Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Keputusan setelah tau kenyataannya


__ADS_3

"Jangan malu-malu jika suka yang, bahkan aku bisa memberimu yang lebih dari ini." Bisiknya tepat di telinga Mika.


"Apaan sih jangan aneh-aneh deh Leon," melarikan diri sebelum terlambat.


Yang paling ia khawatirkan saat ini adalah menuntaskan hasrat Leon yang selalu on saat di hadapannya, apalagi jika harus membantu dengan mulutnya yang di sukainya namun tidak untuk diri ini.


"Gak aneh-aneh sayang, janji deh." Menunjukkan jari kelingkingnya.


"Janji loh ya, jangan lupa ponsel baruku Leon. Masa iya kemana-mana gak bawa ponsel seperti orang gak penting gak bawa ponsel. Takutnya terjadi apa-apa di toko atau kedua gudang ku Leon," raut wajah Mika tidak bersahabat sama sekali.


Padahal niatnya nanti malam mau baca-baca novel dan lihat drama Chinese, jadi gagal deh angan-angannya.


"Gampang kan masih ada ponselku sayang, kamu pakai aja lagian aku punya yang baru dan nganggur tuh ponselnya, untuk sementara waktu ganti pakai punyaku saja ya yang." Entah alasan apalagi jika nanti Mika bertanya yang jelas untuk sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal-hal yang begitu sangat privasi.


"Aku butuh card nya Leon, bisa kamu kasih lagian aku punya banyak nomor yang harus aku hubungi Leon," nah kan apa yang di takutnya terjadi.


"Baiklah, sepertinya aku tidak bisa menutupinya lagi darimu sayang. Sekarang hanya satu yang harus kamu tau, apapun yang terjadi kedepannya aku harap kamu percaya padaku dan selalu mencintaiku seorang dan juga anak-anak kita sayang, apa kamu bisa memegang permintaan ku yang satu ini yang?" menatap lekat-lekat mata indah milik Mika.


Mika mengangguk.


"Sebenarnya ada apa Leon, apa terjadi sesuatu hal yang harus aku tidak ketahui?" penasaran.


"Seharusnya begitu, tapi juga tidak, aku tidak mau di antara kita ada kejadian yang terulang kembali !" menangkup kedua pipi Mika.


Leon memberikan ponselnya.


"Bukalah voice recorder yang ayah kirimkan." Sambil memejamkan kedua matanya berharap Mika tidak kecewa dan marah dengan keadaan tersebut.

__ADS_1


Isi voice recorder tanpa editan dan asli langsung terkirim bahkan saat Seno mengucapkan perihal kios yang terbakar.


Leon sudah aku minta untuk menceraikan putrimu, namun ia tetap bersih kukuh untuk bertahan dan menolak kembali ke keluarga Kharel, aku harap kamu paham sebagai sahabat sekaligus besanku Atom, tolong satu kali ini saja bujuk putrimu untuk berpisah dengan putraku, apalagi di tambah status ibu kandung Mika yang sebagai wanita penghibur dimana-mana aku malu punya besan begitu, untuk kedua cucu kita tidak jadi masalah jika harus terbagi. Entah kamu mau yang laki-laki atau yang perempuan, oh ya satu lagi aku turut prihatin atas kebakaran kios kamu Atom. Jika perlu modal datanglah ke kantor atau ke rumah sebagai ucapan persahabatan kita, aku permisi dulu Atom masih banyak klien yang menunggu kehadiranku di rapat.


Mika menutup mulutnya seolah-olah ini mimpi terburuknya.


"Pasti ini mimpikan Leon?" memastikan dan terlihat Leon tidak berbohong sama sekali.


Hanya gelengan kepala yang Leon berikan.


"Jadi benar?" hampir saja tubuhnya ambruk namun tertahan oleh kursi yang sedang ia gunakan untuk duduk di samping Leon.


