
"Kenapa terputus ceritanya, aku ingin tau kelanjutannya." Tanpa ekspresi.
"Bahkan sampai kecelakaan di hotel itu,tapi jujur yang memang aku tidak melakukan apa-apa di hotel itu. Justru aku mendengar suara desah an wanita itu dengan pria entah pria sewaan dia atau kekasihnya, aku lega saat itu setidaknya aku tidak dalam masalah yang lebih besar lagi. Dan aku juga sudah mengumpulkan bukti-bukti sayang, ini lihatlah pengakuan dan permintaan maaf wanita itu." Memberikan ponselnya pada Mika.
Mika menerima ponsel itu, semoga ucapan dan tindakan sama tidak jauh berbeda. Satu persatu video ia putar dan semua terlihat asli tanpa editan apa-apa, gambar dan suara jernih asli tapi sayangnya sepasang mata itu tidak tulus sama sekali dalam meminta maaf.
"Dia tidak tulus, tapi aku memakluminya. Mungkin bawaan bayi jadinya begitu ibunya." Mika menghela nafas panjang berkali-kali.
Emosi sesaat memang fatal apalagi jika sepasang suami istri saling meninggikan ego masing-masing.
"Iya," tanggapan Leon hanya begitu saja.
Mika membuka galeri foto dan melihat anak-anak yang senantiasa ia foto untuk mengambil kenang-kenangan yang tidak mungkin bisa terulang kembali.
"Apa yang sedang kamu lihat yang?" menatap curiga ke arah ponselnya.
"Foto anak-anak !" jawabnya tersenyum.
Leon menepuk jidatnya, ia hampir lupa meminta maaf pada sang istri yang belum sempat terucap tadi. Ia mengambil ponsel Mika dan meletakkannya di meja, kemudian ia raih kedua tangan Mika dengan diiringi kecupan di punggung tangannya.
"Sayang, aku Leon Kharel Daddy dari anak-anak sekaligus sahabat merangkap jadi suami kamu. Aku meminta maaf sebesar-besarnya kepada kamu sayang, aku mohon beri aku kesempatan lagi untuk memperbaiki semua sayang." Leon menatap mata indah Mika yang memancarkan penuh cinta.
Ia tatap mata elang suaminya, apa benar jika ia tulus dan tidak berbohong untuk yang kesekian kalinya.
"Iya, asalkan kamu tidak mengulanginya hal yang sama lagi. Aku kecewa dan sedih terhadap diriku sendiri Leon, aku kurang apa ke kamu. Jika ada kekurangan bilang saja aku akan berusaha memperbaikinya, gak perlu kamu berbohong dan menduakan aku di belakang ku, sakit Leon," memegang dadanya.
"Sekali lagi maafkan aku sayang, aku tidak akan ceroboh lagi dan aku akan bilang semua masalahku jika aku punya masalah yang rumit dan membuat hubungan kita sempat kacau."
Kini Leon dan Mika berada di dapur mereka masak bersama sebab tadi acara makan malamnya gagal jadi cacing-cacing dalam perut protes semua.
"Mie goreng begini, kamu mau tidak?" menawari Mika.
Mika mengangguk percaya, pasti masakannya enak seperti biasanya yang tidak bisa di ragukan lagi.
"Boleh, aku juga lagi pengen makan mie goreng Leon sayang !" duduk dengan manis.
Semangat memperjuangkan sahabatnya memang luar biasa meski sempat putus asa jika Mika tidak mau dengan dirinya, kasihan anak-anak jika merasakan broken home seumur hidupnya akibat dari egoisnya orang tua.
Atom dan Seno di buat kualahan menghadapi si kembar sampai panik.
"Fintan ... tidak boleh ya, cucu kakek yang tampan jangan membuat adik kamu menangis ya." Atom menimang-nimang Bintang sedangkan Fintan terus menarik-narik baju Bintang.
__ADS_1
'Ya ampun ... perasaan dulu saat merawat Leon dan Mika secara bersama-sama tidak seperti kedua cucuku sekarang, aktif bergerak tapi aktif juga dalam menangis.' Atom meratapi nasibnya.
Seno baru selesai membuatkan susu formula untuk kedua cucu kembarnya.
"Dari tadi aku dengan mereka terus menangis terutama Bintang, sebenarnya kamu bisa tidak menjaganya? padahal baru sebentar aku tinggal membuatkan susu untuk mereka." Seno memberikan susu itu pada Fintan kemudian Bintang agar mereka lekas diam dan tidur.
"Padahal kamu yang lama malah nyalahin aku yang tidak bisa menjaga mereka dengan baik," ya gak terima dong Atom di remehkan dalam menjaga cucu-cucunya.
