Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Kejutan


__ADS_3

"Stop ... Leon, stop." Mika sampai kualahan menghadapi Leon yang lebih sering gemas terhadap dirinya.


"Enggak,"


"Aku gigit kalau gak berhenti."


"Nih, aku persilahkan," malah gini.


Mika sampai cekikikan.


.


Skip mereka kuliah cepat, hanya butuh 2 tahun saja dan sisa 2 tahunnya untuk berkarir di sana dan sukses menangani masalah-masalah. Suara deringan ponsel Leon menggema sampai ke dapur, padahal Leon dan Mika sedang asik dengan kegiatannya.


"Leon, ponsel kamu bunyi tuh."


"Sebentar lagi oke, huh ... huh ...,"


Leon akhirnya selesai juga dengan kegiatan panasnya di dapur, lebih tepatnya di atas meja.


"Haduh,banyak banget lagi."


Pada akhirnya Mika membersihkan hasil percintaannya barusan. Mika duduk di samping Leon dengan baju yang masih compang-camping, sedangkan Leon hanya menggunakan celana pendek.


📞 Kapan kalian berdua pulang ke Indonesia ? (Seno bertanya pada Leon)


Leon berbicara dengan papanya dan Mika senantiasa di peluk oleh Leon, seperti orang yang takut akan kehilangan cinta dan kekasihnya.


📞 Kami sudah siap-siap Pa, mungkin sekitar dua jam kami ke bandara dan akan berangkat nanti malam pa! (Leon menjawab)


📞 Baguslah jika kalian segera kembali, dan kalian berkarier di Indonesia saja. Jangan di sana terus, sudah dua tahun kalian berkarir, apa tidak ada keinginan untuk meresmikan hubungan kalian?


Seno sangat hawatir jika hubungan mereka tidak di resmikan secepatnya, pernikahan secara agama memang sah tapi pengakuan negara bukannya juga sangat penting, untuk mengurus ini itu kedepannya.


📞 Iya pa, kami berdua pulang juga mau meresmikan hubungan kita!


📞 Syukurlah jika kalian sudah sadar, padahal dulu terburu-buru pengen resmi secara negara. Eh, tau taunya malah molor kayak karet ban. (Ledekan Seno membuat Leon dan Mika tertawa)


📞 Gak lucu pa bercandanya


📞 Siapa yang bercanda sih Leon, kamu mengigau sebab gak sabar ingin pulang ke Indonesia ?


📞 Sepertinya begitu pa


Mika merasakan ada sesuatu yang aneh di perutnya.


"Leon."


Mika berlari menuju ke wastafel.

__ADS_1


Suara muntahan mika terdengar sampai ke telinga Seno dan Atom.


📞 Leon


📞 Bentar pa,mika lagi muntah-muntah


📞 Oke...


"Atom,kita bakalan punya cucu atom." Sambil mengguncang-guncangkan tubuh Atom.


"Tunggu dulu, jangan terlalu pede ya. Kayak gak ingat aja dulu perjuangan lo untuk dapat anak gimana,"


"Eh, iya ... ya ... dulu aku ingin punya anak aja sulit, nikah duluan aku malah istri kamu yang ngelahirin putra, tapi ...'' Seno tau betul cerita kelamnya.


Bahkan sampai istri kedua dan ke tiga barulah mendapatkan mika, tapi sayangnya mika tidak di harapkan hadir sampai-sampai Atom merawatnya sendiri dan berperan sendiri dari seorang ayah menjadi ibu sekaligus. Seno dan Atom saling berpelukan dan menguatkan masing-masing hatinya. Kalau dari segi umur seharusnya Atom dan Seno memiliki cucu yang sudah besar-besar.


"Tapi usaha aku dan almarhum istriku gak sia-sia, lima belas tahun baru lahirlah Leon kecil. Leon yang aku rawat dengan tanganku." Menatap kedua telapak tangannya.


"Halah, yang ngerawat pembantu dan baby sitter, kamu yang bangga. Kamu aja asik dengan bisnis kamu yang kemana-mana, apa kamu lupa Leon kecil sering menangis dan meminta susu, kalau bukan dari tangan aku mana mau," berdecak pinggang.


"Iya ... iya... tom, aku ingat semuanya ko' tanpa terkecuali. Terimakasih banyak ya tom sudah membantu merawat Leon kecilku, yang sekarang udah dewasa dan mau jadi Daddy.'' Seno menari-nari.


