
CIT
Suara rem mobil begitu nyaring di telinga, Mika mendadak ngerem saat ada seorang wanita yang bergelayut manja di lengan laki-laki yang tidak ia kenal, Mika bernafas lega setidaknya dari tidak konsentrasinya tidak menyebabkan kecelakaan dan merugikan orang lagi.
"Hah ... hah ... ku pikir tadi aku hampir menabraknya." Menyeka peluh yang mendadak meluncur di dahi kanannya.
Mika bersyukur tidak ada korban jiwa, wanita itu menoleh begitu juga dengan laki-laki itu.
'Kenapa wajahnya tidak asing, sedikit ada kemiripan. Tapi ... siapa?' Mika segera menepis angan-angan nya dan melanjutkan perjalanannya kembali menuju kantor.
Setelah melajukan mobilnya Mika berhenti di suatu tempat, ia parkiran kembali mobilnya dan ia tidak memarkirkan mobilnya di bahu jalan ajar keadaan jalan lancar, aman dan tentunya terkendali. Selain itu menganggu pengguna jalan jika parkir kendaraan pribadi di bahu jalan apalagi jika mobilnya besar seperti yang Mika gunakan setiap harinya.
Mika turun dari mobil dan menuju ke kantor tempatnya berkerja untuk mengawasi para karyawan dan karyawati nya, manusia di ciptakan berbeda-beda bukan hanya fisik tapi juga hatinya. Untuk itu perlu adanya pengontrolan diri dan hati-hati untuk kedepannya agar tidak timbul kekecewaan dan memutus hak mereka yang sudah mengeluarkan tenaganya.
Tak
Tak
Suara sepatu hak tinggi Mika menggema di loby kantornya, belum besar tapi cukup untuk menampung puluhan karyawannya. Merek skincare miliknya sudah lolos dari BPOM jadi aman jika di keluarkan ke masyarakat, tidak lupa Mika mendesain sesuatu di dalam produknya agar tidak di curang i oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Selamat pagi ibu Mika." Sapa beberapa karyawannya.
"Pagi juga," begitu baik dan ramah tamah serta full senyum.
Antara urusan pekerjaan dan pribadi sebisa mungkin Mika tidak mencampurkannya, agar apa? agar semua tidak sia-sia. Cukup kehidupan pribadinya saja yang di sia-siakan untuk masalah finansial tidak boleh di sia-siakan oleh siapapun yang ingin menghancurkan produk kesayangan nya.
Ia memeriksa semua data dan juga laporan-laporan yang masuk ke dalam laptopnya, selesai memeriksa semua ia berkeliling melihat kinerja karyawan dan karyawati di tempatnya agar tidak terjadi masalah, begitu juga bagian produksi dan pengemasan serta pengiriman.
.
Lelah seharian berkerja kini terbayar sudah saat melihat kedua buah hatinya yang semakin gendut, Mika sungguh tidak menyangka kejadian yang ia takutkan justru terjadi setelah pernikahannya di resmikan secara Negara.
'Kenapa sih ketakutan aku justru sekarang, kenapa gak dulu-dulu aja saat aku belum memiliki buah hati. Leon bangsa* bajinga*, awas saja kalau kamu berani siuman aku habisi kamu Leon.' Menggertakkan giginya dan tangan kanannya mengepal.
Asna dan Asma menatap majikannya dengan heran, padahal baru satu detik tersenyum manis dan ramah ke anak-anaknya tapi sedetik kemudian menjadi dingin kembali, patah hatinya seorang wanita memang begini akan sulit tersenyum begitu juga dengan patah hati bagi laki-laki.
"Anak-anak Mama, sini ... sini ..." saking gemasnya Mika mencium kuat-kuat kedua buah hatinya secara bergantian sampai mereka menangis.
CUP
Asna dan Asma menebah dadanya, baru juga di tenangkan kini mereka menangis kencang kembali.
__ADS_1
.
.
"Buka mulutmu." Tetap menyuapi.
Hari ini hari pertama Leon di suapi oleh Mika, sebab Leon baru siuman dan ia menjadi lebih diam dari sebelumnya yang suka berbicara (dulu, sebelum ada badai) padahal Mika ingin protes dan menjatuhi Leon dengan banyak pertanyaan.
