
"Mika ... kenapa Lo gak nolongin gue secara langsung, gak usah pakai air dingin segala?" mendekati Mika yang duduk bersila di depan tv.
"Gak siap, lagian salah lo juga sih pakai minum obat perang sang segala. Buat apa coba ! sudah di tolongin, gak ada rasa terimakasih. Ini, malah protes. Tau begini gak gue tolongin lo," justru Mika lebih ketus lagi dari Leon.
"Justru itu, gue gak tau kalau di dalam minuman itu ada obat perang sang nya, Mika Riana." Ucapan Leon seperti bualan saja di telinga Mika.
Gak cuma sekali Leon beli obat perang sang itu,tapi ketahuan yang ke dua kalinya. Pasti yang kali ini juga ia berbohong demi memenuhi has rat terdalamnya.
"Halah bulld0g,"
"Bullsh1t mika, bullsh1t. Bukan bulld0g."
"Iya, hampir sama saja antara itu dengan itu, tetap, sama-sama omong kosong gak ada artinya. Ibarat balon, semakin di isi angin semakin ringan, beda kalau di isi pasir," makan camilan sendiri tanpa menawari Leon yang baru datang.
Krauk
Krauk
Krauk
Acuh tak acuh.
"Perut ko gentong, isinya banyak." Menyindir.
"Biarin, yang penting sehat. Biar bisa makan lebih banyak dari ini," terus mengunyah dengan lahapnya.
Leon senang, wanita yang di cintai nya begitu bahagia dengan cemilan yang bertabur kemana-mana, tapi ia juga merasakan ke cemburu yang sangat hebat, makanan itu lebih menggoda dari pada dirinya. Padahal sudah maksimal loh perawatan wajah dan tubuh agar Mika tergoda dengan pesonanya yang tiada tanding dan yang paling mencolok di antara yang lain.
"Eh, mika. Lo gak mau lihat nih, siapa yang ngechat gue?"
"Enggak, emang kenapa? bukannya dari dulu gue gak pernah tuh kepo sama urusan lo, terserah lo mau chat an sama siapa. Lagi pula, emangnya ponsel lo udah bisa di gunakan ?" santai, slow gak ada masalah.
Meski sekarang berbeda status,tapi kalau rasa cemburu belum sih.
"Ceweknya cakep, dan body nya uh... menggoda sekali Mika !" mencoba memperlihatkan seseorang pada Mika, tapi Mika masih bersikap biasa-biasa saja.
Mika hanya mengibaskan tangannya.
"Pasti cantikan gue." Dengan percaya diri.
"Iya sih, tapi gak bisa di miliki," melirik Mika.
.
.
__ADS_1
Keesokan harinya
"Masak apa ya ?" melihat isi di dalam lemari pendingin.
Semua sayur dan bahan-bahan makanan lainnya tersusun rapi dan lengkap.
"Gini nih kalau orang kaya, semua serba ada tapi sayangnya satu. Makanannya kebanyakan, lah satu rumah isinya cuma dua butir."
Bukannya dapat ide mau masak apa malah bingung sendiri jadinya.
Leon yang baru mandi dan wajah nya sangat fresh merasakan perutnya perih.
"Aduh ... perih banget, Mika masak apa di dapur?" berjalan menuruni anak tangga.
Sesampainya di dapur, kosong momplong.
"Mika, lo gak masak?" menatap kesana kemari yang ia lihat hanya mika yang berdiri di depan lemari pendingin dengan keadaan terbuka pintunya.
"Enggak Leon, bingung mau masak apa. Saking banyaknya bahan, jadi gak mood untuk masak!" jawabnya enteng.
"Lah ... terus, kita makan apa. Masa makan angin, mana kenyang Mika." Mulai geram.
"Kalau lo mau makan angin, ya gak papa. Hitung-hitung hemat pengeluaran," di iringi tawa.
"Gak usah beli deh, sayang buang-buang uang,"
"Ya udah, kalau gitu kamu yang masak sana."
