Aku Yang Kaubuang

Aku Yang Kaubuang
Perdebatan Lisa dan Reka


__ADS_3

"Mas kamu apa-apaan sih, kenapa selalu saja mengigau menyebut nama wanita pembawa s ial itu," desis Lisa sambil membangunkan Reka. "Mas!" panggilnya dengan suara lantang sehingga membuat Reka terbangun dan langsung memelototinya. "Kamu kenapa sih, beberapa hari ini kalau tidur suka menyebut nama wanita dekil itu?" tanyanya ketika Reka menatap dirinya.


"Minggir!" Reka mendorong Lisa dan segera bangun dari tidurnya. "Kau tidak ada kapok-kapoknya, membuatku merasa gram!" Giginya bergemeletuk saat mengatakan itu. "Sudah tidak bisa memberiku uang sekarang kau malah semakin sering membuatku merasa kesal." Ia lalu menatap Lisa dengan sinis terlihat matanya yang memerah khas seperti orang yang baru bangun dari tidurnya.


"Kenapa mas seringkali mengigau memanggil na—"


"Bukan urusanmu Lisa!" Reka memekik memotong kalimat Lisa. "Kau lebih baik sekarang urus saja pabrik yang bangkrut itu karena aku sudah angkat tangan tidak mau lagi mengurusnya." Ternyata pabrik yang diberikan Andri kepada Lisa itu benar-benar tidak bisa di tertolong lagi makanya ia berkata begitu. "Dan mungkin juga rumah ini akan disita oleh bank karena aku pernah menggadaikan sertifikatnya. Namun, tidak mampu aku tebus karena uang simpananku sudah habis juga." Ia benar-benar mampu membuat Lisa shock karena mendengar penuturannya.

__ADS_1


"Apa katamu mas, Apa aku tidak salah dengar?" tanya Lisa dengan perasaan yang sudah tidak menentu. Karena ia tidak mau seperti dulu lagi yang harus bekerja di klub sebagai kupu-kupu malam lagi. Mengingat sekarang Andri juga sudah mulai berani mengancamnya di saat ia meminta sejumlah uang. Lire juga sekarang sudah mulai membutuhkan biaya yang tidak sedikit mengingat bayi berumuran 5,6 Bulan setengah itu sudah bisa makan MPASI itu tandanya pengeluarannya akan semakin banyak.


"Kita harus tinggal dimana, kalau sampai rumah ini akan benar-benar di sinta?"


"Aku akan pulang kerumah kedua orang tuaku, dan kamu terserah mau pergi kemana saja membawa bayi cacat itu," jawab Reka santai.


"Apa-apan kamu mas! Mau menelantarkan anak dan istrimu!" teriak Lisa membentak Reka. "Ketika aku masih banyak harta mas sama sekali tidak pernah mengatakan itu semua kepadaku, lalu kenapa sekarang kata itu terlontar begitu saja dari mulutmu, mas?" Lisa tidak menyangka Reka akan memperlakukannya seperti ini. Setelah harta yang ia miliki satu persatu mulai ludes. "Pokoknya, kemanapun mas pergi aku dan Lire akan ikut!"

__ADS_1


"Aku tidak pernah selama ini menjadikan mas sebagai bebanku, tapi kenapa giliran aku yang begini mas malah ingin menghindar dan menjauh dariku seolah takut dengan kata nafkah yang akan aku tuntut," balas Lisa menimpali Reka. "Tidak Kusangka ternyata selama ini sifat mas be—"


Reka menutup mulut Lisa dengan telapak tangannya sehingga kalimat Lisa menggantung di udara. "Jaga ucapanmu Lisa!" bentak Reka yang merasa kupingnya mulai panas mendengar setiap perkataan Lisa. "Kau pikir aku tidak tahu kalau selama ini kau pergi ke dukun hanya untuk memelet diriku supaya aku tunduk dan bertekuk lutut di hadapanmu!" Reka menumpukan tangan di pinggang. "Bukan cuma itu saja rupanya kau juga telah berhasil membuatku menceraikan Witma."


"Cukup!! Mas, aku sama sekali tidak pernah melakukan apa yang mas tuduhkan itu." Lisa berusaha mengelak.


"Aku sudah tahu semua keburukanmu Lisa, maka dari itu kau diam saja!"

__ADS_1


...****************...



__ADS_2