Akulah Rekan Hidupmu

Akulah Rekan Hidupmu
Di jarinya tidak ada cincin


__ADS_3

'Jika kamu tidak mencintai ku dan anak-anak kenapa kamu mengikut sertakan kami dalam permainan mu Leon?' Mika menatap potret masa kecilnya hinga dewasa sampai menikah.


Bahkan foto saat dirinya kuliah dan lain sebagainya ada di dalam album tersebut, ia terisak-isak dalam tangisnya sambil meratapi dirinya sendiri. Oh ... andai waktu dapat ia putar kembali ia ingin menjadi sahabat tanpa cinta jika ujung-ujungnya cintanya ternoda.


Bahkan asisten wanita itu bilang jika beberapa bulanan antara Leon dan Ayunda telah bersama alias menjalin kasih bahkan sering kencan bersama.


"Maafkan saya Bu Mika, saya sebenarnya ingin membicarakan ini dengan anda tapi saya terpaksa dan tidak ada pilihan waktu itu sebab saya harus menghidupi ibu saya yang berada di rumah sakit jiwa dan ayah saya yang sedang sakit keras di rumah sakit." Tertunduk dengan rasa bersalah yang sangat luar biasa.


Sebab ia menyembunyikan masalah itu sampai detik tersebut ia berani bercerita. Tangan Mika terulur dan menepuk pundak wanita muda yang bernama Cantik.


"Tidak apa-apa mbak Cantik, saya permisi dulu," senyumnya terukir di bibir Mika saat itu.


Rasanya sungguh remuk redam tiada tara, sakit luar biasa ini bagaimana caranya agar sembuh dengan sendirinya. Ia tutup kembali album foto dan meletakkannya di tempat semula ia menyimpannya.


"Aku harus bangkit demi anak-anak dan aku ingin banyak bertanya padamu Leon. Apakah di hatimu masih ada aku atau tidak?" ia bergegas dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit dan melihat bagaimana kondisi suaminya yang kini terlihat begitu bajinga* dan mengecewakan nya.


Seno masih berada di kantor sedangkan Atom seperti biasanya ia masih berdagang, Mika menatap ke dua rumah tersebut dengan tatapan hancur.


"Ayah ... putrimu ingin kembali ke rumah ayah, apa ayah masih mau menerima kami?" ia tersenyum. "Mana mungkin aku kembali membawa beban yang bertambah berat di pundak ayah, ayah sudah ikhlas merawat ku dan membuatku sampai jadi begini. Aku tidak akan mengecewakan kamu ayah."


Mika kembali melajukan mobilnya dan tidak jadi pergi ke rumah ayahnya. Sudah cukup selama ini dirinya merepotkan sang ayah, gara-gara kehadiran diri ini menyebabkan sang ayah menderita.


'Jika di seluruh dunia ini tidak menginginkan aku kenapa aku di lahirkan, ibuku tidak ingin aku sekarang Leon juga begitu.'

__ADS_1


Si kembar berada di rumah Seno sesuai jadwal menjaga mereka meski ada 2 baby sitter kepercayaan Mika. Pikirannya kacau balau bahkan tak segan-segan air matanya jatuh begitu saja tanpa izin darinya.


'Kenapa aku selemah ini, bukannya sudah biasa tidak di inginkan. Kenapa menangis.'


Tentu saja dirinya akan selalu menangis jika hati kecilnya selalu tersakiti, ia sudah berusaha menjadi yang terbaik dan di sukai banyak orang, tapi itu semua tidak cukup di mata mereka.


Mika tidak memiliki banyak teman bisa di bilang temannya hanya Leon saja tidak ada yang lain, saat dirinya mencoba mendekati teman perempuan sebayanya atau tidak sebaya dengannya mereka tetap saja menghindar dengan berbagai macam alasan, mereka semua entah dapat hasutan dari mana sehingga Mika di asing kan bahkan ada beberapa orang yang mengatakan jika ibunya adalah seorang pekerja malam dan wanita panggilan sana sini, Mika saja tidak tau rupa ibunya seperti apa sampai-sampai mereka berbicara demikian dan tidak berpikir jika Mika yang merasakan sangat sakit hati sekali.


