Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Hanya kamu, ya cuma kamu


__ADS_3

Mika berjalan sedikit pelan, orang mengira pasti baru pertama melakukan hal ini. Leon langsung jongkok di depan Mika.


"Leon kenapa kamu jongkok ? mau gendong aku ya?"


"Pakai nanya lagi, ayo. Di lihatin orang-orang tuh kita berdua, kayak habis ngapain gitu!" panik.


"Bukannya kamu habis ngapa-ngapain aku ya." Malah di perjelas.


"Maka dari itu, ayo ... cepatlah naik,"


"Masih sakit Leon, gak bisa." Menggelengkan kepalanya.


Leon menepuk jidatnya, sekali hap ia langsung menggendong Mika. Leon menggendong Mika ala bridal style dan mika mengalungkan lengannya di pundak Leon.


Sungguh romantis dan ironis bagi yang baca termasuk emak😭😭, wkwkwk bercanda bagi yang melihatnya 🤭🤭


Saat berjalan santai di sekeliling taman. Pemandangan sungguh menakjubkan, melihat dari jauh pun sungguh indah tanpa adanya kabel-kabel yang bergelantungan.


"Leon, seumur hidup kamu. Pernah gak sih gendong perempuan ?"


"Enggak pernah, memang kenapa."


Mika terdiam.


"Ko diam."


"Ya aku seneng banget jika gak pernah, itu artinya aku yang pertama dong yang kamu gendong," dengan pedenya.


Ekspresi Mika sangat bahagia.


"Jangan percaya diri seperti itu mika, bukan berarti aku gak pernah gendong perempuan. Aku pernah ko gendong anak kecil perempuan, cantik dan waktu itu gak pakai baju. Bisa kamu bayangin kan?" goda nya.


Wajah Mika memerah, gadis kecil yang di maksud itu dirinya.


"Jangan lanjutkan bicaranya, aku malu," menutupi sebagian wajahnya.


"Memang kamu ini ada-ada saja mika, sudah tau aku gak pernah gendong wanita lain pakai tanya." Mencubit paha Mika, saking gemasnya.


"Beneran?"


"Iya ..., cuma kamu ya hanya kamu Mika Riana !" menempelkan hidungnya ke hidung mika.


Mika puas sekali dengan jawaban Leon, harinya begitu indah.


Hening.


Sampailah di rumah.


"Leon."


"Iya,"


"Es krim nya mana?"


"Astaga, aku lupa beli. Sebentar oke!" lari terbirit-birit.


Mika geleng-geleng kepala, setelah beberapa menit kemudian Leon kembali.


"Huuh ... dingin banget."


Menggosok-gosok kedua lengannya.


Mika memberikan mantel pada Leon.


"Nih, pakai dulu jaketnya." Memberikan mantel tersebut pada Leon dan membantu Leon mengenakannya.

__ADS_1


"Yakin kamu mau makan itu?"


"Yakin Leon, lagi pengen!"


Jawabnya seperti seseorang yang sedang ngidam.


"Mika kamu gak sedang hamil kan?"


"Uhuk ..., coba ulangi." Mika butuh kejelasan.


"Kamu gak sedang hamil kan ?"


Puk


Melempar Leon dengan kain.


"Baru juga ngelakuin, dari mana bisa langsung hamil Leon Kharel." Menjewer telinga Leon.


"Aduh ... aduh ... sakit, lepaskan," merintih kesakitan.


"Makanya jangan bicara aneh-aneh, apa kamu dari sebangsa makhluk halus bisa hamil cepat dan lahiran cepat." Geram Mika.


"Ya manusialah, kalau gak manusia mana mungkin bisa nyentuh kamu,"


"Tapi sekarang banyak tuh makhluk jadi-jadian yang nyamar sebagai manusia atau menyerupai wujud pasangannya. Bahkan yang paling ngeri ngajakin pasangannya untuk berhubungan badan, ih .... ngeri. Untung yang sering ketawa," Mika begidik ngeri sendiri dan tidak jadi melanjutkan ceritanya.


Sudah di pastikan betapa horornya kejadian seperti itu, untuk yang pernah mengalami banyak-banyak berdoa dan mohon pada Yang Maha Pencipta.


"Hey jangan cerita begituan, bulu kudukku berdiri semua ini," Leon panik.


Mika lupa jika suaminya penakut.


"Sorry aku lupa " Cengengesan tanpa dosa.


