
"Kamu cerewet Leon." Tegasnya tidak peduli padahal sekarang mereka berada di tempat umum.
Rasa malu Atom tidak ada saat menyangkut putri dan cucu-cucunya, meski Leon menanti idamannya sebelum tau ke bandelan Leon ternyata mendarah daging. Semoga saja anak-anak mereka tidak memiliki sifat seperti Leon bapaknya.
"Tapi ayah, jelaskan dulu apa kesalahan Leon ayah?"
"DIAM." Bentaknya.
Nyali Leon menciut, jika sudah begini mau bagaimana lagi. Dirinya tidak mungkin bisa protes apa-apa, tapi yang jelas dirinya bingung.
...RUMAH SAKIT...
Kini Leon di buat terkejut lagi dengan rumah sakit, ada apa sebenarnya. Tadi saat sebelum ia menemui klien ia bermain game dapat bayi terus dan angka-angka bayi.
Tapi belum juga berbicara pada kliennya malah ada tarikan telinga.
"Ayah ... tunggu, jelaskan dulu kenapa kita ada di sini ayah?" bingung.
Plak
Bukannya mendapatkan jawaban justru tamparan keras yang ia dapatkan, Leon memegang pipinya yang panas.
"Lihat." Menunjuk ruangan bayi dan di sebelah sana ruang melahirkan dan nifas.
Bingung bukan main.
Seno baru muncul di ruangan bersalin.
"Mika ada di dalam, jika sampai kenapa-kenapa dengan putriku dan cucu-cucu ku, kamu akan menerima akibatnya. Sebab sebagai suami yang kurang siaga dan tidak peduli, di tambah lagi kamu tidak bisa di hubungi." Perkataan Seno membuat leon seolah-olah memang suami kurang perhatian.
Padahal sebenarnya tidak, Leon sangat perhatian dan peduli pada istrinya. Tunggu dulu, tidak bisa di hubungi darimana nya coba, padahal nomornya selalu aktif untuk keluarganya terutama istrinya. Beda dengan nomor pekerjaannya.
"Masa sih pa, nih nomor Leon aktif terus bahkan ponsel Leon saja tidak pernah Leon matikan," Leon seperti membela diri di hadapan ayah dan papanya.
"Halah, paling barusan kamu hidupkan Leon ." Sanggah Seno.
"Sumpah pa, Leon berani sumpah. Leon selalu berhati-hati, apalagi menyangkut istriku dan anak-anak,"
__ADS_1
Leon hanya mendapatkan kibasan tangan dan gelengan tangan dari Seno dan Atom secara bersamaan.
Leon tertunduk, kali ini mereka tidak percaya. Apa yang sudah ia perbuat memang harusnya tidak dipercayai, bagaimana jika tadi terlambat menolong mika dan anak-anak. Pasti akan ada lain cerita.
Mika masih menanti pembukaan ke 10 tapi nyatanya sesuatu yang keluar tidak dapat berhenti, air ketubannya terus menerus keluar.
Setelah drama terjadi, mika dan anak-anak nya harus segera di tolong dengan satu-satunya cara yaitu dengan operasi sesar, sebab air ketubannya ternyata sudah hampir habis. Leon pasrah dengan keputusan Dokter, sebab nyawa istrinya lebih penting juga nyawa anak-anaknya. Operasi pun berjalan dengan lancar dan tentunya selamat, Leon mengadzani putra putrinya.
Selama dalam periode kehamilan, Leon selalu ikut serta dalam pemeriksaan kehamilan bahkan memeriksakan kedua buah hatinya melalui USG fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan saat kehamilan. USG fetomaternal ini dilakukan oleh dokter fetomaternal, subspesialisasi salah satu cabang dari bagian kandungan dan kebidanan. Kegunaan melakukan USG fetomaternal, yaitu untuk mendeteksi apakah ada kelainan pada janin dan ibu hamil. Pemeriksaan USG fetomaternal biasanya dilakukan pada usia kandungan tiga bulan ke atas atau bisa juga di trimester ketiga mulai dari usia kehamilan tujuh bulan.
Mika masih terbaring lemah di ranjang pasien, dengan tangan yang masih di infus.
"Sayang." Leon mengusap surai rambut Mika.
"Hem,"
"Ko cuma hem, apa masih sakit?"
"Tidak, tapi rasa bahagia. Tapi aku males sama kamu !" cuek dingin.
Leon menelan salivanya.