Pernah sesekali Mika bertanya kenapa dirinya di bilang anak wanita penghibur, apa sudah pernah melihat ibunya. Mereka dengan santai menjawab ia bahkan ada orang-orang tertentu menyewa jasa wanita itu yang katanya mirip dengan Mika.


"Huh ..." Mika menghela nafas.


Percuma jika sekarang menyesak dan sedih, perasaan yang datang itu tidak dapat di salahkan secara sepihak.


.


Ini saatnya lah bersenang-senang sambil balas dendam, enak sekali laki-laki ini berbaring istirahat tanpa adanya rasa bersalah dan tidak jujur sama sekali, pantas saja selama ini jadi dingin, cuek dan menghindar. Leon masih belum ada tanda-tanda bangun, benturan di kepalanya masih ada.


Mika menerima pesan singkat dari baby sitter nya dan mengatakan jika si kembar menangis kencang. Mika langsung menyambungkan telponnya ke vidio call agar Leon cepat bangun dan sadar.


Oek


Oek

__ADS_1


Suara tangisan itu menggelegar di ruangan tempat Leon koma saat itu, sangatlah penting untuk pasien mendengar suara-suara seperti ini apalagi itu suara kedua buah hatinya, meski ia dalam keadaan koma ia tetap bisa mendengar dan sel-sel di dalam otak masih bisa merespon suara-suara dari sekitarnya jadi sangatlah penting orang koma di ajak berbicara dan di ingatkan dengan keadaan di sekitarnya.


"Dengarkan suara anak-anak Leon, apa kamu tidak ingin bangun dan menebus kesalahanmu?" berbicara pada Leon.


Mika harus kuat menerima kenyataan jika Leon bangun dan berbicara jujur kedepannya, semua orang pernah berbuat salah tapi alangkah baiknya jika berbicara jujur dari pada tau dari orang lain.


"Semarah-marahnya aku, aku tidak akan memisahkan kamu dari anak-anak Leon. Asalkan kamu tau Leon kami bertiga merindukan kamu." Mika terus mengajak Leon untuk berbicara seolah-olah Leon sudah sadar dari komanya.


Karena suara tangisan semakin kencang saja Mika mengurangi volume ponselnya agar tidak menganggu pasien lain meski ruangan tempat Leon di rawat VIP.


Setelah tangisan kedua buah hatinya reda ia menatap ranjang tempat Leon berbaring, ia lihat cincin pernikahan Leon apakah masih terpasang di jari manisnya.


Deg


"Cincinnya tidak ada?"


Kini belum reda rasa sakit hatinya karena penghianat kini bertambah menganggu lagi dengan kenyataan jika Leon melepas cincinnya.


'Aku sudah berusaha menerima kenyataan ini Leon,tapi kenapa kamu begini?' ia usap air matanya dan segera pergi dari ruangan itu, ruangan yang menambah sakit hatinya saja.


Saat di loby rumah sakit ia menatap ke seluruh penjuru rumah sakit, lorong-lorong rumah sakit ini menjadi saksi bisu dimana dirinya mengetahui kenyataan suaminya, suami yang ia cintai dan ia kagumi ternyata tidak seperti covernya.


Seno baru mendapatkan kabar jika cucunya menangis kencang tapi Mika tidak ada di rumah sebab menjenguk Leon.

__ADS_1


"Anak kurang ajar ini berbuat apalagi sampai-sampai Mika tidak mengajak kedua anaknya meski hari ini jadwal ku untuk merawat dan mengawasi kedua cucuku."


Seno berusaha menghubungi Mika tapi belum di jawab juga oleh Mika.


__ADS_2