
"Mika." Di ulang kembali panggilannya terhadap Mika yang mereka bilang istri sahnya berusaha di ingat tapi tidak teringat di bagian terpenting dalam hidupnya.
Leon berusaha percaya jika Mika istrinya dan sudah memiliki 2 buah hati, meski ingatannya yang ia ingat masih dalam keadaan nikah secara agama belum di sahkan negara dan akan segera sah secepat-cepatnya.
Buru-buru Mika menghapus bekas air matanya meski ada sembab di matanya dan masih berair.
"Ngapain kemari?" ketus.
"Kenapa kamu menghindariku dan marah, apa aku salah jika aku bertanya siapa wanita yang ada di dalam mobil saat aku kecelakaan beberapa bulan yang lalu ?" duduk bersebrangan dengan Mika.
Mika lagi-lagi di buat tersenyum getir berselimut kecewa.
"Kamu gak salah, aku kasih tau kamu. Dia teman kencan mu bahkan bisa di bilang kekasih kamu, aku kecewa dengan semua tapi aku diam demi anak-anak. Tapi nyatanya aku semakin terluka, cepatlah pulih dan akui semua kesalahanmu. Itu lebih baik!" beranjak pergi dengan hati yang tercabik-cabik.
'Bukannya pasrah dalam keadaan sedih terpuruk seperti sekarang, aku memikirkan nasib anak-anak. Cukup aku yang di tinggalkan oleh sosok ibu yang aku butuhkan, dulu.'
Berusaha tegar itu tidak mudah, lebih sulit lagi menghadapi kenyataan.
Leon terpaku di tempat, kekasih jika Ayunda kekasihnya berarti dirinya berhianat dalam pernikahannya.
"Aku menduakan nya ?" bertanya-tanya.
Berusaha mengejar sang istri, memang Mika cinta pertamanya dan segalanya untuk nya tapi sebelum semua kejadian menimpa rumah tangganya dan yang lebih parahnya ia belum mengingat tentang ke 2 buah hatinya.
Atom baru saja masuk ke dalam rumah Seno dan terkejut lagi sebab melihat putrinya menangis dan berlarian dan tidak jauh dari itu ia juga melihat Leon mengejar putrinya.
"Stop Leon, ayah ingin berbicara denganmu." Atom menghentikan Leon.
Leon berhenti dan menatap ayahnya Mika.
"Ayah ingin berbicara dua mata perihal pernikahanmu dengan putriku."
Leon merasakan perasaan yang kurang enak saat bersama dengan ayahnya Mika yang tak lain adalah mertuanya. Hanya anggukan kepala lah yang menjadi saksi Leon setuju dengan ajakan beliau.
Saat duduk di salah satu teras dan hanya berdua tanpa ada yang lain Leon semakin getar getir ingatannya tertuju saat dirinya memberikan obat perang sang pada Mika kala itu.
__ADS_1
"Ayah percaya kamu tidak salah Leon, maka dari itu jika kamu benar maka lepaskanlah putriku. Biarkan mereka bahagia dengan anak-anak, lagian yang ayah lihat selama dua tahunan ini hanya luka yang kamu torehkan ke putri ayah. Apa kamu paham dengan maksud ayah ?"
"Maksudnya, Leon dan Mika sendiri-sendiri tanpa ikatan pernikahan. Maaf ayah, meski begitu aku tidak akan berpisah dengan Mika. Aku akan buktikan secepatnya jika aku tidak bersalah meski sebelumnya ada kesalahpahaman di antara kami!" Leon meremas ujung bajunya.
Kenapa hatinya sakit sekali saat mertuanya berbicara demikian, meminta putrinya untuk kembali. Diri ini masih ada hak sepenuhnya terhadap Mika istrinya dan juga anak-anak nya.
.