Sementara Seno dan Atom masih membiarkan mereka berdua untuk berbicara dari hati ke hati, meski mereka aku mereka masih geram dengan sikap Leon terhadap mika. Sudah jelas, istrinya sedang mengandung tidak hanya satu buah hati tapi dua sekaligus, dan perasaan seorang perempuanku apalagi saat hamil sangatlah sensitif.
"Iya, tapi,"
"Tapi apa sayang?" hawatir jika pertanyaan yang tidak di inginkan Leon di tanyakan oleh Mika.
"Kenapa kamu tadi tidak bisa di hubungi oleh papa, kamu tau gak jika papa marah-marah kamu begini. Dan satu lagi, kamu sebenarnya sembunyikan apa sih dari aku. Leon?"
Leon menggeleng, Mika berdecak kesal melihat raut wajah Leon yang hanya pias.
"Gak jujur dan pura-pura bodo* , come on Leon. Kita bukan anak kecil gak pantas seorang papa beranak dua main-main dengan pernikahan." Kesal Mika.
Rasanya sakit di perlakukan begini oleh orang tercinta, andai definisi cinta tidak rumit pasti tidak akan sesakit ini.
'Ya Allah, apakah di dunia ini ada buku tentang tema mengerti seorang pria, dan berapa seri dan harganya. Apakah seri nya sama seperti buku tebal puluhan kilo itu untuk mengerti wanita ?' bertanya dalam hati.
__ADS_1
"Aku gak bisa cerita sekarang sayang, tunggu kamu pulih oke,baru tanyakan sebanyak apapun kamu bertanya. Aku siap menjawabnya !"
Mika mengalihkan pandangannya, amarahnya harus ia kontrol sendiri. Percuma jika punya suami yang sedikit demi sedikit menjadi pecundang.
"Jika aku sudah pulih, boleh protes?"
Leon mengangguk sambil menggenggam erat tangan Mika.
"Boleh, silahkan !" tersenyum sambil mencium tangan istrinya.
"Jika lain cerita bagaimana ? jika terjadi sesuatu padamu dan kamu tidak bisa ku tanya bagaimana, atau justru aku yang tidak bisa bertanya padamu bagaimana." Leon di hujani pertanyaan berturut-turut.
Terdiam, membeku dan tidak tau harus bicara apa. Yang jelas istrinya butuh semangat dan dukungan darinya.
"Mika, tolong. Jangan bertanya sesuatu yang membuatmu sakit, ingat kamu baru melahirkan anak-anak kita. Aku ingin kamu sembuh dan senantiasa bahagia sayang." Berusaha menyemangati Mika.
Mika sebal melihat suaminya.
"Aku ingin melihat anak-anak Leon, hantarkan aku ke sana," mika memilih diam dan ingin sekali bertemu dengan putra putrinya.
Tadi saat operasi ia belum puas melihat anak-anak nya, hanya tau jenis kelaminnya saja anak pertama laki-laki dan yang kedua perempuan.
Ceklek
Seno dan Atom melihat bersamaan ke sumber suara pintu di buka, Leon mendorong kursi roda dan mika duduk di kursi roda tersebut. Mereka sebaik mungkin memerankan sepasang suami istri yang teramat bahagia. Atom dan Seno merasa sangat senang melihatnya, ternyata kelahiran anak di dunia mampu meluluh lantakkan hati yang beku dan memanas.
"Kalian mau ke ruangan anak-anak ?" Atom bertanya.
"Iya ayah !" jawab kompak Leon Mika.
.
Sesampainya di ruangan bayi.
Seseorang suster menyuruh mika untuk di ruangan khusus ibu menyusui, di sana mika bertemu orang-orang yang menyusui bayinya. Ada perkenalan singkat antara mika dengan ibu-ibu menyusui lainnya. Mika sangat bersyukur dalam hati anak-anaknya terlahir sempurna tanpa kekurangan apapun itu bahkan anak-anak nya sehat.
Tapi mika sedih saat melihat salah satu bayi itu ada yang sakit, saat ibu muda itu bercerita. Seketika Mika berdoa semoga bayi itu segera di sembuhkan dan di angkat penyakitnya, kasihan anak sekecil itu dan baru lahir harus sakit.
__ADS_1
BERSAMBUNG
...Semangat untuk ibu-ibu di luaran sana yang di berikan anak istimewa dari surga, tetap kuat menjalaninya 🥰🥰...