Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Menyesal


__ADS_3

"Ayah, bagaimana kabar ayah." Seperti biasanya ia bersikap ramah dengan orang yang lebih tua darinya.


"Leon, kamu baru sampai nak? ayah baik, bagaimana denganmu?" tanyanya ramah tamah.


Leon mengangguk kan kepalanya, ia tadi sempat curiga jika ayah mertuanya juga ada kaitannya dengan kepergian Mika. Namun rasa curiganya sirna saat Atom berusaha menghuni sang putri namun terus saja hanya ada jawaban dari operator saja.


"Leon, tolong ayah dong. Apa mungkin pulsa atau kuotanya habis, coba kamu cek dari tadi berusaha menghubungi Mika tapi gak bisa-bisa."


Padahal bukannya sengaja menutupi dari Leon tapi kalian taulah ya penyakit ngeyel ayahnya Mika dan pelupa jika nomor putrinya pun sudah berganti.


Selain nomor, cuaca dan jam pun juga berbeda antara Surabaya ke Sidney sekitar 4 jam lebih cepat dari Surabaya.


Leon mengecek semua yang di minta oleh ayah mertuanya dan hasilnya masih ada kuota dan juga pulsanya, apa mungkin kendala sinyal juga menjadi penyebabnya.


"Semua masih yah banyak hampir lima ratus ribu pulsanya, dan aku lihat sinyalnya ketip-ketip sepertinya masalah sinyal ayah. Oh ya yah, anak-anak kemana ya?" pancing Leon pada sang mertua.


"Anak-anak, bukannya jadwalnya dengan Seno hari ini. Apa kamu belum kesana?" masih fokus dengan ponselnya sambil mencari sinyal yang bagus di pekarangan rumahnya.


"Em ... sudah sih ayah, tapi aku buru-buru aku pikir hari ini jadwalnya ayah ee... he ... he ...!" sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Atom sedikit pucat pasi wajahnya, sedangkan Leon masih memerankan tokoh nya dengan baik dan tidak tau apa-apa. Padahal di hatinya hanya ada amarah dan kecewa, di tambah lagi tadi rumah keadaan cukup berantakan sana sini sebab ulahnya tadi malam yang sengaja membuat seluruh ruangan berantakan agar mendapatkan perhatian dari Mika.


Atom menepuk pundak Leon.

__ADS_1


"Leon ... jika ada masalah, segera selesaikan oke. Ayah tau kamu orang baik dan jujur, tapi satu yang ayah minta semarah-marahnya kamu terhadap keadaanmu jangan pernah melampiaskan kepada orang yang kamu sayang apalagi sampai terjadi KDRT di dalam rumah tangga kalian, pesan ayah itu saja untuk sementara. Selain itu tolong ya Leon bilang ke Mika suruh Mika mengubungi ayah, atau perlu suruh Mika kemari. Punggung ayah sering sakit dan ayah ingin Mika menemani masa-masa tua ayah." Beranjak pergi setelah drama berkepanjangan.


Leon hanya mengangguk-angguk saja, jika bukan ayah pasti papa yang punya ide ini. Pergi ke luar negri segitu gampangnya, atau jangan-jangan susah lama terencana dan baru sekarang saja kejadiannya. Ia bergegas menuju ke rumah papanya yang jaraknya sejengkal dengan buru-buru disertai amarah yang berapi-api.


'Jika benar papa dalang di balik kaburnya Mika hari ini, aku akan marah ke papa. Kenapa bukan meredam anak-anaknya justru mengiyakan kepergian Mika bahkan mendukungnya sampai aku tertipu dan tidak sadar selama ini.'


Seno merasakan hawa yang kurang enak dari belakang tubuhnya, sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi tapi bukan Seno namanya kalau kalah dengan seseorang yang ada di belakangnya. Seno menangkis tangan yang hendak memukulnya dari belakang.


Sret


Brugh


"Waw ... perkembangan putraku sungguh besar sekarang, tapi tidak ada apa-apanya di bandingkan Mika menantu ku." Meremehkan Leon.


Leon menggertakkan rahang-rahang giginya, kesal selalu di bandingkan dan kalah selangkah dari Mika sang istri dari dulu sampai sekarang pun masih sama.


