Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Bertemu kembali


__ADS_3

Leon menatap seluruh penjuru ruangan dengan penuh tanya, ia mengecek laci dan lainnya yang berada di ruangannya.


"Amel, siapa yang membersihkan ruangan saya?"


"Maaf tuan muda, saya tidak tau. Saya akan segera mencari orang yang membersihkan ruangan tuan muda!" ketakutan setengah mati.


Leon duduk dengan kesal, puluhan tahun ia bersama dengan Mika sahabat dan menjadi istrinya tidak mungkin ia bisa salah prediksi. Ini semua terlalu kebetulan, ruangan ini sebelumnya tidak seperti ini penataannya bahkan meletakkan barang-barang sama persis seperti Mika istrinya.


Mengingat kenangan lalu.


"Ingat ya Leon sayang, kalau meletakkannya buku atau catatan apapun harus begini ya penataannya." Menunjukkan sebuah laci tepat di tempat kerjanya.


Semua yang Leon lihat sama persis seperti waktu Mika masih duduk di bangku TK sampai menikah dan memiliki dua buah hati yang lucu-lucu dan semakin pintar. Bahkan letak kursi dan lainnya begitu sama dan kebetulan seperti Mika almarhumah istrinya yang tidak ia yakini jika Mika telah tiada, ia masih percaya jika istrinya masih hidup lagian jenazah 2 tahun lalu itu samar-samar tidak seperti Mika.


Semua orang tunduk saat sekretaris Leon datang ke ruangan tempat para OB dan OG serta tukang bersih-bersih atau cleaning servis istirahat melepas sejenak lelah ketika berkerja keras di perusahaan.


"Hari ini siapa yang lancang datang membersihkan ruangan tuan muda Leon?" penuh dengan tekanan dan wibawa.


Mika yang baru saja datang terkejut saat semua mata memandangnya.


"Ada apa ?" bingung dan sedikit panik sebab di tatap orang-orang seprofesi dengannya dengan tatapan tajam.


"DIA!" tunjuk semua orang tertuju pada Mika.


Mika tentu saja syok dengan mereka semua yang memojokkan dirinya seperti seorang pencuri dan tersangka kejahatan.


"Saya??!!" menunjuk diri sendiri sambil ternganga.


"Iya kamu," dengan wajah jutek lalu ia bergeming, "dasar tukang bersih-bersih saja belagu." Sambil memutar bola matanya dengan malas, aplikasi jika di lihat-lihat cleaning servis ini tidak jelek wajahnya melainkan cantik sekali. "Mari ikut saya." Sambungnya tanpa memberikan kejelasan apa-apa pada Mika.

__ADS_1


'Aku juga bisa mendengar umpatan anda barusan, sekretaris saja belagu apalagi jadi bos. Bisa-bisa karyawan anda mati berdiri saat berkerja menghadapi omelan anda.' Membatin dalam hati, ia ingat betul jika dirinya hanya debu yang menempel pada perusahaan baru tersebut.


Selain itu, ia tidak mau hidup boros apalagi merepotkan kedua orang tua Nathan. Mereka sudah terlalu baik pada dirinya, untuk saat ini dan masalah hari ini harus ia selesaikan sendiri meski ia sadar bahwa keluarga Nathan akan tau kejadian hari ini.


Sungguh, keluarga barunya ini lebih dari yang ia bayangkan. Bangun dari koma ternyata malah menjadi anak angkat pemilik salah satu saham terbesar di rumah sakit terbesar di Indonesia, benar-benar hayalan putri cantik di negri dongeng.


.


Leon masih menatap satu persatu barang-barang yang tersusun rapi di ruangannya, kenangan bersama Mika tidak akan pernah terhapus bahkan di hapuskan saja itu hal yang sangat mustahil untuk di lampaui.


"Andai .. kamu datang kembali, masihkah kamu ingat tentang kita sayang?" masih dalam lamunan indahnya.


Mika menelusuri koridor dengan perasaan was-was dan takut apalagi ia belum tau menau tentang bos muda, apa jangan-jangan nanti bos mudanya mata keranjang dan suka membawa gadis-gadis di dalam ruangannya untuk bersenang-senang, apalagi rumor yang beredar membicarakan dia yang sudah memiliki 2 anak.


Ia tidak sanggup membayangkan yang tidak-tidak, apalagi seperti kebanyakan kisah novel yang ia baca akan di perkaos oleh bosnya dan di nikmati bibir ranumnya.