Atom terharu, ia sempat negatif thinking kalau Mika dan Leon akan kesulitan mendapatkan momongan. Tapi, jika Sang Maha Pencipta sudah berkehendak dan siapa pun itu tidak bisa menolaknya, anak adalah rezeki kita. Leon memijat tengkuk Mika.


"Ini, pakai minyak angin dulu."


"Mual banget Leon, gak nyaman di sini," menyentuh bagian perut bawah.


Leon berjongkok dan mencium perut Mika yang masih rata.


"Semoga saja Leon, " Mika juga berharap begitu.


Sebab selama bertahun-tahun melakukan hubungan badan tanpa pengaman, padahal selalu di lakukan secara rutin setiap hari. Tapi belum membuahkan hasil, dan baru 3 hari ini Mika merasakan ada yang aneh di bagian perutnya. Seperti kaku bahkan pinggangnya juga sering sakit-sakitan.


"Sepertinya kamu memang berbadan dua, yakin mau pulang ke Indonesia. Gak nunggu kuat dulu baru naik pesawat?"


"Yakin Leon, kan ada kamu yang menyemangati aku!" mencium pipi Leon dengan berjinjit.


"Oke, nanti setelah sampai ke Indonesia baru kita check ke Dokter kandungan oke." Mengusap rambut mika.


Mika mengangguk.


3 Hari sudah berlalu.


Setelah di bawa ke Dokter dan di periksa, ternyata hasilnya positif.


"Hasilnya positif, istri anda sedang berbadan dua."


Dokter menawarkan untuk USG guna melihat perkembangan bayi dan letak bayinya. Saat di USG terlihat seperti ada 2 kantong.

__ADS_1


.


Atom dan Seno berkumpul,tidak lupa para pembantu dan orang-orang yang berkerja di kediaman Kharel berkumpul.


"Hati-hati sayang."


"Leon,aku bisa jalan sendiri,"


"Dilarang membantah ucapan suami."


"Tapi,"


"Hus ... ayo."


Mika sedikit kesal saat dirinya benar-benar tidak bebas.


"Kalian duduk dulu, bagaimana ceritanya tadi ke Dokter ?" Seno nerocos seperti petasan.


Belum duduk saja sudah di timpali pertanyaan, apalagi setelah memberi tau kabar sesungguhnya keadaannya Mika. Bukannya akan bertambah heboh.


"Sebenarnya, kita." Mika menatap Leon.


Harus drama dulu baru kejutan, hari ini ulang tahun Seno harus meriah. Suara ulang tahun terdengar. Ternyata beberapa keluarga dari Seno datang untuk merayakan hari jadinya. Terharu dan kejutan ini siapa yang buat, tidak mungkin jika Atom. Ia tidak pernah tuh sesekali peduli dengan hari jadinya, mungkin sudah pikun efek umur stw atau sudah tuwa.


"Selamat ulang tahun papa." Leon mengucapkan lalu bergantian dengan mika.


Atom terharu.


"Selamat ulang tahun bro, maaf ya bro cuma bisa kasih kejutan begini," Seno tidak menyangka jika sahabat karibnya lah yang menyiapkan semuanya.


"Terimakasih banyak Atom, kamu sahabat terbaikku."


Tapi Leon dan Mika juga berperan penting. Mereka setelah turun dari pesawat segera memesan taksi online dan menuju ke tempat-tempat yang sudah di pastikan masakan catering nya enak dan di jamin sehat dan semua bahan fresh.


"Leon, gimana?" mengusap perutnya dan Leon tau.


Leon mendekati Papanya.


"Hasilnya, INI." Leon berteriak sambil menunjukkan foto USG mika.


"Apa ini ?" Seno bingung.


"Papa dan ayah akan punya dua cucu sekaligus !" Leon bahagia.


Atom, Leon , Mika, Seno. Mereka saling berpelukan, melepas kebahagiaan yang tiada taranya.


Kejutan paling besar ialah mendapatkan kabar jika anak-anak mereka mendapatkan kepercayaan untuk menjadi orang tua yang sesungguhnya, setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bahagia. Tapi dengan cara mereka masing-masing, tidak bisa menyamaratakan dengan takdir yang lain.


Semua sudah tergaris sendiri-sendiri.

__ADS_1


Hari pernikahan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apa-apa, jadi selama pulang ke Indonesia yang baru sekitar beberapa hari langsung mengurus segalanya agar semua berjalan lancar termasuk memberi kejutan ulang tahun Papa Seno tercinta.


INI BUKAN AKHIR CERITA, HANYA BAB 1 SELESAI DAN SEKARANG OTW BAB 2 YA🥰🥰


__ADS_2