masih terlihat kebingungan. "Anja sudah setuju kalau acara pertunangan kalian akan diadakan satu bulan lagi, sekarang giliran kamu apa kamu setuju dengan apa yang sudah mama dan papa kamu rencanakan? Bahwa mereka telah meminangkan kamu anak kami, Anja."

__ADS_1


Arash tiba-tiba diam membisu seribu bahasa, ia tidak menyangka kalau mama dan papanya sudah senekat ini memenangkan Anja untuk dirinya tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"Arash pasti setuju, karena calon istri yang dia cari ada pada diri Anja semua," ujar Rose tanpa memikirkan perasaan Arash saat ini. "Sudahlah, mari kita lanjutkan makan lagi karena nanti makanannya keburu dingin. Malah jadi nggak enak," lanjutnya.


__ADS_2