Para orang tua selalu ribet jika merawat cucu-cucu mereka, maka dari itu sebaiknya orang tua jangan di beri beban untuk merawat cucu-cucunya agar mereka bisa menikmati masa-masa tuanya. Dulu mereka sudah merawat mu apa tega membiarkan mereka juga merawat anak-anak mu? pasti semua orang ingin masa tuanya tanpa merawat cucu atau sebagainya.
Saling menghargai saja, usia tidak ada yang tau. Tapi berbeda cerita jika orang tuamu mengizinkan untuk merawat cucu-cucunya, agar kehidupan cucu-cucunya layak dengan diiringi perjuangan.
"Siapa bilang gak bisa, justru kamu Seno yang gak becus bikin susu untuk kedua cucu kembar ku. Bisa jadi mereka tambah menangis sampai pagi hari." Jawabnya yang tidak kalah sengit.
"Kamu menantang aku Tom?"
Mereka berdua saling menatap satu sama lain, sama-sama memelototkan matanya.
Dret Dret Dret.
Deringan ponsel Atom berdering, padahal baru juga si kembar memejamkan matanya.
π Menganggu ya Yah?
π Tidak Mika, bagaimana urusan kalian? apa kalian sudah baikan?
π Sudah yah, tenang saja!
Jawab Leon yang mengambil alih percakapan.
π Leon, apa kalian masih di hotel?
π Tidak yah, kami berdua ada di apartemen!
Deg
Atom menutup speaker suara dan berbisik-bisik dengan Seno.
"Kamu memberitahu Leon tempat tinggalnya Mika dan si kembar?" Atom menatap tajam Seno padahal sudah perjanjian jangan sampai Leon tau dulu tempat tinggal Mika.
"Enggak, lagian sudah ada perjanjian diantara kita apa kamu lupa. Jangan-jangan justru kamu yang memberitahu Leon tempat tinggal Mika!" Seno membalikkan keadaan.
__ADS_1
Rasanya tidak terima dirinya di salahkan, jelas-jelas ia nomor satu soal melindungi Mika yang sekarang jadi putrinya juga setelah menikah dengan putranya yang brengsek itu.
"Yang, ayah ko diam sih dari tadi. Apa ayah masih marah banget ke aku?" mengembalikan ponsel istrinya.
"Enggak tau Leon!"
π Hallo yah, ayah masih di situ kan yah?
Percuma tidak ada jawaban dan akhirnya Mika memutus sambungan telepon tersebut.
"Leon,aku mau ke kamar dulu." Pamitnya sebelum menyelesaikan makan malamnya.
Leon mencekal pergelangan tangan Mika.
"Makanlah dulu yang, apa kamu tidak lapar lagi?" matanya jernih dan tulus.
"Aku mau buang air kecil Leon, tidak mungkin aku menahannya kan?" melepas cekalnya.
Leon mengangguk, hampir saja ia berpikir yang tidak-tidak.
'Nanti apa ya kegiatan kita sayang, hari ini kita baru bertemu setelah sebulan lamanya kita berpisah. Aku harus berbicara apa ya ketika satu kamar dengan Mika, bingung nih?' Leon membatin dan bersiap-siap untuk mempersiapkan dirinya nanti.
Mika menatap dirinya dari pantulan kaca besar yang berada di kamar mandi, dirinya banyak berubah dari kulit wajah dan juga tubuhnya.
"Hah ... ternyata aku semakin tua ternyata, tubuh mulai kendor. Apa perlu aku ikut senam yoga mulai besok, lagian tubuh sehat juga penting untuk diriku sendiri selain menjerat suami agar setia dan tidak mendua. Ngomong-ngomong tentang mendua ko aku jadi kesel lagi ya melihat Leon dan wanita itu, dasar wanita yang tidak tau malu maunya merebut milik orang, apa gak sadar perut segede gentong dan tubuh sependek itu mau merebut laki-laki yang jelas-jelas setia pada pasangannya, apa sekarang jaman gak tau malu itu meraja lela?"
"Di tambah satu lagi, Leon juga bodo* banget lagi pakai acara tantangan yang jelas-jelas bakalan kalah telak." Rasanya ingin melampiaskan amarahnya.
Leon menatap kamar Mika yang masih tertutup rapat.
.
Kelemahan wanita bucin ya seperti ini selalu ingat kejadian masa lalu dan senantiasa di ungkit-ungkit kembaliπ€¦ adakah yang sama seperti Mika?
a. Yes
b. No
c. Kedua-duanya
Kalau emak c ya bisa tidak bisa iya tergantung bertemu kembali dengan wanita itu atau enggak π€£π€£
__ADS_1