Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Makan pun tidak tenang


__ADS_3

"Bagaimana, apa sudah ada jawaban darinya?" Ayunda begitu antusias bahkan dirinya seperti aktris yang menghafal kata-kata yang ada di skrip.


"Belum ada jawaban dari tuan Leon nona Ayunda!" jawab Cantik yang membuat senyum Ayunda luntur begitu saja.


"Padahal niatnya baik, ternyata gak di terima ya." Raut wajah menjadi sedih.


Cantik tidak tega melihat majikannya yang seperti sekarang, kehilangan kebahagiaan meski ya ia akui kesalahannya fatal telah membuat rumah tangga orang lain hampir hancur dalam hitungan bulan saja.


"Nona Ayunda, bagaimana jika ke rumahnya langsung." Cantik menyarankan.


"Ide bagus, apakah kamu tau alamat rumahnya kalau tidak rumah orang tuanya," tersenyum lebar.


Bagi Ayunda bertanggung jawab itu hal terpenting dalam hidupnya, mana mungkin orang terkenal dan berpendidikan serta memiliki karir bagus di dapat secara instan, yang ada dari kerja keras. Sebagai seorang Agen Properti terkenal di kota besar S yang mayoritas pembelinya crazy rich semua.


"Iya saya tau alamat rumah mereka nona Ayunda, tapi sebelum itu nona harus semangat dulu untuk sehat." Cantik akan selalu berada di pihak Ayunda bagaimana pun kondisinya meski ia tau dan sadar nona nya ini begitu banyak negatifnya.


Cantik dan Ayunda hendak bergegas pergi namun di berhentikan oleh seorang cleaning servis rumah sakit.


"Permisi nona, barang anda ketinggalan." Memberikan satu buah jam yang memang tadi ke tinggalan di tempat ia di rawat beberapa bulan ini dan baru hari inilah ia di izinkan pulang.


Orang itu menutupi wajahnya dengan topi dan masker namun bisa di kenali oleh Ayunda.


"Kamu."


Hendak menyerang namun di tegur oleh Cantik.


"Nona jangan, anda baru saja keluar dari rumah sakit. Ayo ... nona segera masuk ke dalam mobil." Saking khawatirnya jika nona nya kenapa-kenapa.


.


"Sayang ... aku sudah mengakui kesalahan ku dan jujur padamu semuanya, apa semua itu gak berarti yang?" Leon meraih tubuh istrinya yang sedari tadi dalam mode ngambek yang cantik.


"Tapi kalau menyangkut wanita itu emosiku sampai ke ubun-ubun Leon Kharel bin Kharel!" kalau sudah marah pasti nama lengkap langsung di ucapkan biasanya dengan bin sekalian.


"Yang ... kalau seandainya dia datang kamu apa bakalan tetap marah atau ramah?"


Mika mengepalkan tangannya, kalau sampai orang itu datang tersangka utamanya adalah suaminya yang mengundang bakalan ia tendang lagi.


Bugh


Hilang sudah kesabaran Mika di buatnya, bukannya meredakan justru memperkeruh. Sifat inilah yang paling tidak di sukai oleh Mika sebagai laki-laki kenapa selalu ceroboh apa tidak bisa di bicarakan dengan kata-kata lain yang tidak menyinggung sama sekali.


"AW ... sakit." Sambil memegang kakinya yang baru saja di tendang.

__ADS_1


Kalau orang lain pasti sudah melaporkan tindakan istrinya yang begitu, sudah pasti sudah jadi tindakan kekerasan atau KDRT bukan. Tapi beda dengan Leon sebab ia tau ia salah dan melukai hati istrinya begitu lama, di tambah lagi kedua buah hatinya yang sering menangis sebab ibunya di buat stres oleh bapaknya.


"Makan tuh sikap ramah ku Leon." Pergi begitu saja setelah puas.


Mika memilih pergi ke balkon kamarnya dan menatap bintang yang sangat terang.


'Apa sebaiknya aku memaafkan dia, sabar Mika ... sabar. Bukannya kamu sendiri yang sudah bertekad dalam hati akan ikhlas menerima semua ini, salah satunya memaafkan orang yang menyakiti hatimu.'