"Lupa atau sengaja, kamu gitu dari dulu. Udah tau aku ini penakut pakai acara cerita gituan, aku sekarang butuh bantuan nih."


"Ke kamar mandi, takut ada perempuan baju putih!" tangannya memohon.


Puk


Mika menepuk jidatnya.


"WOY ... ini dimana? kita bukan di Indonesia Leon..." ingin menangis rasanya.


"Siapa tau ngikut sampai di sini, sebab kamu bicarakan barusan."


"Perkataan mu sungguh konyol Leon , aku harap kamu ngerti. Beda negara beda pula hantunya, gak bakalan sama kecuali Sang Maha Pencipta dan Malaikat serta Rasulullah dan Nabi," Mika sampai geleng-geleng kepala.


'Bisa stres nih aku gini terus musuh leon.'


"Tapi tetap aja, mbak baju putih pasti ngikut sebab ia terbang. Ayolah Mika Riana, temani aku ya. Mau e ... e ...."


"Ogah," mendorong tubuh Leon agar segera menjauh.


Lagi asyik-asyiknya menikmati es krim malah di tawarkan hal gituan, yang ada gak nafsu makana lagi.


"MIKA CEPETAN." Teriak Leon yang sudah lari terbirit-birit.


Cuaca dingin di negara ini memang selalu membuat dirinya dan Leon akan mudah sakit perut.


Mika menghela nafas.


"Bodo* banget aku,ngapain sih dengerin omongan Leon yang kayak angin." Beranjak pergi.


Ceklek.

__ADS_1


"E ... he ... he ..., thank you," sayang sambil mengecup bibir Mika sekilas.


"Iya sama-sama" suara malas Mika.


"Ko' gitu jawabnya."


"Males," acuh dan mengambil sebotol air mineral lalu ia tuangkan ke dalam gelas.


Mika mengambil garam dapur sedikit dan meletakkannya ke dalam gelas yang sudah berisikan air mineral.


Suara gelas bersahutan dengan sendok kecil.


Klutik


Klutik


"Nih, cepat minum." Memberikan pada Leon.


"Gak mau, asin,"


"Namanya air garam ya asin,beda kalau kecap."


"Tapi kecap juga ada yang asin, kenapa gak gula saja?"


Mika malah meninggalkan Leon sambil melambaikan tangannya ke atas. Mika memilih lebih santai di dalam kamar, ia mensecroll status yang ada di Instagram.


"Romantis banget nih pasangan satu, dari dulu sampai punya anak tetep baik-baik gak pernah tertimpa masalah atau rumah tangganya terkena rumor yang gak enak." Tersenyum-senyum sendiri saat melihat status di Instagram.


"Kita berdua juga bisa kayak gitu, asalkan kita setiap ada masalah di selesaikan dengan baik-baik,"


"Eh, sejak kapan di situ?"


"Barusan, dan membuat aku cemburu dengan tuh ponsel!" menunjuk ponsel yang sedang di pegang Mika.


"Jangan cemburu gitu,aku juga butuh hiburan Leon."


"Memangnya aku bukan hiburan kamu?"


"Bukan begitu!"


"Iya ... iya ... aku tau." Mengacak-acak rambut Mika.


Mika tersipu.


Ia pikir akan di larang oleh Leon sebab ke asikan lihat story' di Instagram. Nyatanya di izinkan, oke lanjut.


Leon juga sedang melihat story' tapi tidak di aplikasi seperti Mika, lain aplikasi.


Mika melirik dan mencuri-curi pandang, melihat wajah tampan Leon yang baru ia sadari tadi saat Leon berkeringat di atas tubuhnya.


Deg


Mendadak ia malu, betapa tidak tau malunya dirinya saat mengeluarkan suara-suara syahdu yang begitu menggema di telinganya. Ia menutupi sebagian wajahnya dengan bantal kecil yang ia peluk dari tadi. Leon mengerjabkan matanya berkali-kali.


"Mika ada apa? ko ekspresi kamu begitu."


Mika menggelengkan kepalanya.


"Yakin."


"Iya ... Leon, gak apa-apa. Cuma malu doang ini, malu gara-gara bayangin kejadian panas beberapa jam yang lalu," jujur banget sih Mika.


Leon yang melihat Mika jujur begini membuatnya tambah cinta dan sayang.


"Oh my God, istriku."

__ADS_1


Mendapatkan hujanan ciuman di seluruh wajah Mika.


__ADS_2