"Gak mau, beli aja deh kalau gitu," berjalan mendahului Leon.
Leon geleng-geleng kepala.
Ia suka menatap Mika dari belakang, tubuhnya begitu indah dan sempurna. Pokonya cantik paket lengkap gak setengah-setengah doang isinya.
.
Atom mencoba menelpon putrinya tapi tidak ada panggilan apa-apa, yang ada hanya suara operator saja. Ia hanya duduk di kursi lagi berdiri lagi, dan kejadian ini berulang-ulang kali semenjak tidak dapat menghubungi nomor putrinya.
"Seno, coba telpon Leon atau Mika. Dari tadi malam aku mencoba hubungi mereka tidak ada sahutan apa-apa, yang ada malah operator yang jawab."
Hendak membanting telponnya.
"Ya, gak bakalan ke jawab jika mereka di sana belum online. Nanti kalau mereka sudah ganti nomor pasti bisa di hubungi kembali,"
"Iya .. iya ... aku juga tau itu, gak usah kamu jelasin juga aku sudah paham kok Seno."
__ADS_1
"Paham kok tanya,"
"Tadi lupa, bukannya gak paham Seno." Menekan kata-kata Seno.
Seno memalingkan wajahnya, kesal lama-lama punya besan seperti Atom. Tapi dirinya terlanjur suka memiliki menantu seperti Mika Riana, semoga saja Mika bisa merubah Leon perlahan-lahan menjadi orang yang lebih baik lagi. Apalagi jika Leon mau meneruskan perusahaan miliknya yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun bahkan sudah turun temurun, hanya saja 1 permasalahan yaitu, soal keturunan dari generasi ke generasi keturunan Kharel hanya satu satu saja, tidak lebih dari itu.
Terus bagaimana perusahaan yang berjalan di bidang industri berjalan lancar, ia usaha boleh lancar. Tapi di iringi juga dengan keturunan, bukan hanya satu satu saja. Atom menatap besannya yang dari tadi melamun.
"Seno pulang sana, ngapain di mari kalau cuma numpang ngelamun doang." Tegur Atom.
Seno terjingkat.
"Gangguin orang ngelamun aja, nih aku baru membayangkan jika anak-anak punya anak. Pasti cakep kayak bapaknya dan cantik kayak ibunya," berangan-angan dulu.
Plak
"Enak aja, kalau ada cucu pasti mirip aku lah. Gak bisa kalau mirip mereka doang, enak sekali mirip mereka doang." Tidak terima dengan angan-angan Seno.
"???" Seno penuh tanya di otaknya.
'Nih orang masih waras kah,siapa yang buat siapa yang protes. Bukannya kelahiran seorang anak di dunia gak bisa di prediksi akan mirip siapa, memang aneh satu orang ini. Untung saja mika anaknya masih waras gak kayak bapaknya.' Membatin Seno dalam hati sambil menatap Atom dari atas sampai bawah.
.
Mika menatap 2 bungkusan yang ada di hadapannya.
"Makanan apa ini Leon?" asing dan tentunya aneh.
"Pokonya ini enak!" jawab Leon mendapat tatapan aneh dari Mika.
"Ini halal kan?" memastikan ada lebel halal di kemasan.
Dari gambar sih mie, tapi tidak tau di dalamnya ada tambahan apa gitu misalnya daging yang tidak di ketahui asal usulnya, hawatir tidak bisa di makan oleh umat Islam atau Muslim.
"Iya, sejak kapan sih lo jadi ragu gini ke gue?"
"Sejak lo beli obat perang sang !" jujur dari dalam hati.
'Dasar perempuan, sampai tua pasti ingat terus tuh, kejadian gue beli barang haram.' Sebal kesal dalam hati.
Maka dari itu, berhati-hati lah jika berbuat sesuatu pada seseorang yang dekat dengan kita, ia akan mengingat terus kejadian bahkan rinciannya.
.
Ayo dong dukungannya, butuh asupan dukungan 😢😢☕🌹
__ADS_1