"Enak,"
"Kenapa siuman? kenapa tidak hilang ingatan? kenapa tidak mencari dia? kenapa tidak menanyakan dia?" ketus dan penuh emosi.
"Jika aku begitu, bukannya kamu bertambah salah paham terhadapku !" masih sempat-sempatnya tersenyum.
Bugh.
Memukul lengan Leon.
"AW ... sakit sayang, aku baru siuman dan baru boleh makan loh. Ko' kamu gitu sih." Protesnya sambil mengusap-usap lengannya.
Mika tersentak, terkejut.
Ia meremas rambutnya kebelakang.
Semangatnya kini kembali.
Seperti biasanya ia akan melakukan rutinitas untuk dirinya dan mempersiapkan memompa ASI nya setelah di bersihkan dengan air hangat.
Lebih sering dipompa, produksi ASI makin banyak. Ibu menyusui bisa menerapkan teknik cluster pumping. Caranya dengan memompa setiap lima menit untuk memberikan stimulasi pada payud4ra. Saat payudara terasa penuh, tubuh ibu menyusui mendapat sinyal untuk berhenti membuat susu.
Cara meningkatkan jumlah ASI
Lebih sering memerah ASI.
Berikan ASI kepada bayi sambil memerah.
Perah ASI setelah menyusui bayi.
Perah ASI dari kedua payud4ra secara bersamaan.
__ADS_1
Perah dengan teknik power pumping.
Usahakan untuk tetap menyusui bayi secara langsung.
Kelola stres.
Konsumsi makanan bernutrisi dan banyak minum air putih.
"Tapi kalau aku kecewa lagi gimana, gimana kalau ternyata Leon enggan untuk siuman dan memilih tetap dalam keadaan koma?" bertanya pada diri sendiri dan di penuhi rasa hawatir.
Berusaha berpikir positif tapi tetap saja bayangan yang tidak ingin ia lihat justru sekelebat memenuhi isi otaknya.
"Ih ... sebel deh, lama-lama bisa punya asal lambung akut nih kalau terus-terusan di buat mikir separah ini, andai yang ke dua tidak ada pasti sekarang aku menjadi wanita satu-satunya yang terpilih dan pemenangnya."
Mika rencananya hari ini setelah mengunjungi Leon ia ingin menemui Ayunda dan melihat kondisi wanita yang tidak tau malu tersebut, apakah masih punya wajah atau wajahnya sudah hancur bersama kecelakaan itu.
Leon mulai membuka matanya perlahan dan berusaha mengingat-ingat kejadian yang menimpa nya waktu itu.
"Sakit." Ia memegang kepalanya, masih ada perban yang melekat di kepalanya.
Ia melihat kesana kemari tidak ada siapa-siapa.
"Apa tidak ada yang merawat ku ?" bertanya pada diri sendiri dan hatinya mulai terasa sakit.
Mika baru saja sampai dan bergegas menuju ke ruangan Leon.
Ceklek.
"Eh." Terkejut melihat suaminya sudah bangun bahkan berusaha duduk di atas tempat tidurnya.
"Mika," masih ingat dan tidak kehilangan ingatannya.
"Akhirnya kamu datang, aku pikir aku sendirian." Merengek seperti anak kecil.
Mika bertanya-tanya, ada apa dengan Leon kenapa tingkahnya seperti anak kecil. Manja dan begitu imut ekspresinya.
'Ya Allah apa yang terjadi ini, kenapa Leon seperti ini?' bingung dan ia mulai panik, sedikit panik.
Dokter langsung memeriksa keadaan Leon apa yang terjadi dengan pasiennya tersebut sampai-sampai istri dari pasiennya bertanya ada sesuatu kejanggalan saat suaminya siuman tadi.
__ADS_1
"Begini ibu Mika, pasien mengalami trauma pasca kecelakaan dan di tambah operasi waktu itu. Dan ada beberapa persen kemunduran di memori ingatannya, sepertinya suami ibu Mika kembali ke masa-masa romantis kalian beberapa tahun yang lalu." Ucap Dokter Alex membuat Mika tersenyum getir.
Masa lalu terulang kembali, artinya Leon tidak mengingat kejadian dimana dirinya berhianat dengan wanita itu, padahal dirinya ingin melampiaskan amarahnya. Tapi ... sepertinya akan tertunda sangat lama agar Leon segera pulih seperti sedia kala.