Mika menatap ke arah layar ponselnya untuk melihat putra putrinya yang sedang di susui oleh susternya dengan botol susu. Mereka tampak menggemaskan dan semakin besar saja, rasanya rindu sekali dengan mereka padahal berpisah dengan mereka baru sebentar belum ada 2 jam tapi serasa 2 bulan rindunya.
"Mereka cantik dan tampan seperti papa dan mamanya yang cantik." Tiba-tiba suara bas Leon mengejutkan Mika.
Prak
Ponselnya jatuh ke lantai.
"Ini." Leon mengambil lebih dulu ponsel Mika dan memberikannya.
"Terimakasih," masih dingin dan kesal.
"Mika, sayang."
Ser
Hatinya berdesir saat Leon bilang sayang, sudah pulih atau pura-pura karena suatu tekanan dari luar.
"Jangan berpura-pura jika itu bukan dari hatimu, aku tidak suka dan tidak aku terima. Aku akan pulang ke rumah, aku harap kamu jangan membututi aku." Tegasnya terhadap Leon.
"Mika, aku ingin memperbaiki semuanya. Bantu aku mengingat dan bantu aku agar aku bisa kamu maafkan Mika," terdengar pilu tapi hati Mika terlanjur sakit dan rasa cintanya terhadap Leon menjadi logika setelah sadar.
"Oke, baiklah."
Padahal niatnya cuma ingin mengetes Leon tapi inilah jawabannya, Mika merasa sedih hanya segini saja perjuangan Leon tidak lebih padahal ia masih berharap juga, kasihan anak-anak yang merindukan sosok papanya.
Senyum terbit di sudut bibir Leon.
__ADS_1
Saat di perjalanan pikirannya kacau lagi, jika sudah demikian apakah keputusannya untuk pergi ke pengadilan adalah keputusan yang benar, Leon laki-laki humoris, tampan, imut dan tajir melintir sungguh beruntung wanita yang bisa bersamanya.
Takutnya setelah berpisah justru Leon berpaling dari anak-anaknya dan membiarkan anak-anaknya yang jelas-jelas butuh nafkah dan perhatian dari papanya, tidak bisa semarah-marahnya ke Leon harus tetap di kontrol.
Rumah ini menjadi saksi dimana air matanya yang tumpah tak tertahankan.
"Rumah ini penuh kenangan kesedihan ku saja, apa perlu aku jual dan uangnya untuk membeli rumah baru? tapi ... bukannya sama saja jika aku membeli rumah baru dari hasil menjual rumah ini, tetap sama-sama dari hasil kerja keras Leon."
Harus berpikir cerdas, tidak perlu di jual dan membeli yang baru lebih baik membeli dengan uang diri sendiri dan untuk perihal rumah ini di berikan ke anak-anak saja yang pastinya mereka akan tumbuh kembang di rumah tersebut.
Seseorang memeluk erat tubuhnya dari belakang.
Deg
Siapa yang memeluknya kenapa rasanya begitu hangat dan nyaman.
"Lepaskan."
"Tidak, biarkan aku memelukmu sampai aku puas Mika Riana," menggosok-gosokkan hidungnya di leher jenjang Mika.
Awalnya ia memberontak tapi lama-lama ia tak berdaya di hadapan Leon, cintanya mulai kembali apakah harus membalasnya atau justru memblokirnya sementara.
"Ini di luar, malu jika di lihat mereka."
Leon melihat tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua, lantas siapa yang di sebut mereka apa jangan-jangan ada makhluk astral dan Mika bisa melihatnya, tiba-tiba saja bulu kuduk Leon berdiri dan merasakan hawa dingin melintas.
"Jangan menakuti ku Mika." Tambah mengeratkan pelukannya dan bersembunyi di pundak Mika.
Mika memutar bola matanya dengan malas.
"Minggir," mendorong tubuh Leon agar menjauh.
Kretek
__ADS_1
Hatinya patas setelah di tolak, niatnya manja-manja agar hubungannya membaik tapi belum berhasil.