Aku Yang Kaubuang

Aku Yang Kaubuang
Kumat Lagi


__ADS_3

Refleks Witma menggelang karena mendengar ucapan Reka yang ingin mengajaknya rujuk padahal hati kecilnya berkata iya, namun tubuhnya malah menolak untuk kembali bersama. "Ya Allah, kenapa dengan raga hamba ini malah menolak ajakan mas Reka untuk rujuk? Padahal ini yang hamba inginkan bersama lagi dengan mas Reka," batinnya.


"Apa gara-gara dia kamu tidak mau rujuk denganku Witma?" Reka mengira Witma tidak mau rujuk denganya karena Arash. Ia kesal bukan main sehingga ia mengumpat beberapa kali di dalam benaknya. "Apa kelebihan dia daripada aku Witma, aku sekarang sudah berubah tidak seperti dulu lagi tapi kenapa kamu malah menolak rujuk denganku?"


"Mas, aku tidak mau menjadi orang ketiga antara hubungan mas dengan juga Lisa, apalagi sekarang kalian sudah memiliki buah hati," kata Witma supaya Reka sadar dan tidak mempermainkan perasaan seorang wanita. "Bukalah lembaran baru mulai dari sekarang bersama Lisa, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan." Meskipun ada sedikit rasa sesak di hatinya, ia tetap berusaha terlihat biasa saja supaya Reka tidak curiga kalau ia masih memiliki rasa.


Reka dan Witma sama-sama saling tatap, mereka berdua terlihat sama-sama masih memiliki rasa satu sama lain.


"Aku akan menceraikan Lisa, lagi pula bayi itu bukan darah dagingku. Bukankah kamu juga tahu semua itu Witma?" Reka ternyata sudah menceritakan Witma waktu itu kalau Lira bukan anaknya. Ia juga memberitahu Witma kalau dirinyalah yang selama ini mandul bukan Witma. "Kita akan hidup bahagia selamanya Witma hanya kita berdua, tanpa ada anak kita akan bahagia seperti katamu yang dulu anak bukan menjadi tolak ukur setiap pasangan akan bahagia." Ia ternyata masih mengingat perkataan Witma yang dulu.


"Tidak mas, pernikahan bukan untuk dipermainkan jadi, jangan sekali-kali berpikir dengan mas menceraikan Lisa, aku akan mau rujuk dengan mas itu semua tidak akan pernah terjadi." Witma menghela nafas panjang sesaat setelah mengatakan itu, karena ia merasa Reka ternyata tidak pernah berubah sama sekali. "Dan dulu saat aku mengatakan kalau kita akan hidup bahagia tanpa anak itu semua ketika kita masih ada ikatan dan juga tidak ada orang ketiga. Tapi untuk sekarang ini aku cabut kata-kataku yang dulu, bahwa sekarang aku menyatakan ingin memiliki keturunan karena aku wanita sehat bukan wanita yang memiliki penyakit mandul." Mulutnya sangat lancar saat mengatakan itu, mungkin ini karena Reka yang selalu menghinanya mandul dan juga tidak pernah mau mendengar penjelasannya


Arash yang merasa suasananya semakin berbeda ia tanpa pikir panjang mendekati Witma dan Reka sambil berkata, "Witma perlu istirahat yang banyak, maka dari itu Anda silahkan keluar dari sini." Sekarang giliran Arash yang mengusir Reka secara terang-terangan. "Anda tahu sendiri kalau saat ini Witma sedang sakit jadi, saya harap Anda mengerti tentang apa yang saya katakan tadi," sambungnya lagi dengan mimik wajah yang datar tidak seperti yang tadi terkesan berwajah ceria. Mungkin saat ini ia sedang merasa cemburu meskipun ia dan Witma tidak ada hubungan apa-apa.

__ADS_1


"Siapa kamu yang berani mengusirku, hah?" Suara Reka menggema di ruangan itu.


Sehingga membuat Witma merasa ketakutan lagi karena bayangan orang-orang yang mengusirnya dari kontrakan serta wajah Baron kembali menari-nari di pelupuk matanya. Ia lalu mencengkram seprai dan selimutnya dengan sangat kuat. Namun, Arash maupun Reka belum menyadari itu semua.


"Saya memang bukan sipa-sipa disini, tapi kak Furqon sudah menyerahkan semuanya kepada saya dimana dia mempercayai saya untuk menjaga Witma dan Tami," jawab Arash tenang meski dengan wajah yang masih terlihat tetap datar. "Silakan, pintunya masih tetap ada di sebelah sana." Arash benar-benar mengusir Reka dari sana.


"Kurang ajar!!" seru Reka yang marah. "Ternyata kamu benar-benar menguji kesabaranku. Dasar pengecut!" Baru saja Reka akan mengambil ancang-ancang untuk mem*k*l Arash tiba-tiba saja Witma berteriak histeris.


"Tidak! Jangan lakukan ini semua." Mata Witma berwarna kemerahan dan melotot ke arah Reka. "Pergi dari sini!" pekiknya sambil melempar bantal ke sembarang arah sehingga infusnya terlepas. "Pergi!!" teriaknya sekali lagi.


......................


Sembari menunggu si Witma Up ayo kakak-kakak jangan lupa mampir ke karya temanku ya, di jamin tidak kalah serunya kok.

__ADS_1


Ada di bawah sini👇👇


Dengan judul: Tawanan Presdir Kejam


Author: Asri Faris



Blurb


Bagai mimpi buruk yang nyata, jelas, lagi menekan seorang gadis bernama Sharena setelah dijadikan alat tukar hutang ayahnya pada seorang Presdir kejam, Keanu Abraham. Bukan hanya itu, kehidupannya bagai di neraka semenjak terperangkap dalam kebencian Keanu yang menuduhnya sebagai penyebab kematian saudaranya. Benci, dendam, berselimut luka dan cinta.


“Tegakkan kepalamu, sambutlah neraka di depanmu!” (Keanu Abraham)

__ADS_1


“Aku tidak pernah melakukan seperti yang kamu tuduhkan.” (Sharena)


__ADS_2