"Iya, semuanya benar Mika. Maafkan aku Mika, tapi bagaimana pun aku akan tetap mempertahankan hubungan suci kita sayang, aku gak peduli harta papa di berikan pada siapa yang harta sesungguhnya hidup aku adalah kamu dan anak-anak kita sayang, yang lainnya aku gak peduli sayang yang terpenting kamu selalu percaya padaku sayang!"


Mata Mika berkaca-kaca mendengar penuturan Leon baru saja, berarti dirinya tidak salah pilih menerima perjodohan waktu itu, andai waktu itu ada pria lain yang bersemayam di hatinya pasti tidak akan semudah ini mempertahankan perasaannya terhadap sahabat yang menjadi suaminya.


Banyak kejadian dan pengalaman yang lumayan ia ketahui, dari kelakuan nakal Leon yang selalu terkena masalah namun tidak jadi masalah gara-gara uang dan koneksi Seno papanya.


'Jika dipikir-pikir jadi istri dari keluarga KHAREL memang begini, siap-siap di depak suatu saat nanti. Tapi terus terang saja aku kecewa bahkan sangat kecewa terhadap sikap egois papa Seno, dulu saat aku masih kuliah saja sudah ingin menjadikan aku sebagai menantunya. Tapi sekarang beda cerita setelah aku melahirkan kedua cucunya, apa selama ini aku di anggap beban di antara mereka, apa jangan-jangan papa Seno ada calon istri untuk Leon?' berpikiran yang tidak-tidak.


"Sayang ... sayang ... kamu tidak apa-apa kan?" menyentuh pundak kiri Mika.


Mika terperanjat.


Ia menggeleng sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa, aku cukup terkejut dengan semua kejadian ini Leon. Jadi apa keputusan kita selanjutnya, lanjut atau berhenti?"

__ADS_1


"Kamu bertanya apa sih sayang, walaupun aku hilang ingatan kembali aku pastikan hanya kamu seorang yang ada di pikiran dan hatiku sayang dan kita akan terus lanjut sampai nanti!" hanya kata-kata yang keluar dari mulut Leon.


Leon dan Mika saling berpelukan sebelum rasa indah pelukan itu buyar sebab tangisan kedua buah hatinya yang sedang bermain tidak jauh dari pengawasan.


"Ma ... ma ...."


Deg.


Leon dan Mika sama-sama terkejut dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Bintang sedang Fintan belum berbicara hanya sering tertawa bahagia.


"Bintang." Mika berlari meraih putrinya dan menghujani dengan banyak ciuman.


Fintan menatap namanya yang sedang asik memberikan kasih sayang begitu besar pada saudarinya. Karena tidak mau kalah ia juga sama-sama mencari perhatian dengan meraih tangan Mika dan tidak rela cinta pertamanya di rebut oleh saudarinya.


"Eh anak kesayangan mama juga, sini nak." Mika memang lumayan merasakan kualahan merawat mereka secara bersamaan namun ada kebahagiaan tersendiri merawat kedua buah hatinya, melalui tangan inilah ia kuat.


Leon sampai terharu melihat interaksi antara mama dan anak-anaknya.


'Aku berdoa, semoga kelak kalian selalu membuat mama kalian tersenyum ya nak. Daddy berharap kalian tidak pernah membuat mama kalian menangis selain menangis lantaran bahagia dengan jerih payah kalian yang sukses membuat mama kalian bangga.'


"Leon, apa kamu tidak ingin menikmati momen seperti ini bersama-sama?" Mika menatap suaminya.


Leon mengangguk dan langsung ikut bergabung dengan anak dan istrinya.


Sementara di tempat lain ingin tau bagaimana keadaan Mika dan Leon, Atom terus menatap layar ponselnya namun sepertinya tidak ada jawaban apapun dari mereka berdua.


"Sepertinya mereka semakin dewasa lagi dalam menghadapi rumah tangganya, aku berdoa semoga semakin langgeng hubungan kalian dan melahirkan banyak cucu untukku." Atom memutuskan mematikan layar ponselnya dan pergi untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2