Tok tok tok.


Degh.


Nada lantang dari sang pemilik suara membuat Mika terkejut, suara ini kenapa terasa tidak asing.


Suara pintu terbuka dan terlihatlah sosok gagah dan sepertinya sangat tampan dan rupawan, apakah dia bos pemilik perusahaan anak cabang Kharel atau hanya staf kantor saja, namun ... ruangan ini bertuliskan CEO.


Leon menatap wanita yang sekarang ada di hadapannya dari atas sampai bawah, sedangkan Mika sudah ketakutan bukan main. Dilihat dari tampangnya oke banget tapi dari tatapan matanya kenapa tersirat hal-hal kotor.


"Bos mes um." Desis Mika dan langsung terdengar oleh Amel.


Plak.

__ADS_1


"Kamu hanya cleaning servis tidak layak berbicara demikian pada tuan muda Leon, apalagi membicarakan tuan muda yang tidak-tidak," sentak Amel.


Leon tidak suka kegiatannya di ganggu orang lain.


"Amel, kamu keluar. Saya ingin berbicara berdua dengan dia." Tanpa menatap salah satu dari mereka berdua, padahal Amel sudah berharap lebih.


Sedangkan Mika bernafas lega, setidaknya tatapan mes um bosnya tidak terngiang-ngiang dalam benaknya.


Setelah kepergian Amel barulah Leon memperlihatkan sisi negatifnya.


Brugh.


"Tuan muda, kenapa anda menghimpit saya sampai saya terpojok di kursi ?" dengan tatapan konyol.


"Mika sayang, akhirnya kamu kembali!" tidak menjawab pertanyaan Mika justru Leon memeluk erat tubuh Mika, sedangkan Mika berusaha menolak sekuat tenaga agar Leon tidak bermacam-macam dengan tubuhnya.


"Lepas ... anda salah orang tuan, saya bukan Mika sayang yang barusan anda sebutkan tuan. Saya Xia, Xia Nexia Arcelio dan seorang cleaning servis saja." Mendorong dengan kuat tubuh Leon agar pelukannya longgar.


Setelah itu Leon menatap tidak percaya dan kecewa, hatinya yang lekas berbunga kini layu sebelum bunga itu mekar.


"Baiklah jika itu nama kamu, mulai detik ini ruangan saya hanya kamu seorang yang membersihkannya dengan waktu yang tidak ada batasnya, anda faham?"


Mika mati kutu, harus menjawab apa. Pekerjaan membersihkan ruangan CEO tanpa batas waktu, apa maksudnya 24 jam full bersih-bersih di ruangan yang mulai pengap sebab ketakutan dengan tatapan horor Leon.


"Kenapa tidak di jawab, apa jangan-jangan kamu mau makan gaji buta tanpa berkerja begitu." Ucap menohok Leon pada Mika.


Dalam hati kecilnya sangat yakin jika wanita yang ada di hadapannya yang mengaku-ngaku bernama Xia Nexia Arcelio ini adalah Mika, dan nama belakang wanita ini kenapa sama sekali tidak asing di telinganya.


"Oh ... satu lagi, mungkin kamu terbiasa di manja bukan di keluarga Arcelio sampai-sampai kamu berkerja di luar kekuasaan keluarga Arcelio dengan seenak jidat kamu sendiri, tidak bisa. Karena kamu berkerja di perusahaan saya maka harus menuruti peraturan dan perintah dari saya, tidak ada libur kecuali hari Minggu. Begitu juga setiap hari Minggu akan ada tambahan pekerjaan kamu di apartemen saya, jangan lupa. Untuk alamatnya nanti saya beritahu setelah kamu membersihkan ruangan saya lagi." Tanpa putus perkataannya padahal Mika belum menjawab sepatah katapun.

__ADS_1


'Dasar bos sinting, di kira aku robot apa gak ada lelah-lelahnya.' Menggerutu dalam hati tapi tangan dan kaki tetap berkerja mengerjakan pekerjaan.


Desain ruangan ini sungguh lengkap, bahkan dapur, tempat tidur, dan gudang penyimpanan alat-alat kebersihan khusus ruangan ini saja ada dan beberapa alat pemadam kebakaran juga ada lengkap sekali, Mika ternganga melihatnya meski di kediaman keluarga Arcelio juga ada tapi tidak seperti ruangan bos barunya.


__ADS_2