'Aku memang tidak mengenalnya, tapi ...' Mika menimbang-nimbang perasaannya.


Kalau di tanya sakit atau tidak jawabnya lebih dari itu di tambah kecewa berat, terkadang ia juga berpikir apa dirinya salah dalam posisi manapun sampai-sampai di dunia ini tidak ada yang mau bersamanya dan menyalahkan apapun yang terjadi.


Leon baru saja masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, Mika sudah selesai dengan renungan malamnya dan bersiap-siap untuk beristirahat.


Tuing


Ia mengambil ponsel Leon dan melihat siapa yang mengirim pesan di saat jadwal istirahat tidur sudah di depan mata.


💬 Saya mohon, beri saya satu kesempatan tuan Leon untuk meminta maaf. Di tambah lagi saya sekarang berbadan dua tuan Leon


"Berbadan dua, anak siapa? apakah anaknya Leon?" Mika di buat bertanya-tanya.


Yang jelas emosi Mika naik turun, jika benar itu anak Leon berarti kelakuan Leon benar-benar di luar batas.


Tuing


💬 Apa saya salah bicara? saya mohon. Saya benar-benar ingin meminta maaf pada istrimu tuan Leon


Mika sudah tidak sanggup membaca lagi, ia letakkan kembali ponsel Leon dan memilih turun dari tempat tidur dan menuju ke dapur untuk mengambil segelas air putih.


Cegluk cegluk.


Banyak tegukan yang ia minum untuk menjernihkan pikirannya.


"Bisa gila aku musuh Leon, seberapa banyak rahasia yang kamu sembunyikan dariku Leon?"


Mika terus menerus di hantui rasa bersalah sebab ia seperti penghalang kebahagiaan orang lain. Memang ia tidak pernah KDRT dalam rumah tangga, tapi ... mendua juga melukai hati kecilnya yang rapuh.


Leon yang sudah mandi mencari-cari sosok istrinya yang tadi ada di balkon kini tidak ada di tempat.


"Eh, kemana Mika? tadi masih di sini saat aku pergi ke kamar mandi." Mencari di sekelilingnya tapi hasilnya nihil.


Tuing

__ADS_1


Ia mendengar ponselnya berbunyi ia mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimnya pesan dan ternyata orang yang sama.


Deg


"Apa? hamil." Tentu saja Leon shock dan hampir jatuh tubuhnya.


Ia meraih ponselnya dan membalas pesan itu secepat mungkin.


💬 Berapa bulan usianya???


Ayunda tersenyum saat pesannya di balas meski hanya beberapa kata saja hatinya senang.


💬 5 berjalan ke 6 bulan


"Apa jangan-jangan Mika membaca pesan ini terus ia jadi salah paham, kejadian musibah terburuk itu sudah lebih dari empat bulan yang lalu sebelum aku kecelakaan dan ..." Ia menutup mulutnya.


Ia bergegas turun ke bawah dan mencari Mika yang ternyata ada di dapur sambil memegang pisau dapur.


Sring


"Mika, hentikan."


Mika menatap tajam Leon.


"Kenapa? kamu mau membantuku memotong buah?" tersenyum palsu.


Di dalam hatinya penuh dengan amarah-amarah yang tiada tara.


"Iya!" langsung merebut pisau tersebut.


'Leon ... jika nanti pada akhirnya aku yang kalah dalam hubungan ini, apakah kamu bahagia sudah membuatku menjadi wanita bodo* . Aku akan berusaha menerima itu, asalkan kamu bahagia Leon, sudah cukup aku menggenggam mu dari kecil sampai kita dewasa. Aku akan relakan kamu memilih pilihanmu, apalagi dia sedang mengandung.'


Saat duduk di ruang keluarga suasana hening tanpa suara bahkan garpu saja tidak berani bersuara sama sekali.


'Rasanya tenggorokan ku susah untuk menelan buah-buahan ini, padahal ada satu botol air putih sebagai pendorong nya namun sia-sia.'


"Mika."


"Iya, ada apa Leon?"


"Kamu tadi membaca pesan dari Ayunda?"


"Iya, maaf sudah lancang membukanya. Lain kali gak bakalan terulang lagi Leon, maaf!" menahan gemuruh di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2