Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Keberadaan Mika sekarang


__ADS_3

Atom bergegas kembali namun di hentikan oleh Leon.


"Ayah mau pulang?"


"Iya, tadi di pasar ada sedikit masalah. Biasa pedagang buah yang mengantar sedikit rewel, mau ayah beri bonus jeweran telinga dan ayah cubit!" tersenyum kembali.


Leon mengiyakan kepergian mertuanya, lagian putrinya tidak di rumah.


"Hati-hati ayah."


Atom mengangguk sambil melambaikan tangannya. Punggung pria paruh baya itu semakin lama semakin menghilang dari pandangannya, kenapa ayah tidak memarkirkan mobil atau motor di halaman rumah ini? Leon merasa keanehan dengan ayahnya itu, apa jangan-jangan Mika sebenarnya sudah berada di Indonesia.


"Apa Mika sudah pulang? kapan? dan ia tinggal dimana sekarang ?" Leon di buat penasaran dan bingung kembali.


Istrinya memang cerdas dan bisa di andalkan dimana-mana, semua tidak lepas dari kehidupannya yang dipaksa dewasa sebelum umurnya. Tapi baru kali ini Leon merasakan Mika seperti anak kecil yang bermain petak umpet dengan dirinya dan diri ini di suruh mencarinya dengan usaha dan tekad yang kuat.


Ketika masuk ke dalam mobil Atom terburu-buru masuk agar dirinya tidak ketahuan oleh Leon. Seno berada di mobil yang sama pula dengan Atom, sedikit memberi pelajaran untuk bocah ingusan tidak apa-apa bukan lagian anak ceroboh harus di beri pelajaran singkat.


"Kenapa wajahmu begitu panik Tom?" Seno menatap heran besannya.


"Mika terjatuh tadi saat vidio call dengan Leon, ayo kita bergegas ke apartemennya !" sambil menatap ke seluruh penjuru takut Leon mengikuti diam-diam dari belakang.


"Ayo kesana."


"Tapi tunggu dulu Seno, kita harus putar arah dan sedikit membelokkan ke arah yang tidak bisa di tebak, tadi sepertinya aku melihat seseorang dari rumah Leon," Atom memberikan isyarat dan Seno langsung paham.


Hal sekecil ini sangat mudah di atasi, apalagi musuhnya cuma Leon yang tidak ada apa-apanya. Ponsel Leon berdering, ia segera mengangkatnya saat tau siapa yang menelponnya.


📞 Maaf bos, saya kehilangan jejak mertua anda bos


📞 Ya sudah, nanti kalau sewaktu-waktu kamu melihatnya kamu cepat-cepat hubungi saya


📞 Siap pak bos, senang berkerja dengan anda

__ADS_1


Leon mematikan sambungan telponnya.



Bragh.


Ia memukul meja di hadapannya, kenapa mereka berdua kompak sekali menyembunyikan sang istri dan dengan tega tidak membiarkannya dirinya tau dimana Mika dan anak-anaknya berada.


Pyar.


Leon melempar vas bunga di meja kerjanya, sambil mengacak-acak rambutnya akibat frustasi menghadapi kenyataan.


"Sial, andai aku tidak bodo* waktu itu tidak mungkin Mika akan pergi dari sisiku sampai sekarang."


Untuk sekarang Seno dan Atom menuju ke tempat dimana Mika sekarang tinggal bersama kedua buah hatinya.


Ting tong.


Mika bergegas melihat ke arah cctv siapa yang datang berkunjung, semoga bukan Leon dan Leon tidak curiga jika dirinya sudah kembali ke Indonesia satu minggu yang lalu.


Mungkin hanya rindu yang harus ia tahan setiap waktu, anak-anak terlalu kecil dan belum mengenal dengan baik siapa Daddy mereka sesungguhnya, dirinya terkadang bertanya-tanya apakah Leon sudah berusaha meyakinkan papa dan ayah agar mempertemukan dirinya ini dan juga anak-anaknya ini.


Ceklek.


"Ayah ... papa." Menyambut kedatangan mereka berdua dengan suka cita.


Atom duduk di depan Mika sambil menatap sang putri dengan tajam begitu juga dengan Seno, Mika merasa tidak nyaman di tatap keduanya seperti seorang tersangka yang sedang di interogasi.