Seno tersebut tipis.


"Renungkan kesalahan mu dulu dan satu lagi, wanita hamil itu kamu bereskan dulu. Jika sudah beres barulah kamu bisa tau ia tinggal dimana!" pergi begitu saja tapi langkah kakinya terhenti.


Papanya tau jika wanita itu hamil, tapi dirinya tidak salah dan tidak pernah menyentuhnya sama sekali, perjanjian makan bersama atau orang sering sebut dengan berkencan hanya ia lakukan selama satu bulan itupun saat Mika hamil tua sampai selesai melahirkan, selain itu ... Leon berpikir jernih.


'Salah paham ini semua orang, benar-benar kena prank. Awas saja kamu Ayunda kalau sampai terjadi apa-apa dengan rumah tanggaku.'

__ADS_1


"Aku bisa jelasin pa, aku dan wanita murahan itu gak ada hubungan apa-apa. Memang kami pernah makan bersama selamanya satu bulan sesuai perjanjiannya sebab aku kalah waktu itu saat menjadi pengacaranya, tapi kami gak pernah melakukan hal senonoh pa." Jelasnya percuma.


Perkataan Leon seperti balon warna warni yang isinya benar-benar angin doang.


"Kamu ini anak nakal, mana mungkin kamu mengaku Leon. Di tambah lagi kalian berdua pernah ke hotel dan satu kamar, jangan pikir papa tidak tau bahkan kalian berdua pernah sama-sama terkena obat peran sang waktu itu. Alasan apalagi yang ingin kamu buat untuk membela dirimu, sadarkah kamu kelakuan kamu benar-benar di luar nalar sebagai laki-laki yang sudah menikah, bagaimana perasaan anak-anak kamu nanti jika mereka tau dari orang-orang yang tidak menyukai Mika ataupun kamu kedepannya?"


Deg


Leon tidak berpikir sampai ke situ, ia memiliki sepasang anak kembar. Jika mereka di sakiti suatu saat oleh pasangannya masing-masing bagaimana, bukannya akan menjadi momok sepanjang hari sampai dirinya menutup mata.


"Maaf pa, kejadian serupa tidak akan terulang kembali." Percuma saja meminta maaf sedangkan yang ia lukai jiwa raganya sudah remuk redam.


"Minta maaflah ke istri dan almarhum mama mu Leon,papa sudah tidak tau harus bersikap bagaimana menghadapi kamu," Seno tidak habis pikir.


Sedangkan Mika masih menonaktifkan ponselnya dan belum ada niatan untuk membeli SIM card baru untuk menghubungi ayahnya. Rasanya masih sedih jika mengingat-ingat kenangan bersama dengan Leon, sudah melabuhkan hati dan cintanya namun di lukai begitu saja.


"Tapi kasih tau dulu kemana Mika pergi pa."


"Tidak akan, jika dia sudah merasa baikan perasaannya papa akan memberi tau kamu kabarnya," melenggang meninggalkan Leon yang masih penuh dengan penyesalanku terdalam terhadap istrinya.


"Tapi kan pa, Leon berhak tau dimana dia dan kabarnya. Leon suaminya pa." Berteriak-teriak percuma.


Kali ini Seno hanya bisa melindungi menantu yang ia anggap putrinya, sebab dulu almarhum istrinya berharap kelak bisa melahirkan anak perempuan tapi nyatanya yang lahir justru anak laki-laki yang menyebalkan bagi Seno, selalu membuat ulah.

__ADS_1


Leon merutuki dirinya sendiri yang ceroboh, saat sekolah masih bisa di atasi ataupun ngeles sana sini, tapi kalau sekarang ngeles pun percuma dan seperti membuka lagu lama yang akan selalu di kenang pada masanya.


Ia menepuk jidatnya berkali-kali sambil berpikir, jika dirinya berkerja lebih giat lagi bukannya bertambah gampang mencari istri dan anak-anaknya dengan cara keliling dunia, kalau seandainya ia mencari identitas istrinya di seluruh bandara yang ada di Indonesia pasti papanya sudah menutup akses informasi tentang istrinya.


__ADS_2