"Apakah masih sakit nak?" Atom menatap Mika.


"Sudah tidak yah, maaf ya membuat kalian hawatir lagi ke Mika. Mika benar-benar minta maaf!" menundukkan pandangannya.


"Mika, apapun keputusan kamu sekarang papa dan ayahmu selalu mendukung. Apa kamu tidak rindu Leon?" tanya Seno menatap menantunya yang mematung di tempat.

__ADS_1


Awalnya ceria, kini wajah sedih Mika tergugat jelas.


"Rindu!" cicitnya lirih.


Atom dan Seno saling memandang dan mengangguk bersama,mereka selalu punya ide melihat anak-anak di runding masalah seperti sekarang. Bukan hanya pusing tapi juga hawatir apalagi mereka masih muda-muda semua, selain itu mereka masih cantik dan tampan siapapun akan tergoda melihat mereka berdua.


Seno dan Atom segera kembali, tidak sulit bagi Seno untuk memesan pakaian sekaligus perancang terkenal di kota ini. Uang ratusan juta sekali suruh perancang itu gak ada apa-apanya, ibarat kata antara pendapatan dan pengeluaran beda jauh. Misalnya pengeluaran 100k pendapatan 1 juta, tapi meskipun begitu ia juga mengontrol pengeluarannya perbulan untuk berjaga-jaga jika perusahaan dalam masalah misalnya ada yang curang atau saham sedang turun turunnya.


Waktu berlalu beberapa jam kemudian, lebih tepatnya saat siang hari.


Ting tong.


Suara bel apartemen Mika berbunyi lagi, seperti biasanya ia melihat dahulu dari cctv siapa yang bertamu di apartemennya. Mika mengerutkan dahinya saat melihat siapa yang datang berkunjung kenapa semua orang yang ada di depan pintu apartemennya terasa asing.


"Jangan-jangan Leon sudah tau lagi keberadaan ku?" panik berjalan kesana-kemari sambil menggigit bibir bawahnya.


Apa yang harus ia katakan nanti saat bertemu Leon kembali, kabar, tentang kehidupannya sehari-hari atau pekerjaan bahkan tentang perasaan. Di tambah lagi suara bel itu terus menggema di seluruh ruangan apartemen dan membuat kedua buah hatinya terbangun dan menangis kembali, Mika terpaksa membuka pintu dengan panik.


Ceklek.


"Maaf permisi, apa benar ini apartemen atas nama nona Mika Riana?" tanya salah satu orang yang sedang bertamu sambil membawa koper besar di sertai beberapa pakaian bergelantungan di rak gantungan besar di dorong masuk ke dalam apartemen.


"Hey ... kalian tidak sopan, saya belum mengizinkan kalian masuk!" percuma berteriak tidak jelas.


Semua mengukur tubuh Mika dengan berbagai macam model dress panjang dan pendek ke tubuh Mika, semua terlihat bagus dan cantik di tubuh Mika tanpa adanya kecacatan sedikit pun darinya. Pantas saja Leon selalu di buat terpukau dan tergila-gila oleh pesona Mika Riana meski sempat ada salah paham yang membuat mereka berpisah selama sebulan ini.


Ayunda terkejut dengan apa yang barusan ia lihat, tetangganya ternyata Mika istri Leon yang Leon cari-cari beberapa waktu terakhir dalam bulanan kemarin tapi nyatanya justru wanita yang di cari-cari ada di satu wilayah dengan apartemennya.


"Eh, itu bukannya istrinya tuan Leon?" menunjuk salah satu apartemen yang kebetulan di tempat oleh Mika.


Cantik juga terkejut ternyata orang yang di cari-cari oleh tuan Leon ada di kota ini bahkan satu apartemen yang sama dengan nona nya.


"Iya benar nona Ayunda, bagaimana jika nona memberitahu tetang nona Mika ke tuan Leon!" sarannya masuk akal.

__ADS_1


"Tentu saja saya akan membantu tuan Leon, mana ponsel saya Cantik." Meminta ponselnya.


Cantik memberikan ponselnya dengan penuh semangat, semoga kebaikan-kebaikan nona nya bertahan lama tidak di awal-awal saja.


__ADS_2